Langsa | Tribune.Indonesia.com — Penyaluran bantuan daging untuk tradisi meugang di Kota Langsa menuai tanda tanya di tengah masyarakat. Sejumlah warga mempertanyakan kejelasan sasaran penerima bantuan tersebut, apakah diperuntukkan bagi warga terdampak bencana banjir atau dikhususkan hanya untuk kalangan duafa dan janda miskin.
Program bantuan daging meugang ini diketahui digulirkan pemerintah di tengah kondisi Aceh secara umum dan Kota Langsa secara khusus yang sedang dilanda bencana. Karena itu, sebagian warga berasumsi bantuan tersebut semestinya memprioritaskan masyarakat korban bencana yang terdampak langsung secara ekonomi.
Informasi yang berkembang di sejumlah media dan sumber masyarakat menyebutkan, bantuan daging meugang itu bersumber dari pemerintah pusat dan Pemerintah Kota Langsa dengan total anggaran mencapai Rp1.029.500.000. Rinciannya, sebesar Rp600.000.000 berasal dari bantuan Presiden Republik Indonesia dan Rp429.500.000 dari Pemko Langsa.
Dana tersebut digunakan untuk pengadaan 71 ekor lembu dengan harga Rp14.500.000 per ekor. Seluruh hewan kemudian disalurkan ke desa-desa di wilayah Kota Langsa untuk dibagikan kepada masyarakat sesuai kriteria yang telah ditetapkan.
Namun di lapangan muncul kebingungan terkait kategori penerima. Berdasarkan informasi yang beredar, penerima bantuan daging meugang dipersyaratkan bukan perangkat desa, bukan ASN, bukan TNI–Polri, serta bukan masyarakat berpenghasilan tetap.
Persyaratan itu memunculkan pertanyaan publik. Warga menilai kriteria tersebut memang mengarah pada kelompok kurang mampu, namun di sisi lain terdapat korban bencana banjir yang justru tidak menerima bagian bantuan daging meugang.
“Kalau bantuan meugang ini dikeluarkan karena kondisi bencana, seharusnya korban banjir juga menjadi prioritas. Faktanya ada yang terdampak justru tidak kebagian,” ujar seorang warga kepada media.
Masyarakat berharap pemerintah dapat memberikan penjelasan resmi mengenai tujuan program, sumber anggaran, mekanisme pendataan, serta penetapan sasaran penerima agar tidak menimbulkan simpang siur informasi dan kecemburuan sosial.
Hingga berita ini diturunkan, belum diperoleh keterangan resmi dari pihak terkait mengenai skema final penyaluran bantuan daging meugang tersebut. Warga meminta transparansi agar bantuan benar-benar tepat sasaran dan menjawab kebutuhan masyarakat terdampak bencana.. (Chai)















