Bitung | Tribuneindonesia.com –Pemerintah Kota Bitung menerima kunjungan strategis dari jajaran Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Republik Indonesia Jumat (03/04/26).
Kedatangan rombangan yang dipimpin Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi (Kapusdatin) Kebencanaan, Dr. Abdul Muhari, S.Si., M.T., bersama tim Inspektorat 3 BNPB tersebut, disambut langsung Wali Kota Bitung, Hengky Honandar, S.E.
Pertemuan formal ini merupakan respons cepat pemerintah pusat dalam meninjau kondisi terkini wilayah Bitung setelah diguncang gempa bumi berkekuatan 7,6 SR.
Kehadiran pejabat tinggi BNPB di “Kota Cakalang” ini menjadi simbol nyata perhatian serius negara terhadap keselamatan warga serta pemulihan infrastruktur yang terdampak oleh getaran tektonik hebat tersebut.
Dalam diskusi yang berlangsung hangat namun serius, Dr. Abdul Muhari menekankan pentingnya akurasi data dalam fase tanggap darurat maupun rehabilitasi.
Pihak BNPB berupaya memastikan bahwa koordinasi antara pusat dan daerah berjalan tanpa hambatan, guna memastikan bantuan serta langkah-langkah mitigasi dapat tersalurkan secara efektif kepada masyarakat yang membutuhkan.
Wali Kota Hengky Honandar dalam sambutannya menyampaikan apresiasi mendalam atas gerak cepat tim BNPB RI.
Menurutnya, kunjungan lapangan dari tim pusat sangat krusial untuk memetakan kebutuhan mendesak di lapangan serta menyinkronkan strategi penanganan bencana agar lebih terstruktur dan tepat sasaran.
Lebih lanjut, Pemerintah Kota Bitung menegaskan komitmennya untuk terus menjaga keterpaduan langkah dengan seluruh pemangku kepentingan.
Fokus utama saat ini adalah memastikan penanganan dampak bencana dilakukan secara komprehensif, mulai dari evakuasi, penyaluran logistik, hingga pengkajian kerugian material yang dialami oleh penduduk setempat.
Sebagai penutup, pertemuan ini menyepakati penguatan jalur komunikasi dua arah antara pemerintah daerah dan BNPB.
Sinergi ini diharapkan mampu mempercepat pemulihan Kota Bitung sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan sistem peringatan dini di masa mendatang demi meminimalisir risiko bencana serupa. (Kiti)



















