OPINI : Istilah Wartawan Karbitan, “Hindari”

- Editor

Senin, 28 April 2025 - 07:12

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : Ilustrasi Profesi Jurnalistik

Oleh : Chaidir Toweren

Tribuneindonesia.com

Diera digitalisasi saat ini, informasi bisa datang cepat dan lebih banyak. Dimana sebuah kemajuan yang seharusnya berdampak positif, karena sebuah informasi dapat diakses dengan mudah terkadang menghasilkan sebuah informasi yang tidak baik.

Ibarat dua sisi mata pisau, dibalik manfaatnya, mudahnya informasi dan cepat tersampaikan, terdapat juga sisi negatif bermunculan dan fenomena ini ada sebahagian yang mengatakan diakibatkan adanya oknum wartawan karbitan.

Coba bayangkan, satu hari setiap seseorang yang berprofesi seorang wartawan harus membuat tulisan minimal 5 paragraf, atau minimal 300 kata bahkan lebih. Kita bisa bayangkan betapa kocar-kacirnya seseorang memenuhi kata tersebut bila tidak di bekali ilmu, pelatihan dan pengalaman.

Salah seorang ahli komunikasi menyatakan dalam sebuah tulisannya, seorang oknum wartawan karbitan biasanya membangun sebuah narasi dalam upaya untuk menarik perhatian pembaca terhadap apa yang ia sampaikan, bahkan mereka terkadang menggunakan framing yang khas untuk menyajikan sebuah informasi yang akan di sampaikan. Agar publik terbawa kedalam sebuah informasi yang disampaikan.

Banyak yang salah menafsirkan tugas utama seorang wartawan. Dimana semua orang tahu bahwa tugas utama wartawan adalah mencari, mengumpulkan, menulis, mengolah dan menyampaikan kepada publik. Tetapi bila dijabarkan tugas yang dianggap mudah dan gampang tersebut ternyata tidak.

Dimana sebuah proses yang dilalui dalam mengumpulkan sebuah informasi harus melalui beberapa langkah seperti, wartawan harus mencari informasi dari berbagai sumber, seperti wawancara, riset dan observasi, kecuali untuk sebuah berita penting yang mendesak atau yang lebih kita kenal dengan breaking news.

Menurut Ahmad Yani penulis wartawan Harian Sore “Surabaya Post” Alumni Sekolah Tinggi Publisistik Jakarta, yang dipublikasikan pada media Radar Malang (Jawa Post). Seorang wartawan itu dilahirkan butuh proses dan makan waktu. Bukan hasil karbitan. Tidak instan, sarjana sekalipun dan berbekal disiplin ilmu apapun.

Ia berpendapat bahwa wartawan adalah pekerja intelektual. Itulah aksioma idealnya seorang wartawan. Dimana ia tidak boleh berhenti mendidik diri sendiri, berapa pun usianya, tidak menjadi soal. Bahkan beliau menjelaskan seorang wartawan baru berhenti belajar sampai Tuhan Yang Maha Esa memberi gelar tertinggi Amarhum atau almarhumah.

Baca Juga:  Konflik Internal DPRK Langsa, Ibarat Perang Kekuasaan VS Kekuatan

Dimana seorang wartawan memiliki syarat utama harus memiliki pengetahuan yang luas, tidak hanya cukup berbekal ilmu disiplin, mengikuti pelatihan ataupun diklat. Karena seorang wartawan juga dituntut harus mampu memahami keberadaannya disuatu tempat dalam situasi dan kondisi apapun. Dan juga wajib mampu berinteraksi ditengah-tengah masyarakat dalam kasta apapun. Berkemampuan memahami apapun dan siapa pun dengan pola pikir, pola sikap dan pola tindak yang baik dan benar.

Untuk itu demi menjaga Marwah wartawan dan menjaga serta mengantisipasi gerakan wartawan karbitan yang jelas-jelas berpotensi merusak Marwah wartawan, perlu adanya kesadaran kolektif bersama-sama di jagat jurnalistik. Intinya meningkatkan kualitas diri sebagai wartawan merupakan salah satu gerakan antisipasi yang mampu kita lakukan secara pribadi.

Penulis merasa yakin dengan apa yang telah penulis adobsi dari salah satu penulis di atas. Dimana didalam dunia jurnalistik tidak ada batasan ilmu yang di raih, tidak ada tenggang usia untuk mengakhiri keingin tahuan seseorang, karena zaman terus melakukan perubahan, dimana kita juga harus terus mengikuti agar profesi yang secara garis besar adalah sebuah profesi intelektual tidak mudah dirusak oleh yang namanya karbitan.

Tulisan ini sebagai referensi penulis sendiri agar tidak merasa jenuh dan berhenti dalam mencari pengetahuan terkait profesi yang penulis ingin jalani. Tidak ada istilah sudah, kedepan hanya ada kata mau dan terus belajar sampai akhir hayat dan semoga juga dapat memotivasi rekan-rekan lainnya. Agar tidak mudah puas dan jumawa terhadap apa yang telah dicapai hari ini.

Penulis : Lulusan ilmu manajemen dan sedang menyelesaikan studi ilmu Hukum Ekonomi Syariah, serta telah mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW) dan Sertifikasi Kompetensi Wartawan (SKW)

Berita Terkait

Dugaan Korupsi Mengemuka, Tersangka Tak Kunjung Ada: Ketua LKGSAI Saidul Angkat Bicara
Angkat Bicara, Anggota LSM KPK RI Saidul Amran: “Kalau Dugaan Penyimpangan Terus Bermunculan Tapi Tak Ada Respons, Publik Berhak Curiga Ada yang Salah”
Jadup Bukan Sulap: Jangan Politisasi Perjuangan, Beri Kesempatan Jeffry Sentana Bekerja
Negara ikut Melegalkan Korupsi melalui Metode Tender Epurchasing, Ekatalog untuk Pengadaan Barang dan Mini Kompetisi untuk pekerjaan Konstruksi.
 HIDUP KITA DITENTUKAN OLEH PERKATAAN TUHAN, BUKAN OLEH PERKATAAN MANUSIA 
Lebih Baik Seperti Anjing Gila daripada Seperti Anjing Mati
Arief Martha Rahadyan: Demokrasi Sehat Bertumpu pada Pers yang Berintegritas
Berita ini 116 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 16 Juni 2026 - 15:39

​AKBP Albert Zai Turun Lapangan, Semarak Kapolres Cup Bitung Makin Sengit

Selasa, 16 Juni 2026 - 04:41

Kilas Balik Sejarah: Mengapa 1 Muharram Menjadi Awal Tahun Baru Islam?

Selasa, 16 Juni 2026 - 04:07

Tampil Produktif, Penyerang RR FC Daniel Hendatu Raih Top Scorer Youth Kampis Cup 2026

Selasa, 16 Juni 2026 - 03:39

​Lewat Ucapan Selamat 1 Muharram, Pemkot Bitung Gaungkan Jargon “Hijrah untuk Berbenah”

Selasa, 16 Juni 2026 - 01:23

​Hujan Lebat Picu Bencana di Sejumlah Kelurahan, Plt Kalakas BPBD Bitung Turun Lapangan

Selasa, 16 Juni 2026 - 00:54

​Borong Penghargaan di HKG ke-54 Sulut, TP-PKK Kota Bitung Ukir Prestasi Gemilang

Selasa, 16 Juni 2026 - 00:29

Khidmat dan Syahdu, Ratusan Jemaah Masjid Al Muttaqien Bitung Sambut Tahun Baru 1 Muharram 1448 H

Senin, 15 Juni 2026 - 13:17

Peringati 1 Muharram 1448 H,Wabup Bireuen Ajak Masyarakat Jadikan Hijrah Momentum Muhasabah Diri

Berita Terbaru

Pemerintahan dan Berita Daerah

Deli Serdang Sukses Dukung Pembukaan MTQ Sumut 2026 di Astaka Pancing

Selasa, 16 Jun 2026 - 13:28

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x