DPRD Medan: Aksi Tawuran di Belawan, Dicurigai Adanya Campur Tangan

- Editor

Selasa, 6 Mei 2025 - 14:48

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MEDAN | TribuneIndonesia.com

Wakil Ketua Komisi I DPRD Medan Muslim Harahap minta kepada pemangku kepentingan terutama pihak aparat hukum mewaspadai campur tangan pihak ke tiga dalam aksi kerusuhaan tawuraan di Belawan. Aksi tawuran kerap terjadi patut dicurigai ada pihak yang memelihara atau mendanai.

“Jangan jangan ada ‘bandar’ yang selalu mendanai maka aksi tawuran berlarut larut dan menginginkan berkelanjutan,” cetus Muslim Harahap (foto) tanpa memperjelas bandar apa kepada wartawan, ketika dihubungi Selasa (6/5/2025) menyikapi persoalan tawuran di daerah Medan Belawan yang sudah berlarut larut.

Disampaikan Muslim, kemungkinan saja aksi tawuran dipelihara oknum untuk pengalihan issu agar bandar leluasa memasukkan barang melalui sejumlah titik pelabuhan di wilayah Medan Utara.

Baca Juga:  100 Hari Kerja Penuh Aksi! Bupati dan Wakil Bupati Deli Serdang Hadirkan Program Unggulan untuk Rakyat

Untuk itu pihak Kepolisian agar jelimat menyikapi kondisi sebenarnya dalam upaya meredam aksi tawuran berkelanjutan.

Untuk itu ke depannya tidak terulang lagi asksi tawuran, Muslim mengusulkan pihak keamanan terutama Polisi membangun kerjasama dengan Kepling serta tokoh masyarakat. “Bila terjadi hal yang mencurigakan dengan adanya orang berkumpul di tengah masyarakat. Kepling harus segera melaporkan ke Polisi. Dan Polisi harus bersikap tegas,” pinta Muslim yang duduk di Komisi membidangi keamanan itu.

Dilanjutkan Muslim lagi, peran Kepling sangat penting mensiasati gelagat warganya. “Kepling pasti tahu perilaku warganya dan aktivitasnya,” sebut Muslim Harahap asal Politisi Partai Demokrat itu.

Berita Terkait

Polemik Dana Desa Kaya Pangur Kian Memanas, Dugaan Penyimpangan Disorot, Mantan Pj Kades Buka Suara
Proyek Negara atau Tambang Liar? Alat Berat Keruk Sungai di Ketambe
Alat Berat Serbu Sungai, Proyek Rp17,9 Miliar di Aceh Tenggara Disorot; LSM Desak Aparat Pusat Hentikan Pekerjaan
*PEMBANGUNAN KOPERASI MERAH PUTIH DI ACEH UTARA TERBENGKALAI, WARGA SOROTI KONTRAKTOR DAN MINIMNYA TRANSPARANSI*
SIARAN PERS RESMI LEMBAGA KOMANDO GARUDA SAKTI ALIANSI INDONESIA (LKGSAI)
Proyek Bronjong Diduga Gunakan Batu Sungai Ilegal, Kontraktor Terancam Pidana hingga Rp100 Miliar
Percikan Api di Teras Rumah Picu Kebakaran Hebat di Perbaungan, Dua Unit Hangus, Kerugian Ditaksir Rp500 Juta
DINSOS ACEH SAMBUT KUNJUNGAN BUPATI ACEH TENGGARA, PERKUAT SINERGI BANTUAN SOSIAL DAN KESIAPSIAGAAN BENCANA
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 04:57

Polemik Dana Desa Kaya Pangur Kian Memanas, Dugaan Penyimpangan Disorot, Mantan Pj Kades Buka Suara

Minggu, 19 April 2026 - 04:26

Proyek Negara atau Tambang Liar? Alat Berat Keruk Sungai di Ketambe

Minggu, 19 April 2026 - 03:48

Alat Berat Serbu Sungai, Proyek Rp17,9 Miliar di Aceh Tenggara Disorot; LSM Desak Aparat Pusat Hentikan Pekerjaan

Minggu, 19 April 2026 - 02:51

SIARAN PERS RESMI LEMBAGA KOMANDO GARUDA SAKTI ALIANSI INDONESIA (LKGSAI)

Minggu, 19 April 2026 - 02:23

Proyek Bronjong Diduga Gunakan Batu Sungai Ilegal, Kontraktor Terancam Pidana hingga Rp100 Miliar

Sabtu, 18 April 2026 - 16:53

Lagi Lagi “Hewan Ternak Berkeliaran Di Tengah Kota Sinabang Perlu Ketegasan Pada Aspek Penegakan Qanun dan Peraturan Terkait HewanTernak”

Sabtu, 18 April 2026 - 16:51

Dana Rp118,9 Miliar Telah Ditransfer Sejak 12 Februari 2026, Bantuan Banjir Aceh Timur Masih Tersendat: Apa yang Terjadi?

Sabtu, 18 April 2026 - 09:01

Perluas Jangkauan, NSC Siapkan Empat Cabang Baru di Pidie dan Pidie Jaya

Berita Terbaru

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x