Polisi Buru Pelaku Penganiayaan di Aertembaga, Korban Luka Tusuk di Perut

- Editor

Minggu, 13 April 2025 - 09:13

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Bitung, Sulut | Tribuneindonesia.com

Polres Bitung saat ini sedang memburu pelaku penganiayaan dengan senjata tajam yang terjadi di Kelurahan Aertembaga Satu, Kecamatan Aertembaga, pada Minggu (13/4/25) sekitar pukul 04.27 Wita. Korban penganiayaan adalah Ovan Paparang (38), warga Kelurahan Bitung Timur, Kecamatan Maesa.

Menurut informasi yang berhasil dirangkum di lapangan, korban dianiaya oleh orang yang tidak dikenal dengan menggunakan senjata tajam dan memakai pakaian jaket hoodie di salah satu parkiran hotel. Pelaku tiba-tiba turun dari sepeda motor dan langsung menganiaya korban.

Kapolsek Aertembaga, Iptu Tuegeh D Darus S.Sos, membenarkan kejadian tersebut dan menyatakan bahwa pihaknya sudah mengantongi ciri-ciri pelaku. Saat ini, polisi sedang melakukan pengejaran terhadap pelaku.

Selain itu, Kapolsek Aertembaga belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut tentang motif penganiayaan tersebut. Namun, ia menyatakan bahwa pihaknya masih melakukan pendalaman dan menunggu perkembangan lebih lanjut.

Baca Juga:  Pembunuhan di Bitung: Polisi Ungkap Kronologis Kejadian dan Penangkapan Pelaku

“Masih pendalaman. Tunggu saja, pasti akan terungkap. Di tempat kejadian kami mendapatkan banyak petunjuk pelaku. Termasuk STNK motor dan CCTV,” tegasnya.

Diketahui, Korban penganiayaan, Ovan Paparang (38), mengalami luka tusuk di bagian perut kanan dan saat ini sedang dilakukan perawatan di Rumah Sakit Umum Prof. Kandou Manado.

Polres Bitung saat ini sedang bekerja keras untuk menangkap pelaku penganiayaan dengan senjata tajam tersebut.

Dengan adanya petunjuk dan bukti yang ditemukan di tempat kejadian, diharapkan pelaku dapat segera ditangkap dan kasus ini dapat terungkap. (Kiti)

Berita Terkait

Polisi Ringkus Terduga Pelaku Pencurian Kabel PT Mark Dynamics di Tanjung Morawa
ANTISIPASI KECELAKAAN DAN PELANGGARAN LALU LINTAS, POLRES BIREUEN GELAR PATROLI DAN PAM DI JEMBATAN KUTA BLANG
Masyarakat Raja Ampat Kecam Dugaan Penangkapan Penyu oleh WNA Menggunakan Senapan
​Jaga Kondusifitas Kota Bitung, Kapolres Rangkul Pengurus Kerukunan Keluarga Jawa
Tiket Sorong–Waisai Diduga Dikenai Tambahan Rp12 Ribu, DPRK Raja Ampat Didesak Memanggil Pengelola
Polres Bireuen Tingkatkan Ilmu Kehumasan Polri 
Keluarga Sawoy Bongkar Riwayat Pengakuan Richard: “Sudah Diangkat Sejak 2009, Bukan Karena IPDN”
“DDS Tahap I 2025, Rehab Jembatan Wejim Timur Baru Dikerjakan 2026: Warga Minta Inspektorat Turun!”
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 11:35

Kapolres Bitung Pimpin Mediasi Perselisihan Kep Anto vs Ical-Mario Mamuntu, Sepakat Berakhir Damai

Rabu, 16 September 2026 - 09:24

Kantor Polsubsektor Percut Sei Tuan di Simpang Pasar 10 Tembung Diduga Kerap Kosong, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Rabu, 16 September 2026 - 08:56

RSUD Waisai Hadirkan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah, Perkuat Layanan Kesehatan di Raja Ampat

Rabu, 16 September 2026 - 04:58

Iskandar DPRA Desak Usut Tuntas Bom Ikan di Simeulue: “Pengawasan Laut Harga Mati!”

Rabu, 16 September 2026 - 00:10

IKL SPPG dan Pintu yang Ditutup

Selasa, 15 September 2026 - 16:24

Solidaritas Tanpa Batas: Paguyuban Teupah Timur Pulangkan Jenazah Warga Simeulue yang Tertahan di Banda Aceh

Selasa, 15 September 2026 - 15:16

Kedepankan Dialog Humanis, AKBP Arie Sulistyo Berhasil Damai Pertikaian Warga di Pasar Tua

Selasa, 15 September 2026 - 13:51

Pembayaran Asrama Mahasiswa Raja Ampat di Manado, Jogja dan Manokwari  segera di bayar Pertengahan September

Berita Terbaru

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x