Tinjau Aceh Utara, HRD Terima Aspirasi Pembangunan Huntara dan Pembersihan Lumpur

- Editor

Sabtu, 10 Januari 2026 - 01:19

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Teks Foto : Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PKB, H Ruslan Daud (HRD) didampingi Wakil Bupati Aceh Utara, Tarmizi Panyang, menemui pengungsi korban banjir di Kecamatan Sawang, Aceh, Utara, Jumat (9/1/2026). FOTO/FERIZAL HASAN)

ACEH UTARA – Anggota Komisi V DPR RI dari Daerah Pemilihan Aceh 2, H. Ruslan M Daud (HRD), melakukan kunjungan kerja ke Aceh Utara, Jumat, 9 Januari 2026. Kunjungan ini dilakukan untuk meninjau langsung kondisi pascabencana sekaligus menyerap aspirasi masyarakat di Kecamatan Muara Batu dan Sawang .

Dalam kunjungan tersebut, HRD didampingi mitra kerja dari sejumlah direktorat jenderal di bawah Kementerian Pekerjaan Umum, serta Wakil Bupati Aceh Utara Tarmizi Panyang bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Aceh Utara.

Huntara Jadi Kebutuhan Mendesak Warga

Salah satu aspirasi paling mendesak yang disampaikan masyarakat adalah kebutuhan Hunian Sementara (Huntara) bagi warga terdampak bencana banjir. Berdasarkan pendataan awal di lapangan, kebutuhan Huntara tersebar di dua kecamatan. Untuk Kecamatan Sawang, di Desa Paya Rabo Lhok 76 KK, Lagang 24 KK, Lhok Kuyun 26 KK dan Babah Krueng 140 KK. Sedangkan di Kecamatan Muara Batu, Desa Paloh Raya 50 KK, Bungkaih 121 KK, Teumpok Beurandang 23 KK, Ulee Madon dan Mane Tunong masing-masing 12 KK dan Teupin Banja 8 KK.

Menindaklanjuti kebutuhan tersebut, HRD menegaskan bahwa Huntara merupakan solusi paling realistis dan mendesak untuk memastikan warga memiliki tempat tinggal yang layak, aman, dan sehat sambil menunggu pembangunan hunian permanen.

“Huntara ini sangat penting, bukan hanya sebagai tempat tinggal sementara, tetapi untuk menjaga kesehatan, keamanan, dan martabat warga yang rumahnya terdampak. Negara harus hadir dalam kondisi seperti ini, terlebih lagi menjelang bulan suci ramadhan yang sudah di depan mata. Oleh karena itu, kita mendorong supaya kebutuhan Huntara dapat segera dibangun di setiap desa masing-masing bagi desa yang sudah memiliki lahan yang siap bangun” ujar HRD.

Baca Juga:  Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik Gelombang IV Sesi 1 dan 2 di SD Negeri 3 Kutacane Berlangsung Sukses dan Kondusif

HRD menyampaikan bahwa Kementerian PU melalui Ditjen Prasarana Strategis akan segera melakukan verifikasi lahan serta pendataan kebutuhan Huntara, sebagai tahapan awal agar pembangunan dapat segera direalisasikan dan tepat sasaran.

“Saya sudah minta langsung ke tim Ditjen Prasarana Strategis untuk segera turun memverifikasi lahan dan data kebutuhan Huntara mulai hari ini. Kita ingin prosesnya cepat, akurat, dan sesuai kebutuhan riil masyarakat,” tegasnya.

Alat Berat Dikerahkan untuk Pembersihan Lumpur

Selain Huntara, HRD juga menerima keluhan terkait lumpur yang masih mengendap tebal di berbagai infrastruktur publik, seperti sekolah, pasar rakyat, stadion olahraga, masjid, serta alur sungai. Kondisi ini dinilai menghambat aktivitas pendidikan, ekonomi, dan ibadah masyarakat.

Menjawab keluhan tersebut, HRD memastikan bahwa penanganan akan segera dilakukan dengan mengerahkan dukungan lintas direktorat jenderal.

“Untuk pembersihan lumpur, alat berat akan segera dikirimkan dari sejumlah direktorat jenderal melalui balai masing-masing. Kita dorong agar sekolah, pasar, rumah ibadah, dan fasilitas umum bisa segera kembali difungsikan,” kata HRD.

Air Bersih dan Sanitasi Jadi Prioritas

Selain hunian, masyarakat juga menyampaikan kebutuhan air bersih dan sanitasi, termasuk pembangunan sumur bor di sejumlah desa yang hingga kini masih mengalami keterbatasan akses air bersih. HRD menekankan bahwa ketersediaan air bersih menjadi faktor penting agar Huntara dapat berfungsi optimal.

“Huntara harus didukung air bersih dan sanitasi yang layak. Kalau ini terpenuhi, maka pemulihan kesehatan dan kehidupan sosial warga akan jauh lebih cepat,” ujarnya.

HRD menegaskan seluruh aspirasi yang dihimpun dalam kunjungan ini akan dikawal realisasinya secara bertahap melalui Komisi V DPR RI, dengan mengedepankan sinergi pemerintah pusat dan daerah guna mempercepat pemulihan Aceh Utara secara menyeluruh dan berkelanjutan. (*)

Berita Terkait

Semarak HUT ke-81 RI, Lapas Kota Bakti dan UPT Pemasyarakatan Pidie Gelar Donor Darah Serentak
MAN 1 Pidie Perkuat Kiprah di Kancah Internasional, Dua Siswa Raih Juara III Robotik
Bukan Sekadar Tanpa Plang! P3-TGAI Desa Rikit Disorot: Pekerjaan Bergelombang, K3 Dipertanyakan, Aspirasi Dewan Ikut Disorot
Desa Kute Buluh Juara Evaluasi Desa Cantik Aceh Tenggara, Pengelolaan Data Jadi Fondasi Pembangunan
Ketika Sumber Daya Habis — Lalu Ke Mana Bangsa Ini Akan Melangkah?
Di Norwegia Melayani dengan Sederhana — Di Indonesia Justru Dilayani Berlebihan
Selamat Jalan Kak, Semoga Husnul Khatimah
Dinas DPKP Bireuen dan Bulog Gelar Gerakan Pangan Murah di Empat Kecamatan
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 15:02

Ironi Negeri Ini — Guru Disuruh Sarjana, Tapi Dewan Bisa Cukup Lulus SMA

Rabu, 12 Agustus 2026 - 08:32

Memimpin Bukan Bermain Catur — Membangun Peradaban atau Menjadi Cerita Keruntuhan

Selasa, 11 Agustus 2026 - 14:14

Peradaban Bangsa Akan Bersih dan Maju Jika Dimulai dari Indonesia Timur

Senin, 10 Agustus 2026 - 07:44

Jack Ma: Seorang Guru yang Membuktikan — Bukan dengan Buku, Tapi dengan Karya

Senin, 10 Agustus 2026 - 07:38

Sekolah Itu Fondasi: Di Situlah Identitas dan Masa Depan Bangsa Dibentuk

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 04:28

Perampasan Aset Koruptor: Antara Ketakutan Pemegang Kuasa dan Keadilan bagi Rakyat

Jumat, 7 Agustus 2026 - 15:27

Pemimpin Itu Melayani, Bukan Dilayani

Jumat, 7 Agustus 2026 - 03:04

Kekerasan Tidak Pernah Menjadi Jalan Penyelesaian Sesungguhnya

Berita Terbaru

Headline news

KINERJA PEMKAB SIMEULUE DAPAT PENGAKUAN NASIONAL TAHUN 2026

Kamis, 13 Agu 2026 - 03:37