JAMBI, TRIBUNINDONESIA.COM — Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Jambi, Brigjen Pol. K. Yani Sudarto, S.I.K., M.Si., menghadiri Haul Akbar Syekh Abdul Qodir Al-Jailani sekaligus peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-7 Majelis Ilmi Wa Dzikri Al-Hidayah Kota Jambi, Minggu (18/10/2026).
Kegiatan keagamaan tersebut berlangsung di Pendopo Majelis Al-Hidayah, Jalan H. Ibrahim Nomor 107, Kelurahan Rawasari, Kecamatan Kota Baru, Kota Jambi. Momentum ini menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat hubungan antara Polri, ulama, dan masyarakat dalam menjaga persatuan serta kerukunan sosial.
Kehadiran Wakapolda Jambi dalam kegiatan tersebut mencerminkan pentingnya membangun komunikasi dan sinergi dengan tokoh agama serta berbagai elemen masyarakat. Kolaborasi tersebut memiliki peran strategis dalam menumbuhkan nilai-nilai moral, memperkuat toleransi, dan mendukung terciptanya situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif.
Perkuat Peran Ulama dalam Menjaga Kerukunan
Haul Akbar Syekh Abdul Qodir Al-Jailani dan Harlah ke-7 Majelis Ilmi Wa Dzikri Al-Hidayah tidak hanya menjadi momentum mengenang keteladanan ulama, tetapi juga kesempatan untuk mempererat kebersamaan dan meningkatkan pengamalan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari.
Nilai spiritual, sikap saling menghormati, dan semangat persaudaraan menjadi fondasi penting dalam membangun masyarakat yang harmonis. Dalam kehidupan sosial yang beragam, peran ulama dan tokoh agama juga relevan dalam mendorong pesan-pesan perdamaian, persatuan, serta penyelesaian persoalan secara bijaksana.
Sinergi antara Polri dan masyarakat diharapkan terus terpelihara melalui komunikasi yang terbuka, pendekatan yang humanis, serta partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat dalam menjaga lingkungan masing-masing.
Sinergi untuk Jambi yang Aman dan Kondusif
Pemeliharaan kamtibmas bukan semata-mata menjadi tanggung jawab aparat kepolisian, melainkan membutuhkan dukungan dan keterlibatan masyarakat. Karena itu, hubungan yang baik antara kepolisian, ulama, dan masyarakat menjadi salah satu unsur penting dalam menciptakan lingkungan yang aman, damai, dan tertib.
Melalui momentum keagamaan ini, semangat kebersamaan diharapkan semakin menguat sehingga nilai-nilai persaudaraan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi diwujudkan dalam tindakan nyata di tengah kehidupan bermasyarakat.
Dengan terbangunnya sinergi yang berkelanjutan, seluruh elemen masyarakat diharapkan dapat berkontribusi menjaga persatuan, merawat kerukunan, dan mendukung terciptanya Provinsi Jambi yang aman, damai, serta kondusif.
Penulis: Apriandi, Tj., C.JI., C.LWI.
Media: Tribunindonesia.com











