Bireuen /Tribuneindonesia.com
Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Kabupaten Bireuen menggelar Peringatan Harlah IPARI Ke-3 tingkat kabupaten pada Kamis, 25 Juni 2026, bertempat di Aula Kankemenag Bireuen.
Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi para penyuluh agama untuk memperkuat soliditas, meningkatkan semangat pengabdian, serta meneguhkan peran penyuluh dalam dakwah dan pelayanan keagamaan di tengah masyarakat.
Ketua Panitia Dr. Teuku Faisal, M.Sos menyampaikan, Rangkaian peringatan Harlah IPARI ke-3 ini sebelumnya telah diawali dengan sejumlah perlombaan yang melibatkan para penyuluh dari berbagai kecamatan di kabupaten Bireuen. “Adapun lomba yang diselenggarakan meliputi Video Pendek Kepenyuluhan antar kecamatan, Lomba Flyer Kepenyuluhan tentang Ekoteologi, Penyuluh yang Aktif Berdakwah di Media Sosial, serta Lomba Penyusunan Karya Tulis Ilmiah dengan tema moderasi beragama” ujarnya saat memberi sambutan.
Menurut dia, Berbagai lomba tersebut diharapkan dapat menjadi wadah kreatifitas sekaligus sarana aktualisasi peran penyuluh agama dalam menjawab tantangan dakwah di era digital dan isu-isu sosial-keagamaan kontemporer. Melalui kegiatan ini, IPARI Bireuen juga ingin mendorong para penyuluh untuk lebih produktif, inovatif, dan adaptif dalam menyampaikan pesan-pesan keagamaan kepada masyarakat.
Sementara Ketua Pengurus Daerah IPARI Bireuen Drs. Muzakir Yacob menyampaikan bahwa peringatan Harlah ke-3 IPARI Bireuen tidak hanya menjadi ajang seremonial, tetapi juga ruang konsolidasi dan penguatan kapasitas penyuluh agama dalam menjalankan tugas pembinaan umat. Dengan semangat kebersamaan, kegiatan ini diharapkan dapat memberi dampak positif bagi pengembangan dakwah dan kepenyuluhan di Kabupaten Bireuen.
“Harlah IPARI ke-3 tahun ini mengusung tema IPARI Merawat Negeri: Gerakan Spiritual, Literasi dan Ekoteologi. Tema ini mengingatkan kita bahwa tugas penyuluh agama tidak hanya menyampaikan pesan-pesan keagamaan, tetapi juga menjadi penggerak perubahan sosial, penguat literasi keagamaan, serta pelopor kepedulian terhadap lingkungan sebagai bagian dari amanah keagamaan dan kemanusiaan,” Ujarnya.
Sementara itu, dalam arahannya Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bireuen, Dr. H. Zulkifli, M.Pd memberi pesan kepada para penyuluh yaitu agar senantiasa memperkuat kapasitas serta kompetensi. “Kami juga berharap, Peran IPARI sebagai mitra strategis kementerian agama juga diperkuat,: imbuhnya.
Selain itu, Zulkifli menyebutkan, banyak program yang dijalankan oleh IPARI selama ini telah memberikan manfat nyata bagi masyarakat, karena penyuluh tidak hanya hadir sebagai pembina umat namun juga sebagi penggerak perubahan bagi masyarakat itu sendiri.
Adapun para pemenang lomba yaitu, Untuk Lomba Video Pendek Kepenyuluhan, Juara 1 Penyuluh KUA Jeunieb, Juara 2 Penyuluh KUA Jeumpa, dan Juara 3 Penyuluh KUA Juli, Untuk Lomba Flyer Ekoteologi Juara 1 Syafrizal, S.Pd.I (Penyuluh KUA Samalanga) Juara 2 Nanda Iswara, S.Sos (Penyuluh KUA Juli), Juara 3 Marzuki, S.Sos.I (Penyuluh KUA Samalanga). Kemudian untuk Lomba Penyuluh Aktif Berdakwah di media sosial, Juara 1 Chairiana, S.Sos.I (Penyuluh KUA Peusangan Selatan), Juara 2 Nana Rozanna, S.HI (Penyuluh KUA Kota Juang) dan Juara 3 Zulfiadi, S.HI (Penyuluh KUA Jeunieb)
Sedangkan Untuk Kategori Karya Tulis Ilmiah, Juara 1 Bahriar Syah, S.Sos.I (Penyuluh KUA Kuta Blang) Juara 2 Syaiful Bahri, S.Ag (Penyuluh KUA Peulimbang) dan Juara 3 Muhajir, S.HI (Penyuluh KUA Pandrah)
Dalam puncak acara Harlah PD IPARI Bireuen memberikan apresiasi dan penghargaan kepada para juara berupa plakat dan piagam yang diserahkan oleh Bapak Kakankemenag Bireuen, Kasubbag TU, Kasi Bimas Islam dan Ketua PD IPARI Bireuen. Kecuali itu dalam moment Harlah IPARI Ke-3 ini Kantor Kemenag Bireuen memberikan Piagam Penghargaan kepada Putri Mizanna, S.HI (Penyuluh KUA Juli) yang merupakan salah satu finalis Penais Award Tingkat Nasional Tahun 2025 lalu, dan Piagam Penghargaan kepada IPARI Bireuen yang diserahkan langsung oleh Kakankemenag.
Seremonial peringatan Harlah dirangkai dengan penyerahan 150 paket santunan oleh kantor Kemenag Bireuen untuk 150 anak yatim dari 17 kecamatan di Bireuen, 20 anak yatim diserahkan dalam rangkaian acara Harlah dan yang lain melalui KUA di tiap kecamatan.
Acara Harlah ditutup dengan pemotongan Kue Ulang Tahun IPARI yang dilakukan oleh Kakankemenag dan diserahkan kepada Ketua IPARI Bireuen.














