Bidan Ngamuk di Puskesmas Patia, Kepala Puskesmas Tak Mau Komentar — GOWI dan AWDI Angkat Bicara!

- Editor

Rabu, 22 Oktober 2025 - 08:50

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PANDEGLANG|TribuneIndonesia.com 

Dunia pelayanan publik di Kabupaten Pandeglang kembali tercoreng. Seorang warga Kecamatan Patia mengaku mendapatkan perlakuan arogan dari oknum petugas Puskesmas Patia saat mendampingi istrinya berobat pada Selasa (21/10/2025).
Ironisnya, hingga berita ini diterbitkan, Kepala Puskesmas Patia belum memberikan keterangan resmi dan memilih bungkam saat dikonfirmasi wartawan.

Kejadian tidak menyenangkan itu dialami oleh Sabda, warga Kecamatan Patia, saat mendampingi istrinya, SY, berobat ke puskesmas setempat. Menurut keterangan Sabda, istrinya mendaftarkan dua anak mereka untuk berobat menggunakan Kartu Keluarga dan BPJS Kesehatan, namun justru diminta membayar biaya pelayanan sebesar Rp 24.000 oleh petugas pendaftaran dengan alasan kartu BPJS tidak aktif.

“Padahal kami selalu pakai BPJS dan tidak pernah diminta bayar. Begitu saya cek ke BPJS Care Center 165, statusnya masih aktif. Tapi saat istri saya menanyakan ulang ke bagian BPJS di Puskesmas, malah dimarahi di depan umum,” ungkap Sabda dengan nada kecewa.

Sabda menyebut, petugas yang bersikap kasar tersebut berinisial MRA, yang diketahui merupakan seorang bidan di Puskesmas Patia.

“Istri saya hanya menanyakan baik-baik, tapi malah dibentak. Ini bukan persoalan uang Rp 24 ribu, tapi persoalan sikap dan etika pelayanan. Petugas seharusnya melayani, bukan memarahi,” tegasnya.

Ia berharap Dinas Kesehatan Kabupaten Pandeglang segera turun tangan dan memberikan pembinaan terhadap oknum tersebut agar kejadian serupa tidak terulang.

“Kalau dibiarkan, kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan bisa rusak,” tambahnya.

Baca Juga:  Prabowo Sepakat Cabut Tunjangan Jumbo DPR, Gelombang Demo Tak Terbendung

Kasus dugaan arogansi petugas Puskesmas Patia ini mendapat sorotan tajam dari berbagai kalangan, termasuk Gabungan Organisasi Wartawan Indonesia (GOWI) yang di dalamnya tergabung Gabungnya Wartawan Indonesia (GWI) dan Asosiasi Wartawan Demokrasi Indonesia (AWDI) DPC Kabupaten Pandeglang, serta Barisan Rakyat Anti Penindasan (BARA API).

Ketua GWI DPC Kabupaten Pandeglang, Reaynold Kurniawan, mengecam keras tindakan tersebut.

“Tindakan arogan di fasilitas publik tidak bisa ditolerir. Kami mendesak agar oknum tersebut diproses secara administratif bahkan dicopot dari jabatannya, demi menjaga marwah pelayanan publik,” tegas Reaynold.

Senada dengan itu, Andi Irawan, aktivis Bara Api, menilai diamnya Kepala Puskesmas Patia justru menambah kecurigaan publik.

“Kalau tidak benar, seharusnya beliau berani memberikan klarifikasi. Tapi kalau diam, bisa dianggap membiarkan. Kami minta Dinkes segera ambil langkah tegas,” ujar Andi.

Sementara Jaka Somantri, Sekretaris Jenderal AWDI DPC Kabupaten Pandeglang, menilai kasus ini mencoreng citra tenaga kesehatan di mata masyarakat.

“Kami sangat menyesalkan kejadian ini. Seharusnya petugas kesehatan jadi contoh dalam melayani masyarakat, bukan malah menunjukkan arogansi. Kami akan kawal persoalan ini sampai tuntas,” tegas Jaka.

Hingga berita ini diturunkan, Kepala Puskesmas Patia belum memberikan hak jawab maupun klarifikasi resminya. Publik kini menunggu langkah nyata dari Dinas Kesehatan Kabupaten Pandeglang untuk menindak tegas dugaan pelanggaran etika pelayanan publik tersebut.”(Tim/red)

Berita Terkait

Sebut Wartawan “Bodrek”, Bos PT Sinyalta Dilaporkan ke Polisi
P2BMI Turun Gunung, Kawal Deli Serdang Maju dan Bermartabat
Jelang Musda Demokrat Aceh, Tokok Pemuda Gayo Sebut Figur Rian Syaf Kunci Stabilitas dan Arah Politik Partai
Pengunjung IIMS 2026 Kaget! Ternyata Bisa Urus Ini Sekalian di Lokasi
KPHP GUNONG DUREN LAKUKAN PENGAWASAN AKTIVITAS TAMBANG TIMAH DI KAWASAN HUTAN PRODUKSI SENUSUR SEMBULU
Arief Martha Rahadyan Apresiasi Penguatan Kendali Alih Fungsi Lahan oleh Pemerintah
Kadis Kesehatan Agara Serahkan Data Sengketa Informasi Publik
Bau Busuk Anggaran Kesehatan Aceh Tenggara? Saidul LKGSAI Tantang Audit Total Puluhan Miliar!
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 10 Februari 2026 - 13:17

Hari Kedua Dianmas STIK Angkatan 83, Mahasiswa Laksanakan Orientasi dan Pemetaan Penanganan Bencana di Polres Bireuen

Selasa, 10 Februari 2026 - 11:30

Cahaya Isra Mikraj di Batang Kuis Kapolsek AKP Salija Ajak Pemuda Tumbuhkan Generasi Beriman

Selasa, 10 Februari 2026 - 09:33

Kapolres Gelar Temu Ramah meriahkan Ultah Pers Nasional Aceh Tenggara

Senin, 9 Februari 2026 - 14:10

Dukung Pemulihan Pascabencana 249 Mahasiswa STIK Laksanakan Dianmas di Aceh

Senin, 9 Februari 2026 - 04:23

Personil Yonif TP 837/KT Bersama Babinsa dan Masyarakat Laksanakan Pemulihan Meunasah Keude Aceh

Jumat, 6 Februari 2026 - 08:50

AMP-MANDAKOR LAPORKAN KE KEJAKSAAN PENGGUNAAN ANGGARAN DINAS PENDIDIKAN MADINA TAHUN 2025

Jumat, 6 Februari 2026 - 00:49

PANGKORMAR HADIRI UPACARA PRASETYA PERWIRA DIKTUKPA KHUSUS TNI AL TA 2026, DUA PRAJURIT MARINIR BERPRESTASI RESMI DILANTIK

Selasa, 3 Februari 2026 - 13:01

FKLL Jakarta Barat Bulan Februari Bahas Kesiapan Operasi Keselamatan Jaya di Tengah Cuaca Ekstrem

Berita Terbaru