Komite Anti Korupsi Indonesia Desak Pemerintah Aceh Copot Direktur RSUDZA

- Editor

Sabtu, 31 Mei 2025 - 14:16

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banda Aceh | TribuneIndonesia.com

Komite Anti Korupsi Indonesia (KAKI) mendesak Pemerintah Aceh untuk segera mencopot Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin (RSUDZA), Dr. Isra Firmansyah, Sp.A. Desakan ini muncul menyusul laporan masyarakat terkait buruknya pelayanan rumah sakit milik pemerintah tersebut, terutama terhadap pasien yang diduga ditelantarkan karena ketiadaan fasilitas operasi.

Ketua KAKI, Muamar, saat ditemui sejumlah awak media di Banda Aceh, Sabtu (31/05/25), menyatakan keprihatinannya terhadap kemunduran yang terjadi di RSUDZA, terutama dalam hal kesiapan alat medis penting untuk penanganan darurat.

 “Kami sangat menyayangkan kondisi ini. RSUDZA adalah rumah sakit rujukan utama di Aceh, namun justru tidak memiliki alat operasi untuk penanganan ortopedi. Ini sangat mengkhawatirkan dan memalukan,” ujar Muamar.

Ia mencontohkan salah satu kasus yang terjadi belum lama ini, di mana seorang pasien yang mengalami cedera tulang akibat kecelakaan tidak mendapatkan tindakan medis yang semestinya. Pasien tersebut justru diminta pulang karena rumah sakit tidak memiliki alat operasi untuk menangani kasus ortopedi.

 “Ini bukan hanya masalah teknis, tapi soal nyawa. Ketika rumah sakit rujukan utama tidak mampu menangani kasus seperti itu, kita patut mempertanyakan ke mana arah manajemen rumah sakit saat ini,” tegas Muamar.

Menurut KAKI, kondisi ini menunjukkan kegagalan manajemen dalam mengatur prioritas pengadaan fasilitas. Muamar menyebut bahwa anggaran seharusnya difokuskan pada penyediaan alat kesehatan dan obat-obatan, bukan semata pada rehabilitasi gedung yang terkesan mementingkan proyek fisik.

 “Pembangunan gedung memang penting, tapi tidak lebih penting dari kesiapan alat medis. Jangan sampai kebijakan rumah sakit justru mengarah pada indikasi memperkaya oknum tertentu, sementara pasien menderita,” katanya.

Selain soal layanan medis, KAKI juga menyoroti persoalan lain, seperti dugaan tunggakan utang rumah sakit kepada pihak ketiga yang belum diselesaikan. Hal ini dinilai sebagai cerminan dari lemahnya tata kelola keuangan RSUDZA di bawah kepemimpinan saat ini.

“Jika pelayanan buruk, fasilitas minim, dan utang menumpuk, maka ini bukti nyata kegagalan manajemen. Untuk itu, kami mendesak Pemerintah Aceh dan DPRA agar segera mencopot Dr. Isra Firmansyah dari jabatannya sebagai direktur RSUDZA,” pungkas Muamar.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak RSUDZA belum memberikan tanggapan resmi atas tudingan tersebut. Tim redaksi juga telah mencoba menghubungi Dr. Isra Firmansyah, Sp.A. melalui pesan WhatsApp, namun meskipun nomor aktif, belum ada respons yang diberikan.

Baca Juga:  Wakil Walikota Bitung Pimpin Rapat Persiapan Penilaian Kota Sehat 2025

Redaksi

Berita Terkait

Manuver Politik di Tengah Krisis: Analisis Reputasi Ruslan Daud dalam Pemulihan Pascabencana Bireuen
Warga Tualang Baro Butuh Pemimpin Transparan demi Percepatan Perubahan Desa
P2BMI Desak Usut Dugaan Rangkap Jabatan Kadus Sena
Ratusan Warga Aceh Tamiang Protes Status TMK, Desak Audit Ulang Data Korban Banjir
Ruas Tol Terbanggi Besar–Pematang Panggang–Kayu Agung Ditutup Sementara Mulai 9 Februari 2026
Selamat memperingati Hari Pers Nasional 2026
ACEH Polri terus menunjukkan komitmennya dalam memberikan pengabdian terbaik kepada masyarakat
Deli Serdang Teguhkan Syiar Islam dan Semangat Kebersamaan
Berita ini 139 kali dibaca
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments

Berita Terkait

Senin, 9 Februari 2026 - 15:18

Deklarasi Pers Nasional 2026 Tegaskan Penolakan terhadap Kriminalisasi Jurnalis

Senin, 9 Februari 2026 - 13:14

PTUN Jakarta Tegaskan Gugatan Kubu Murjoko Gugur, Legalitas PSHT di Bawah Kepemimpinan Taufiq Tak Terbantahkan

Senin, 9 Februari 2026 - 12:35

​KPK Bongkar Skandal Jalur Merah Bea Cukai, Direktur P2 dan Lima Orang Ditetapkan Tersangka

Senin, 9 Februari 2026 - 08:32

Ketua DPC Demokrat Bireuen : H. T. Ibrahim Kader yang Tumbuh dari Bawah dan Loyal terhadap Partai

Senin, 9 Februari 2026 - 06:55

Jejak Sejarah, Menelusuri Akar Kelahiran Hari Pers Nasional

Senin, 9 Februari 2026 - 02:27

Wagub Aceh Ambil Alih Kendali, Polemik Huntara Bireuen Resmi Diakhiri

Senin, 9 Februari 2026 - 01:58

​Jaga Kondusivitas Wilayah, Tim PANTERA Polsek Matuari Sambangi Markas Manguni Muda

Minggu, 8 Februari 2026 - 11:56

Polemik Aksi PSHT Di Madiun Membuka Mata Publik, Negara Diam Kebenaran Berbicara

Berita Terbaru

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x