Gus Muhaimin Buka Konferensi Internasional Transformasi Pesantren

- Editor

Rabu, 25 Juni 2025 - 03:35

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

P

Gus Muhaimin Buka Konferensi Internasional Transformasi Pesantren

JAKARTA – Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdul Muhaimin Iskandar (Gus Muhaimin), secara resmi membuka International Conference on Transformation of Pesantren (ICTP) atau Konferensi Internasional untuk Transformasi Pesantren, di Grand Sahid Jaya Hotel, Jakarta, Selasa (24/6/2025) malam.

ICTP adalah konferensi internasional yang diselenggarakan oleh PKB untuk membahas transformasi pesantren. Konferensi ini akan membahas berbagai aspek pendidikan pesantren, termasuk kurikulum, metode pembelajaran, dan peran pesantren dalam menghadapi tantangan global dan kemiskinan. Konferensi ini berlangsung selama tiga hari, Selasa-Kamis 24-26 Juni 2025.

Beberapa poin penting dari konferensi ini adalah, transformasi Pesantren.
Konferensi ini bertujuan untuk mengevaluasi dan mentransformasi sistem pendidikan pesantren agar lebih relevan dengan tantangan zaman.

Dalam ICTF ini juga membahas peran strategis pesantren dalam memutus rantai kemiskinan dan berkontribusi pada pembangunan bangsa.

Gus Imin menegaskan, bahwa pesantren memiliki tiga keunggulan utama yaitu penanaman nilai agama yang kuat serta motivasi menuntut ilmu secara mendalam, baik ilmu agama maupun umum dan kemampuan bertahan dalam keterbatasan, sekaligus menjadi solusi pendidikan bagi masyarakat ekonomi lemah.

“Dari sekitar 39.000 pesantren di Indonesia, hampir 50% memberikan pendidikan gratis. Ini bukti pesantren berperan besar dalam memutus siklus kemiskinan,” ujarnya.

Menghadapi pesatnya perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan, Gus Imin menekankan pentingnya revolusi sistem pesantren, mulai dari kurikulum, metodologi, hingga pendekatan pembelajaran.

Baca Juga:  Bupati Rijanto Apresiasi Pembagian 200 Becak Listrik Dari Presiden Prabowo

“Pesantren harus beradaptasi dengan STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, Mathematics) dan kebutuhan industri, tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman,” tegasnya.

Beberapa agenda utama meliputi, Keynote speech dari Menteri Agama dan Menteri Pendidikan. Simposium dengan pembicara seperti Prof. K.H. Said Aqil Siraj, Prof. Stella Kristi (Wamen Pendidikan), serta akademisi dari Turki, Mesir, dan Finlandia.

PKB menggandeng pelaku industri seperti Toyota dan Huawei untuk menciptakan “pesantren skill” yang menyiapkan santri memasuki dunia kerja.

“Kita akan buat pilot project pesantren dengan kurikulum berbasis industri. Misalnya, pesantren otomotif bekerja sama dengan Toyota, atau pesantren IT dengan Huawei,” jelas Gus Imin.

Dalam kesempaten tersebut, Gus Imin mengakui masih ada paradigma tradisional di kalangan pengasuh pesantren yang menganggap “rezeki sudah diatur Tuhan” tanpa upaya maksimal. “Ini yang harus kita ubah. Santri harus dipersiapkan dengan skill kompetitif,” terangnya.

Konferensi yang diikuti oleh ratusan pesantren dari dalam dan luar negeri ini, diharapkan menghasilkan rekomendasi kebijakan untuk pemerintah dan pesantren, termasuk revisi UU Pendidikan dan UU Pesantren, agar lulusannya mampu bersaing di era digital.

“Pesantren harus berubah, jika tidak, kita akan ketinggalan kereta,” harap Gus Muhaimin. (*)

Berita Terkait

Addressing the Geopolitical Crisis Involving the Middle East and Saudi Arabia: Here Is the Official Statement from the King of Morocco
Tim Sepak Bola Kecamatan Kota Juang berhasil Final Piala Bupati Bireuen
Cegah Penyalahgunaan Medsos, Judol dan Pinjol, Propam Polres Bireuen Sidak HP Personel
BREAKING NEWS! APBD Perubahan Raja Ampat Disahkan, Mansur Shadan: Setiap Rupiah Harus Berdampak ke Rakyat
Dibantah Kepala Satpol PP, Endi Tetap Bawa Dugaan Ancaman Wartawan ke Polda PBD”.
UBHARA JAYA RAYAKAN DIES NATALIS KE-31, 497 LULUSAN DILANTIK  
GEGER! Kantor Desa Paya Metah Karang Baru Diduga Numpang di Rumah Pribadi Datok, Dana Sewa Kemana?
Eks GAM Denmark: Aceh Harus Melegalisasi Izin Tambang Emas Rakyat
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 01:47

Addressing the Geopolitical Crisis Involving the Middle East and Saudi Arabia: Here Is the Official Statement from the King of Morocco

Rabu, 30 September 2026 - 01:42

Tim Sepak Bola Kecamatan Kota Juang berhasil Final Piala Bupati Bireuen

Rabu, 30 September 2026 - 01:13

Sambut Hari Jadi Ke-24 Propam Polri, Propam Polres Bireuen Salurkan Bantuan Sosial kepada Masyarakat Kurang Mampu

Rabu, 30 September 2026 - 01:11

Cegah Penyalahgunaan Medsos, Judol dan Pinjol, Propam Polres Bireuen Sidak HP Personel

Selasa, 29 September 2026 - 23:41

Rumah Data Disiapkan, bilangan Nominal Masih Terpecah

Selasa, 29 September 2026 - 14:55

Kodaeral VIII dan Tim Gabungan Gagalkan Penyelundupan 6,75 Ton Sianida Ilegal di Tiga Wilayah

Selasa, 29 September 2026 - 13:57

Dibantah Kepala Satpol PP, Endi Tetap Bawa Dugaan Ancaman Wartawan ke Polda PBD”.

Selasa, 29 September 2026 - 13:34

Target Pendapatan Naik, Saparuda IB Soroti Kemampuan Keuangan RSUD Datu Beru

Berita Terbaru

Pemerintahan dan Berita Daerah

Rumah Data Disiapkan, bilangan Nominal Masih Terpecah

Selasa, 29 Sep 2026 - 23:41

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x