Medan | TribuneIndonesia.com
Tangis pilu keluarga menyelimuti rumah sederhana pasangan Rahmad dan Daliana di Jalan Young Panah Hijau, Lingkungan V, Gang Family, Kelurahan Labuhan Deli, Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan. Putra mereka, M. Al Karani (16), menjadi korban peluru nyasar akibat tawuran antarkelompok remaja pada Jumat (22/8/2025) malam.
Al Karani, yang kala itu hanya sedang makan di sebuah warung, tiba-tiba terjatuh bersimbah darah. Sebuah peluru senapan angin menembus lehernya dan bersarang hingga mengenai pita suara. Ia pun segera dilarikan ke Rumah Sakit Adam Malik Medan dalam kondisi kritis.
Namun derita keluarga tak berhenti di situ. Rumah sakit menyampaikan bahwa operasi darurat harus segera dilakukan, dengan biaya mencapai Rp40–50 juta. Jumlah itu mustahil dipenuhi Rahmad dan Daliana, yang sehari-harinya hanya menggantungkan hidup dari hasil melaut dengan penghasilan tak menentu. Karena tak sanggup, keluarga akhirnya memindahkan Karani ke Rumah Sakit Imelda Medan.
“Anak saya butuh operasi segera. Tapi kami benar-benar tidak tahu harus mencari uang ke mana. Saya hanya seorang nelayan kecil,” ungkap Rahmad dengan suara bergetar, menahan tangis.
Hasil pemeriksaan medis menunjukkan peluru menempel pada pita suara Karani. Jika tidak segera diangkat, kondisinya bisa semakin parah dan mengancam keselamatan jiwa maupun masa depannya.
Kini, keluarga korban hanya bisa berharap pada kemurahan hati sesama. Mereka mengetuk pintu kepedulian masyarakat dan para dermawan agar bersedia membantu biaya operasi yang begitu besar.
“Kami mohon dengan sangat, siapa pun yang berbaik hati, sudi kiranya membantu anak kami. Semoga Allah membalas kebaikan Bapak dan Ibu,” ucap ibunda Karani sambil terisak.
Pihak keluarga juga mendesak aparat kepolisian Polsek Medan Labuhan dan Polres Pelabuhan Belawan untuk segera mengusut tuntas pelaku tawuran yang kian meresahkan warga.
Bagi para dermawan yang tergerak hatinya, bantuan dapat disalurkan melalui rekening BRI atas nama Masrun dengan nomor 5311-0103-1437-531.
Setiap rupiah yang diberikan sangat berarti untuk menyelamatkan nyawa seorang remaja yang tak bersalah, yang kini hanya bisa terbaring lemah menanti uluran tangan kasih.
Ilham Gondrong