Sterilisasi Zona Hunian, 125 Meja Goyang di Beltim Wajib Masuk Kandang IUP PT Timah

- Editor

Selasa, 19 Mei 2026 - 14:31

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Manggar, Belitung Timur | TribuneIndonesia.com – – Pemerintah Kabupaten Belitung Timur bersama Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penataan Kegiatan Usaha Pengelolaan Mineral terus mematangkan langkah strategis untuk merelokasi seluruh aktivitas meja goyang dari kawasan pemukiman penduduk. Kebijakan radikal ini diambil menyusul meningkatnya kekhawatiran masyarakat dan dinas kesehatan terkait dampak polusi udara serta potensi paparan radiasi lingkungan dari material radioaktif alami (Naturally Occurring Radioactive Material/NORM). Dan adanya surat petisi yang dikeluarkan oleh Desa Mekarjaya.

Sebagai langkah konkret, PT Timah Tbk secara resmi telah memaparkan kesiapan infrastruktur pendukung guna menampung para pelaku usaha yang terdampak kebijakan sterilisasi di acara Rakor Tindaklanjut Rencana Lokalisasi Meja Goyang di Ruang Rapat Bupati. Selasa (19/5/2026) pukul 09.30 WIB.

Terkait lokalisasi total ke Area IUP resmi, Department Head Pengawas Produksi Darat PT Timah Tbk Wilayah Belitung Timur, Okta Pratomo menegaskan komitmen penuh perusahaan untuk menyediakan zona aman operasional.

” Berdasarkan hasil validasi data dan pemetaan koordinat terkini di lapangan, tercatat sebanyak 64 unit meja goyang yg berada di luar IUP PT Timah, yang diharapkan kedepannya, dengan koordinasi bersama bisa di relokasi kedalam IUP, secara bertahap. Terlebih jika ada regulasi sebagai dasar hukum yang jelas dari Pemerintah Daerah, sehingga penataan dan penertiban usaha meja goyang ini dapat berjalan lebih cepat,” terang Okta.

Baca Juga:  Teladani Akhlak Rasulullah, Polres Bitung Perkuat Integritas dan Pelayanan Humanis

Okta katakan juga, Seluruh fasilitas penampungan ini dipastikan berdiri di atas kawasan yang berstatus Clear and Clean (CnC) di dalam konsesi Izin Usaha Pertambangan (IUP) milik PT Timah, jauh dari batas zona hunian warga. Kawasan di Desa Selinsing dan Desa Batu Penyu, Kecamatan Gantung, menjadi dua titik prioritas awal yang dinilai paling siap secara teknis.

Menjawab tantangan regulasi di lapangan, Ia menjelaskan bahwa operasional meja goyang ke depan wajib tunduk pada sistem administrasi yang ketat. Perusahaan tidak akan mengikat kontrak kerja sama secara perorangan (individu), melainkan wajib melalui badan usaha resmi berupa CV Mitra yang sah. Skema ini diterapkan guna mempermudah rantai komando, pengawasan volume produksi, serta transparansi asal-usul bijih timah yang diolah.

Sementara itu Wakil Bupati Belitung Timur, Khairil Anwar menyambut baik pemaparan tersebut dan langsung menginstruksikan jajarannya serta Satgas untuk bergerak cepat.

” Kami meminta PT Timah tidak hanya memprioritaskan unit yang sudah bermitra, tetapi juga aktif merangkul dan mengintegrasikan pelaku usaha meja goyang non-mitra (mandiri) agar segera beralih ke ekosistem legal sebelum batas tenggat evaluasi berakhir,” ujar Khairil.

Dan, langkah lokalisasi terpusat ini diharapkan mampu memulihkan kualitas lingkungan hidup di Belitung Timur tanpa mengorbankan mata pencaharian ekonomi lokal, sekaligus memperketat pengawasan terhadap pemanfaatan mineral ikutan secara aman dan berkelanjutan.

Berita Terkait

Cak Imin Sentil Kader PKB: Jangan Terlena Kekuasaan, Kuasai Media Sosial dan Hadir untuk Rakyat
Hampir Sepekan Berpolemik, Nasib Dokter Laura di RSUD Raja Ampat Temukan Titik Terang
Tragedi Senin Pagi di Gayo Lues: 22 Rumah, Mushala, dan Balai Adat Ludes Terbakar
Laporan Hotline Kapolda Sumut Berujung Penangkapan, Enam Paket Diduga Sabu Diamankan di Sidodadi
Ruko Toko Roti Rida di Batu Bara Ludes Terbakar, Polisi Selidiki Dugaan Korsleting
Bank Aceh Dorong Perluasan Ekosistem Pembayaran Digital, Merchant QRIS Tembus 25.748
KAL Patola VIII-27 Dikerahkan dalam Operasi SAR Kapal MT Mika Zain Terbakar di Perairan Bitung
Destinasi Wisata Kota Batu Kecamatan Simtim Kabupaten Simeulue Dipadati Wisatawan Lokal Saat Hari Reha
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 19:06

25 Bangunan Terbakar di Telege Jernih, 23 Kepala Keluarga Kehilangan Tempat Tinggal

Senin, 2 November 2026 - 15:18

Melayani Sepenuh Hati, Hutama Karya Ajak Pengguna Jalan Jaga Kebersihan Rest Area demi Kenyamanan Bersama

Senin, 2 November 2026 - 10:44

Hampir Sepekan Berpolemik, Nasib Dokter Laura di RSUD Raja Ampat Temukan Titik Terang

Senin, 2 November 2026 - 10:13

Tragedi Senin Pagi di Gayo Lues: 22 Rumah, Mushala, dan Balai Adat Ludes Terbakar

Senin, 2 November 2026 - 06:54

Gotong Royong Rampung, Jalan Darurat Natam-Darul Hasanah Kembali Bisa Dilalui Kendaraan

Senin, 2 November 2026 - 03:20

Bukan Sekadar Tilang, Polres Bireuen Ajak Warga Jadi Pelopor Keselamatan Lewat Operasi Patuh Seulawah 2026

Senin, 2 November 2026 - 02:07

Kapolres Bireuen Ajak Siswa SMAN 1 Bireuen Jadi Pelopor Kamtibmas dan Keselamatan Berlalu Lintas

Senin, 2 November 2026 - 00:50

Kawal Hak Sipil Warga Keturunan Filipina, Korlap Sartika Manuel Apresiasi Langkah Kemenkumham dan Pemkot Bitung

Berita Terbaru