Medan I TribuneIndonesia.com-Dentuman keras memecah keheningan siang di Desa Mulyorejo, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang, Kamis (14/8/2025). Sebuah mobil Grand Livina bernomor polisi BK 1181 UZ hancur lebur setelah dihantam kereta api rute Medan–Binjai di perlintasan rel Jalan Binjai KM.12.
Benturan dahsyat itu membuat mobil terseret sejauh 15 meter ke sisi kanan jalan. Potongan kaca berserakan, pintu mobil ringsek, dan suara jeritan minta tolong terdengar memilukan dari dalam kabin yang remuk.
Kasat Lantas Polrestabes Medan, AKBP I Made Parwita, mengungkapkan bahwa peristiwa bermula ketika mobil yang dikemudikan M. Samosir Hasyim Arif melaju dari arah Jalan Pembangunan Dalam menuju Jalan Binjai KM.12. Saat melewati perlintasan, diduga pengemudi tidak memperhatikan keberadaan kereta yang melaju kencang.
“Diduga pengemudi kurang waspada dan tidak melihat kereta yang sedang melintas. Tabrakan tak terelakkan,” jelas AKBP I Made Parwita.
Benturan itu begitu hebat hingga menghantam sisi mobil dan menyeretnya puluhan meter. Di dalam mobil, terdapat tiga orang. Dea Aulia (21), salah satu penumpang, sempat dilarikan ke Rumah Sakit Full Bethesda. Namun, luka parah di bagian kepala dan tubuhnya membuat nyawanya tak tertolong.
Sementara sang pengemudi dan penumpang lainnya, M. Nuradi, mengalami luka berat. Keduanya kini dalam perawatan intensif, berjuang antara hidup dan mati di rumah sakit.
“Mobil telah diamankan di Unit Lantas Polsek Sunggal. Anggota kami masih melakukan olah TKP dan mengumpulkan keterangan saksi,” tambah AKBP I Made Parwita.
Perlintasan maut itu kini dipenuhi warga yang terkejut melihat sisa-sisa kecelakaan. Bau anyir darah masih tercium, sementara bangkai mobil yang ringsek menjadi saksi bisu kedahsyatan benturan antara besi raksasa dan kendaraan kecil.
Ilham Gondrong