Prabowo Sepakat Cabut Tunjangan Jumbo DPR, Gelombang Demo Tak Terbendung

- Editor

Rabu, 3 September 2025 - 02:39

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : Presiden Prabowo Subianto saat memberikan keterangan pers di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/2/2025).

Caption : Presiden Prabowo Subianto saat memberikan keterangan pers di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/2/2025).

Jakarta | TribuneIndonesia.com

Gelombang kemarahan rakyat akhirnya memaksa Presiden Prabowo Subianto dan para pimpinan partai politik di Parlemen mengambil langkah drastis. Pemerintah sepakat mencabut tunjangan jumbo anggota DPR RI yang selama ini dianggap menginjak harga diri masyarakat kecil dan memicu kecemburuan sosial.

Isu gaji dan tunjangan fantastis anggota DPR mencuat setelah legislator PDI Perjuangan, TB Hasanuddin, blak-blakan mengaku menerima take home pay lebih dari Rp100 juta per bulan. Ia bahkan menyebut setiap anggota DPR rata-rata “bergaji” Rp3 juta per hari, ditambah tunjangan rumah mencapai Rp50 juta per bulan.

Pernyataan Hasanuddin sontak memicu kemarahan publik. Perbandingan gaji wakil rakyat dengan buruh yang hidup dengan UMP hanya Rp5,3 juta per bulan di Jakarta dianggap sebagai bukti kesenjangan yang kian menganga. Apalagi, sehari sebelumnya, Wakil Ketua Komisi II DPR dari Partai Golkar, Zulfikar Arse Sadikin, justru mengeluhkan sulit mencari uang halal sebagai politikus.

Puncak amarah rakyat meledak saat sejumlah anggota DPR kedapatan berjoget di Sidang Tahunan MPR RI, 15 Agustus 2025. Aksi itu dinilai menyinggung perasaan masyarakat yang tengah bergelut dengan kesulitan ekonomi. Namun, bukannya meminta maaf, beberapa legislator malah menyebut rakyat “tolol” karena menyamakan kehidupan mereka dengan rakyat biasa.

Gelombang protes pun membesar. Demonstrasi berlangsung maraton dari Senin (25/8) hingga Sabtu (30/8) di berbagai daerah. Sayang, tak satu pun anggota DPR hadir menemui massa. Situasi kian panas setelah seorang driver ojek online, Affan Kurniawan, tewas dilindas kendaraan taktis Brimob pada 28 Agustus malam di Jakarta Pusat.

Dalam pernyataannya, Presiden Prabowo menegaskan akan dilakukan pencabutan sejumlah fasilitas DPR RI, termasuk moratorium kunjungan kerja ke luar negeri. “Kita mendengar suara rakyat. DPR akan melakukan koreksi atas kebijakan tunjangan, dan beberapa fasilitas dihentikan,” tegasnya di Istana Merdeka, Minggu (31/8).

Baca Juga:  Ada Apa dengan Desa Bandar Mahligai? Warga Tuntut Transparansi Penggunaan Dana Desa

Menteri Keuangan Sri Mulyani ikut memberikan klarifikasi. Menurutnya, penentuan gaji dan tunjangan DPR bukan “selera pribadi”, melainkan melibatkan DPR, DPD, hingga partisipasi masyarakat. Namun, pernyataan itu tak meredakan amarah publik, apalagi setelah rumahnya di Jakarta dijarah oleh kelompok tak dikenal pada 31 Agustus dini hari.

Ekonom Bright Institute, Muhammad Andri Perdana, menilai momentum ini harus dijadikan pintu masuk reformasi fiskal. Ia mencontohkan Inggris yang pasca-skandal parlemen 2009 membentuk Independent Parliamentary Standards Authority (IPSA) untuk mengatur standar gaji anggota parlemen. “Indonesia butuh komisi independen agar penentuan gaji DPR adil, transparan, dan tidak berdasarkan kepentingan internal,” kata Andri, Selasa (2/9).

Menurutnya, standar gaji DPR seharusnya disesuaikan dengan kondisi ekonomi masyarakat. Ia menyinggung tunjangan rumah Rp50 juta per bulan yang seharusnya bisa diukur lewat garis kemiskinan Jakarta, yakni Rp852.768 per kapita per bulan. “Jika mengikuti data BPS, mestinya tunjangan rumah DPR hanya sekitar Rp77 ribu per anggota keluarga. Bahkan dengan standar Survei Biaya Hidup, pengeluaran perumahan di Jakarta rata-rata Rp3,2 juta per bulan, jauh di bawah angka Rp50 juta,” tegasnya.

Kini, publik menunggu apakah langkah pencabutan tunjangan DPR benar-benar diwujudkan atau sekadar manuver politik untuk meredam amarah rakyat. Gelombang demonstrasi yang terus meluas menjadi bukti bahwa kesabaran masyarakat sudah berada di titik nadir. (##)

Berita Terkait

Hampir Bertahun-Tahun Menanti, Ratusan Warga Gayo Lues Akhirnya Terima Bantuan Jadup Korban Banjir
BNNP Sumut dan Permedsu Perkuat Gerakan Sosial Lawan Narkoba Lewat HANI 2026
Rifqi Candra Usulkan Pansel Pertimbangkan Tes Urine bagi 3 Besar Calon JPT
Menteri ESDM, BIN dan Kejagung Harus Serius Selidiki Stok Batubara PLN, “Awas, Dirut PLN Itu Licik!”
Apakah Menunggu Ada Korban Jiwa ? Jembatan Yang Menghubungkan Panter dan Dusun Suka Damai Desa Sinabang ini baru ada perbaikan
SOMASI: DPMG Langsa Bikin Kebijakan Tanpa Hitung Dampak, Pilchiksung Terancam Kacau
Wakil Bupati Simeulue Sambut Kedatangan Pangdam Iskandar Muda dan Serahkan Cindera Mata
Hampir Sepekan Padam Listrik Bergilir di Kalimantan, Tapi PLN Tidak Transparan
Berita ini 42 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 26 Juni 2026 - 11:28

Rotasi Strategis Polresta Deli Serdang, Tiga Jabatan Kunci Berganti

Kamis, 25 Juni 2026 - 06:34

Mengenang Jasa Pahlawan, Polres Bireuen Ikuti Upacara Ziarah di TMP Dalam Rangka Hari Bhayangkara ke-80

Rabu, 24 Juni 2026 - 09:12

Sinergi Tanpa Batas, Kapendam IX/Udayana Ajak Awak Media Nobar Piala Dunia 2026

Jumat, 19 Juni 2026 - 06:53

Melalui Simakrama Galungan dan Kuningan, Pangdam IX/Udayana Tegaskan Komitmen Menjaga Warisan Budaya

Kamis, 18 Juni 2026 - 03:56

Polda Bali Tingkatkan Layanan SKCK: Kini Lebih Cepat, Transparan, dan Bisa Diakses Online

Kamis, 18 Juni 2026 - 02:02

Pantau Situasi Perairan Sat Polairud Polresta Denpasar Laksanakan Kegiatan Patroli

Minggu, 14 Juni 2026 - 12:50

Dandim 0204/DS Tegaskan Loyalitas Prajurit Lewat Tradisi Pindah Satuan

Sabtu, 13 Juni 2026 - 15:58

Kasat Reskrim menegaskan akan segera menetapkan para tersangka kasus dugaan pengeroyokan

Berita Terbaru

Pemerintahan dan Berita Daerah

Asri Ludin Dorong Budaya Batak Toba Menjadi Karakter Generasi Digital

Sabtu, 27 Jun 2026 - 11:51

Pemerintahan dan Berita Daerah

Warisan Melayu Deli Serdang Diperkuat, Telangkai Jadi Penjaga Identitas Buday

Sabtu, 27 Jun 2026 - 11:32

Peristiwa, kecelakaan dan bencana Alam

Kebakaran Gudang Yumeida Gegerkan Sunggal, Api Hanguskan Area Penyimpanan Bahan Baku Sepatu

Sabtu, 27 Jun 2026 - 08:10

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x