Pekerjaan Pamsimas di Desa Kalanganyar Diduga Asal Jadi, Besi Oplosan dan APD Seadanya — GOWI dan BARA API Geram!

- Editor

Kamis, 16 Oktober 2025 - 11:31

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PANDEGLANG|TribuneIndonesia.com 

Proyek penyediaan air minum berbasis masyarakat (Pamsimas) tahun anggaran 2025 yang berlokasi di Kampung Ciasem, Desa Kalanganyar, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, kembali menuai sorotan tajam publik. Pasalnya, pekerjaan dengan alokasi dana Bantuan Pemerintah Masyarakat (BPM) senilai Rp 500 juta itu diduga dikerjakan asal jadi (Asjad) tanpa memperhatikan standar teknis dan keselamatan kerja.

Ketika awak media mendatangi lokasi kegiatan pada Sabtu (11/10/2025), tampak sejumlah pekerja tidak menggunakan alat pelindung diri (APD) secara lengkap, bahkan sebagian sama sekali tidak memakai perlengkapan keselamatan.
Lebih miris lagi, pada bagian pengecoran dasar bak air diduga tidak dilapisi alas kerja urugan pasir 0.05, sebagaimana mestinya. Selain itu, ditemukan indikasi penggunaan besi oplosan — campuran antara besi baru dan besi berkarat yang diduga bekas pakai.

Salah seorang pekerja yang dikonfirmasi di lokasi justru bersikap acuh dan enggan memberikan penjelasan terkait dugaan kejanggalan dalam pekerjaan tersebut.
Sementara itu, Juman, selaku Ketua Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Kalanganyar Anugrah, ketika dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp hanya menjawab singkat,

“Waalaikumsalam, Ia sah-sah saja kalau memang seperti itu. Itu kan hanya dugaan, yang namanya praduga belum tentu benar. Maaf bos, kayaknya kami tidak sopan kalau menanggapi di medsos. Untuk swadaya nanti realisasi pas pengecoran bak sama swadaya galian pipa, bos,” pungkasnya.

Pernyataan ketua KSM yang terkesan menyepelekan dugaan pelanggaran teknis dan keselamatan kerja itu sontak memantik reaksi keras dari berbagai kalangan.
Gabungan Organisasi Wartawan Indonesia (GOWI), yang di dalamnya tergabung Gabungnya Wartawan Indonesia (GWI) dan Asosiasi Wartawan Demokrasi Indonesia (AWDI) DPC Kabupaten Pandeglang, bersama Barisan Rakyat Anti Penindasan (BARA API), mengecam keras lemahnya pengawasan dan dugaan asal-asalan dalam pelaksanaan proyek tersebut.

Baca Juga:  Pemerita kecamatan Batang kuis dan Satpol PP Sapu Bersih Bangunan Liar di Batang Kuis, Kemacetan Mulai Diatasi

Ketua GWI DPC Kabupaten Pandeglang, Reynold Kurniawan, menegaskan bahwa proyek yang bersumber dari uang negara seharusnya dikerjakan dengan penuh tanggung jawab, bukan asal jadi.

“Ini uang rakyat yang dikelola untuk kepentingan masyarakat, bukan untuk dijadikan ajang coba-coba. Kami mendesak instansi terkait, khususnya pihak DPMD dan inspektorat, segera turun ke lapangan melakukan audit teknis dan administrasi atas proyek tersebut,” tegas Reynold.

Senada, Jaka Somantri, Sekretaris Jenderal AWDI DPC Kabupaten Pandeglang, menilai bahwa tindakan abai terhadap standar teknis dan keselamatan kerja tidak bisa ditolerir.

“Proyek Pamsimas ini bukan sekadar bangun bak air. Ini soal hajat hidup masyarakat untuk mendapatkan air bersih yang layak. Kalau dikerjakan asal-asalan, berarti merusak kepercayaan publik. Kami akan kawal sampai tuntas, bahkan siap melaporkan ke aparat penegak hukum jika ada indikasi penyimpangan,” ujar Jaka dengan nada tegas.

Sementara itu, Andi Irawan, aktivis BARA API, juga menyuarakan kegeramannya terhadap pelaksanaan proyek tersebut.

“Kami menduga kuat ada unsur pembiaran dari pihak pengawas. Jika benar ada penggunaan besi bekas dan pekerjaan tidak sesuai RAB, maka ini jelas pelanggaran serius. Jangan sampai rakyat yang jadi korban akibat proyek yang tidak sesuai standar,” ungkapnya.

Gabungan GOWI dan BARA API memastikan akan melayangkan surat resmi kepada Dinas DPMD dan Inspektorat Kabupaten Pandeglang untuk meminta investigasi lapangan dan audit mendalam terhadap proyek Pamsimas di Desa Kalanganyar tersebut.”(Tim/red)

Berita Terkait

Sambut HUT ke-81 TNI, Prajurit Gabungan di Manado Gelar Ziarah Nasional di TMP Kairagi
Dituduh Beli Solar Ilegal, Tokoh Masyarakat Bitung Ical Mawuntu Buka Suara dan Tunjukkan Dokumen Sah
Suhartini Pimpin Upacara Hari Kesaktian Pancasila, Pesan Persatuan Jadi Penekanan
“Prabowo Rombak Kabinet dan Polri: Suyudi Kapolri, Wahyu Hadiningrat Wakapolri”
Kenaikan Pangkat 14 Personel Kodaeral VIII, Kadispen Kolonel Laut (P) Andreas Suko Turut Resmi Naik Pangkat
Prabowo Dikabarkan Reshuffle Sejumlah Posisi Strategis, Menlu Sugiono Diisukan Masuk Daftar Reshuffle
EMPAT QANUN PRIORITAS DISETUJUI, BUPATI MONAS: PERKUAT LANDASAN PEMBANGUNAN DAN PELAYANAN KEPADA MASYARAKAT
“22 Tahun DPD RI, Hartono Tancapkan Komitmen: Suara Papua Tak Boleh Padam dari Jakarta
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 16:03

Kapolres dan Wakapolres Bitung Hadiri Peringatan Hari Kesaktian Pancasila 2026 di Dua Lokasi

Kamis, 1 Oktober 2026 - 12:58

Suhartini Pimpin Upacara Hari Kesaktian Pancasila, Pesan Persatuan Jadi Penekanan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 06:25

EMPAT QANUN PRIORITAS DISETUJUI, BUPATI MONAS: PERKUAT LANDASAN PEMBANGUNAN DAN PELAYANAN KEPADA MASYARAKAT

Kamis, 1 Oktober 2026 - 05:03

“22 Tahun DPD RI, Hartono Tancapkan Komitmen: Suara Papua Tak Boleh Padam dari Jakarta

Rabu, 30 September 2026 - 15:36

PPD 2026 Perencanaan Diuji, Asri Ludin Tambunan di Peringkat Kedua

Rabu, 30 September 2026 - 11:54

“Kasatpol PP Raja Ampat Dilaporkan ke Polda, Wartawan Serahkan Bukti Dugaan Ancaman”

Selasa, 29 September 2026 - 23:41

Rumah Data Disiapkan, bilangan Nominal Masih Terpecah

Selasa, 29 September 2026 - 15:41

BREAKING NEWS! APBD Perubahan Raja Ampat Disahkan, Mansur Shadan: Setiap Rupiah Harus Berdampak ke Rakyat

Berita Terbaru