JAKARTA_Tribuneindonesia.com
Langkah pemerintah memperkuat pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) mendapat respons positif dari Arief Martha Rahadyan
Saya menyambut positif langkah pemerintah memperkuat MBG di wilayah 3T. Justru di daerah yang sulit dijangkau, kehadiran negara semakin terasa.
Program tersebut merupakan langkah strategis karena persoalan gizi tidak boleh hanya menjadi perhatian di wilayah perkotaan atau daerah yang relatif mudah dijangkau,”ujarnya.
Sebelumnya,Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan meminta agar pelaksanaan MBG lebih difokuskan ke wilayah 3T, termasuk daerah dengan angka stunting tinggi, dan pemerintah telah mengarahkan sekitar 1.700 SPPG ke wilayah prioritas tersebut.
Arief mengapresiasi perhatian pemerintah terhadap wilayah seperti Papua, Maluku, Nusa Tenggara Timur, Nias dan daerah lain yang menghadapi tantangan geografis maupun persoalan stunting.
Arief mengingatkan agar perluasan MBG ke wilayah 3T tetap disertai pengawasan ketat terhadap kualitas makanan, standar gizi, keamanan pangan, serta ketepatan penerima manfaat. Kita ingin MBG hadir dengan makanan yang bergizi, aman, tepat sasaran,” ungkapnya.
Arief juga mendorong keterlibatan masyarakat lokal dalam rantai pasok agar program tersebut sekaligus membuka peluang ekonomi bagi petani, nelayan, peternak, UMKM dan pelaku usaha pangan daerah.
Kebijakan penguatan MBG di wilayah 3T menjadi bukti nyata bahwa pembangunan nasional benar-benar berorientasi pada pemerataan, “tutupnya.

























