Banjir Dua Pekan, Luka Kemanusiaan, dan Pengkhianatan Nurani di Batang Kuis Ketika Warga Tenggelam,10 Pegawai Puskesmas Justru Pergi Berwisata

- Editor

Selasa, 16 Desember 2025 - 10:15

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

 

Batang Kuis I TribuneIndonesia.com-Terjangan banjir yang melanda Kecamatan Batang Kuis bukan sekedar bencana alam. Ia menjelma menjadi luka kolektif, kepedihan yang mengendap di dada anak-anak, para lansia, dan keluarga yang rumahnya diluluhlantakkan air setinggi dada orang dewasa. Selama hampir dua pekan di tahun 2025, Batang Kuis tenggelam bukan hanya oleh air, tetapi juga oleh rasa ditinggalkan.

Hari-hari itu menjadi sejarah pilu. Tangisan anak-anak bercampur dengan rintihan orang tua. Air banjir menggurita masuk ke rumah-rumah warga, menghanyutkan perabot, pakaian, dan sisa harapan. Sebagian masyarakat terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman, hidup dalam keterbatasan. Makanan ala kadarnya diberikan, sekadar agar perut tidak kosong. Namun derita tak berhenti di sana.

Di pengungsian, penyakit mulai datang. Anak-anak dan para lansia yang paling rentan harus bertahan dalam kondisi memprihatinkan. Mereka membutuhkan uluran tangan, perhatian, dan pelayanan kesehatan. Di saat-saat genting inilah, kehadiran tenaga medis seharusnya menjadi cahaya. Namun yang terjadi justru sebaliknya.

Di tengah jeritan kemanusiaan itu, publik dikejutkan oleh kabar yang sungguh mencederai nurani: sepuluh pegawai Puskesmas Batang Kuis justru berangkat ke luar negeri, ke Bangkok, di saat masyarakatnya tenggelam dalam bencana. Mereka yang seharusnya berada di garda terdepan pelayanan kesehatan, memilih meninggalkan tugas dan tanggung jawab.

Lebih miris lagi, keberangkatan itu terjadi dengan sepengetahuan dan restu pimpinan. Kepala Puskesmas Batang Kuis, dr. Lenni Estiani, sebagai pemimpin tertinggi di fasilitas layanan kesehatan tersebut, diduga melepas kepergian sepuluh pegawainya tanpa rasa bersalah, seolah-olah bencana yang melanda warganya bukanlah urusan yang mendesak. Sebuah ironi yang sulit diterima akal sehat.

Baca Juga:  Polemik Kepsek SMKN 1 Pante Bidari Mulai Dari Dana Bos, Sampai Kutipan Osis Hingga Blokir Nomor Wartawan

Tanggal 5 hingga 7 Desember 2025 menjadi saksi bisu. Saat warga berjibaku menyelamatkan diri dan harta benda, saat air mata dan air banjir menyatu di rumah-rumah yang terendam, sepuluh pegawai puskesmas itu asyik berwisata. Mereka pergi ketika kehadiran mereka paling dibutuhkan. Sebuah sikap yang pantas disebut sebagai pengkhianatan terhadap sumpah dan profesi.

Kesehatan adalah hak dasar masyarakat. Tenaga kesehatan adalah garda terakhir di tengah bencana. Ketika mereka justru berpaling, luka yang ditinggalkan bukan hanya fisik, tetapi juga batin. Rasa percaya masyarakat terkoyak. Hati publik terluka.

Untuk itu, Bupati Deli Serdang, sebagai orang tua bagi seluruh masyarakat di kabupaten ini, patut turun tangan. Jangan biarkan perilaku semacam ini mencoreng wajah Deli Serdang. Jangan biarkan pengkhianatan terhadap kemanusiaan berlalu tanpa pertanggungjawaban. Apalagi ini menyangkut sektor kesehatan, sektor yang menyentuh langsung hidup dan mati manusia.

Deli Serdang jangan sampai menjadi bahan cemooh daerah lain hanya karena kelalaian dan ketidakpekaan segelintir oknum. Tindakan tegas dan adil harus ditegakkan, agar keadilan dirasakan oleh masyarakat Batang Kuis yang telah terlalu menanggung derita.

Bencana alam memang tak bisa dicegah, tetapi bencana nurani bisa dan harus dilawan (31.25-3) 

 

Berita Terkait

Bantuan Banjir Belum Cair, Warga Aceh Tamiang Pertanyakan Kepastian
Sinergi Kuat di Balik Layar Pemerintahan: Bupati Deli Serdang Gandeng IGB dan GRPK Kawal Program Rakyat
Mubes II IKA FH Unsam 2026″*Merajut Kenangan,Menyongsong Harapan*”
Surat Resmi Berubah Jadi Alarm Bahaya ! Dugaan Perampasan Lahan Sawah di Batang Kuis Seret 2  Nama Anggota DPRD
Semangat Hardiknas 2026, SMP Negeri 1 Manyak Payed Teguhkan Komitmen Pendidikan Berkualitas
TAMPERAK dan LHI Soroti Ketidakakuratan Data Desil: Ancaman Serius bagi Kebijakan Publik
PERWAL : Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan Langsa, Antara Gebrakan Awal dan Ujian Bencana
Resahkan Masyarakat Kota Gunungsitoli, Polres Nias Gulung Terduga Pelaku Penjambretan
Berita ini 55 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 6 Mei 2026 - 07:36

Kejari Bitung Perkuat Sinergi Hukum dengan Perumda Duasudara Demi Tata Kelola Perusahaan yang Akuntabel

Rabu, 6 Mei 2026 - 07:35

BABINPOTMAR POS TNI AL Manggar sambangi Nelayan desa Mayang ,laksanakan pembinaan

Rabu, 6 Mei 2026 - 07:21

Ny. Ella Suherman sosok istri prajurit yang kreatif “kisah inspiratif dari lidi nipah”

Rabu, 6 Mei 2026 - 05:01

Digagalkan: Satresnarkoba Polres Bitung Ringkus Dua Pemuda di Matuari

Selasa, 5 Mei 2026 - 17:09

Enam Bulan Pasca Banjir, SD Negeri 5 Tanah Jambo Aye Masih Belum Pulih Sepenuhnya

Selasa, 5 Mei 2026 - 16:06

​Apresiasi Dedikasi, Pelindo Bitung Ganjar 10 Karyawan Predikat Pegawai Terbaik 2025

Selasa, 5 Mei 2026 - 13:39

​Polres Bitung Kawal Aksi Damai Buruh KSBSI Secara Humanis

Selasa, 5 Mei 2026 - 12:05

BALIK “AMAN-AMAN SAJA”: Dugaan Pelanggaran Sertifikasi dan Status Honorer di SMPN 4 Kutacane Kian Menguat

Berita Terbaru