Aksi Penolakan Vihara di Medan Deli Memanas

- Editor

Kamis, 18 September 2025 - 11:02

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

MEDAN | TribuneIndonesia.com – Suasana di Kecamatan Medan Deli mendadak mencekam. Puluhan warga Lingkungan VI, Kelurahan Titipapan, tumpah ruah ke Kantor Camat Medan Deli di Jalan Rumah Potong Hewan, Mabar, Kamis (18/09/2025). Mereka berteriak, memasang spanduk besar, dan menolak keras rencana pembangunan Vihara di kawasan Jalan KL Yos Sudarso Km 11,5.

Spanduk bertuliskan “Warga Lingkungan VI Titipapan Menolak dan Tidak Setuju dengan keras dibangunnya Vihara dan Yayasan Sosial” berkibar di depan kantor camat. Suara orasi warga menggema, memecah ketenangan siang, menebarkan suasana tegang yang menyelimuti kawasan itu.

“Sebagian memang ada yang menolak, namun ada juga sebagian yang setuju,” ujar Aditya, salah seorang warga, dengan nada getir. Namun suara mayoritas warga terdengar lantang, menolak tanpa kompromi.

Penolakan itu bukan tanpa alasan. Warga menegaskan mayoritas penduduk Lingkungan VI adalah Muslim, sementara hampir tidak ada penganut Budha di sekitar lokasi. Kekhawatiran mereka, pembangunan rumah ibadah yang luasnya mencapai tiga ribu meter itu justru akan memicu keresahan dan menimbulkan gesekan sosial. “Karena di lingkungan kami tidak ada masyarakat beragama Budha, akibatnya bisa menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan,” ujar salah seorang tokoh warga dengan nada penuh waspada.

Situasi kian panas saat warga menyinggung keputusan musyawarah pada 30 Agustus 2025 lalu. Dalam pertemuan yang dihadiri Lurah, Babinsa, Bhabinkamtibmas, kepala lingkungan, hingga pihak pembeli lahan, seluruh warga telah bersuara bulat: menolak pembangunan. Putusan itu sudah jelas, namun isu pembangunan tetap bergulir, memicu amarah warga kembali membara.

Baca Juga:  Pasca Bencana, Anggaran Setdakab Aceh Tengah Bertambah Rp4,3 Miliar, Abdan Sakura Soroti Sejumlah Pos Belanja

Kecurigaan warga semakin tajam karena lokasi rencana pembangunan Vihara berjarak hanya beberapa meter dari kompleks Bea Cukai dan dikelilingi permukiman padat. “Bayangkan saja, bangunan besar itu berdiri di tengah rumah warga. Apa tidak bikin resah? Apa tidak menimbulkan masalah?” cetus seorang warga dengan wajah tegang.

Ketegangan semakin terasa ketika warga diajak masuk ke kantor camat untuk dimediasi. Namun jawaban yang mereka terima justru membuat massa semakin gelisah. “Besok saja warga masyarakat datang kembali kemari,” ucap salah seorang aparat kepada warga, seolah menunda penyelesaian masalah.

Jawaban itu sontak menimbulkan kekecewaan. Warga keluar dari kantor camat dengan wajah geram, membawa pulang amarah yang belum reda. Situasi seakan menjadi bara yang siap meledak kapan saja.

Kini, isu penolakan pembangunan Vihara di Titipapan telah menyulut suasana panas di Medan Deli. Suara warga semakin lantang, spanduk penolakan terus berkibar, dan ketegangan sosial makin terasa, membuat publik bertanya-tanya: akankah gejolak ini segera padam, atau justru berubah menjadi api besar yang membakar kerukunan di Medan Deli?

Ilham Gondrong

Berita Terkait

Kajari Simeulue Terima Tahap II, 5 Tersangka Korupsi Jalan Simpang Air Dingin-Labuhan Bajau Rp7,6 Miliar Resmi Ditahan
Pangdam IX/Udayana Kerahkan Jajaran Tangani Dampak Cuaca Ekstrem di Sejumlah Wilayah Bali
Polemik Dokter Spesialis Anak di Raja Ampat Berujung Baik, Direktur RSUD Tekankan Profesionalitas dan Kepentingan Masyarakat
PENCURIAN TOWER XL DI TUALANG BARO TERULANG! WARGA RESAH, DIDUGA KOMPlotan PENCURI BERKELIARAN DI TENGAH MALAM
Cak Imin Sentil Kader PKB: Jangan Terlena Kekuasaan, Kuasai Media Sosial dan Hadir untuk Rakyat
Hampir Sepekan Berpolemik, Nasib Dokter Laura di RSUD Raja Ampat Temukan Titik Terang
Tragedi Senin Pagi di Gayo Lues: 22 Rumah, Mushala, dan Balai Adat Ludes Terbakar
Berita ini 28 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 19:03

Selasa, 3 November 2026 - 12:44

Polemik Dokter Spesialis Anak di Raja Ampat Berujung Baik, Direktur RSUD Tekankan Profesionalitas dan Kepentingan Masyarakat

Senin, 2 November 2026 - 10:44

Hampir Sepekan Berpolemik, Nasib Dokter Laura di RSUD Raja Ampat Temukan Titik Terang

Jumat, 30 Oktober 2026 - 05:59

Surat Pembatalan Tugas dr. Laura Belum Dijawab Bupati, Dokter Tetap Layani Pasien Anak

Kamis, 29 Oktober 2026 - 13:51

Surat Pembatalan Penugasan dr. Laura Belum Jelas, Pemkab Raja Ampat Belum Beri Kepastian

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:43

Polemik Penugasan dr. Laura Christanty: Antara Dasar Hukum dan Keberlanjutan Layanan RSUD Waisai

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:39

FKPPI Temui Asri Ludin, Dukungan Organisasi Diuji Program

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 12:44

Hadir di Raker KBK Keuskupan Manado, Wali Kota Bitung Dorong Kesiapan Tuan Rumah Pertemuan Raya

Berita Terbaru

Pemerintahan dan Berita Daerah

Dinas Sosial Langsa Turun Langsung, Berikan Perhatian dan Bantuan kepada Ibu Nur Asiah

Selasa, 3 Nov 2026 - 19:10

Agama

Selasa, 3 Nov 2026 - 19:03

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x