Ketua DPRA Zulfadli Tuai Kontroversi, Usul Pemisahan Aceh dari Pusat

- Editor

Rabu, 3 September 2025 - 03:36

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banda Aceh | TRIBUNEIndonesia.com

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Zulfadli, kembali menjadi sorotan publik setelah mengeluarkan pernyataan kontroversial dalam audiensi dengan mahasiswa yang berunjuk rasa di Gedung DPRA, Banda Aceh, Senin (2/9/2025).

Dalam forum tersebut, Zulfadli secara terbuka meminta agar dimasukkan poin baru dalam daftar tuntutan mahasiswa, yaitu pemisahan Aceh dari Pemerintah Pusat. Ia bahkan menyatakan siap menandatangani jika poin itu ditambahkan ke dalam pernyataan sikap demonstran.

“Ataupun minta poin satu lagi. Pisah saja Aceh dari pusat. Kau tulis saja biar ku teken,” ucap Zulfadli, sembari menyodorkan lembar tuntutan kepada massa aksi.

Pernyataan itu sontak disambut sorak-sorai mahasiswa yang memenuhi ruang sidang utama DPRA. Namun, pernyataan tersebut juga menimbulkan reaksi keras dari sejumlah pihak yang menilai sikap Ketua DPRA tidak profesional dan dapat memicu kontroversi baru.

Tak hanya soal pemisahan, Zulfadli juga menyatakan penolakannya terhadap rencana penambahan satu batalyon baru di Aceh. Menurutnya, kebijakan itu bertentangan dengan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh (UUPA).

“Tolak penambahan batalyon di Aceh. Ini bertentangan dengan UUPA,” tegas Zulfadli. Ucapannya kembali memancing riuh dukungan dari para mahasiswa.

Bahkan, dalam kesempatan itu, politisi Partai Aceh tersebut sempat meneriakkan kata “merdeka”. Aksi spontan itu semakin memperkuat pandangan bahwa Zulfadli kerap melontarkan pernyataan sensasional yang menuai pro dan kontra di tengah publik.

Sejauh ini, Zulfadli memang dikenal sering mengeluarkan pernyataan keras yang menarik perhatian. Beberapa kali ia membuat langkah politik yang memicu perdebatan, baik di internal DPRA maupun di ruang publik.

Baca Juga:  Desa Snb Baro Memanas Warga Tuntut Transparansi Penyaluran BLT dan Dana Desa

Ketua KAKI Aceh Muamar Saputra menilai pernyataan Ketua DPRA kali ini berpotensi menimbulkan kegaduhan serius. “Seorang Ketua DPRA mestinya menjaga marwah institusi. Apa yang disampaikan Zulfadli jelas di luar kapasitas kelembagaan dan bisa menimbulkan persepsi buruk terhadap DPRA,” katanya.

Ia menambahkan, ucapan yang mengarah pada pemisahan Aceh dari pusat bisa memicu ketegangan politik antara Jakarta dan Banda Aceh. “Apalagi disampaikan di forum resmi dan di hadapan massa aksi, dampaknya bisa lebih luas,” tambahnya.

Di sisi lain, sejumlah mahasiswa menilai Zulfadli telah menunjukkan keberpihakan terhadap aspirasi rakyat Aceh. Bagi mereka, pernyataan itu merupakan simbol dukungan moral meski berisiko menimbulkan polemik di tingkat nasional.

Respons publik pun terbelah. Di media sosial, banyak warganet mengecam sikap Zulfadli sebagai tindakan tidak pantas dari seorang pejabat publik. Namun, ada pula yang mengapresiasi keberaniannya menyuarakan isu yang selama ini dianggap tabu.

Hingga kini, belum ada tanggapan resmi dari pemerintah pusat mengenai pernyataan kontroversial Ketua DPRA tersebut. Namun, sejumlah tokoh masyarakat Aceh menyerukan agar Zulfadli segera memberikan klarifikasi untuk mencegah situasi politik semakin memanas.

Situasi di Banda Aceh sendiri masih kondusif pascaaksi demo mahasiswa. Meski demikian, publik menilai ucapan Zulfadli telah membuka babak baru perdebatan tentang hubungan Aceh dan Pemerintah Pusat yang rentan menimbulkan gejolak politik. (Cp)

Berita Terkait

Puluhan Titik Api Kepung Waisai, Empat Pulau Besar Raja Ampat Mulai Terancam Kebakaran
Tambah Prodi Unggul, S1 Ekonomi Syariah UIA Raih Akreditasi LAMEMBA 2026
Api Turun ke Tebing, Tim Gabungan Terkendala Alat! Kebakaran Lonobi Sulit Dijangkau
Bantuan Perlengkapan Sekolah Dari Program Bhayangkari Peduli Disalurkan.
Ribuan Jamaah Hadiri Haul Habib Bugak Bireuen dan Santuni puluhan Anak Yatim
Aiyub NSS Grong-Grong Apresiasi Wasit Perempuan Siti Syawaliah di Grand Final PSG Cup ke-30
BREAKING NEWS! Api Lahap Tebing Lonobi, BPBD–Polres Raja Ampat Turun Langsung, Medan Ekstrem Jadi Kendala
Dua Jalan Jembatan Darurat Mbarung Dan Natam Putus Dua Kecamatan Terisolir
Berita ini 278 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 18:38

Puluhan Titik Api Kepung Waisai, Empat Pulau Besar Raja Ampat Mulai Terancam Kebakaran

Minggu, 27 September 2026 - 15:21

Bantuan Perlengkapan Sekolah Dari Program Bhayangkari Peduli Disalurkan.

Minggu, 27 September 2026 - 11:13

Viral Soal Lapas Cibinong, “Ombudsman Offside, Mereka Bukan Penyidik Lakukan Penggerebekan

Minggu, 27 September 2026 - 04:48

Carles Imbir Ajak Rakyat Raja Ampat Kawal DPRK: Pastikan Berjalan Sesuai Aturan dan Aspirasi

Minggu, 27 September 2026 - 01:29

Panggil BKPSDM Soal IPDN Dipertanyakan, Warga: Jangan Salah Sasaran!

Sabtu, 26 September 2026 - 16:34

Ketua DPRK Raja Ampat Tegaskan APBD Perubahan 2026 Harus Tepat Sasaran

Sabtu, 26 September 2026 - 15:56

Pengawasan APIP Ungkap Temuan Rp2,17 Miliar pada 8 Desa Dalam Kabupaten Simeulue

Sabtu, 26 September 2026 - 10:53

Konten Diduga Singgung Agama, Ketua DPP GRPK Laporkan Akun TikTok ke Polda Sumut

Berita Terbaru

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x