Sawit, Jalan Baru dari Biru-Biru

- Editor

Rabu, 22 Juli 2026 - 15:27

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TribuneIndonesia.com I Di lereng Biru-Biru dan hamparan kebun Namorambe, arah baru mulai dipetakan. bukan lewat pidato panjang atau deretan janji, melainkan rancangan kerja yang menyasar akar persoalan pekebun swadaya. kemampuan mengelola kebun, posisi tawar petani, hingga akses menuju permodalan dan pasar.

Rancangan itu dibawa Stichting Nederlandse Vrijwilligers (SNV) saat bertemu jajaran daerah di Lubuk Pakam, Rabu, 22 Juli 2026. Organisasi asal Belanda tersebut memilih wilayah itu sebagai salah satu titik pengembangan perkebunan kelapa sawit berkelanjutan pada 2026. Fokusnya jelas, memperkuat kapasitas pekebun swadaya, membangun kelembagaan petani dan koperasi, serta membuka jalan menuju pembiayaan dan jaringan pemasaran yang lebih luas.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Zainal Abidin Hutagalung, menyambut rencana tersebut. menurut dia, program yang disusun perlu menjawab kebutuhan warga dan memberi manfaat jangka panjang bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Bagi SNV, pilihan jatuh pada Biru-Biru dan Namorambe bukan tanpa alasan. Project manager Horas Hub SNV, Vivi Andriani, menilai kawasan itu memiliki potensi besar untuk mengembangkan perkebunan sawit yang lebih berkelanjutan. tahap awal program akan dimulai di dua kecamatan tersebut.

Baca Juga:  FORKAB Aceh Dorong Figur Muda, Arief Martha Rahadyan Dinilai Layak Perkuat Kabinet

Pelaksanaannya melibatkan Yayasan Sumatera Hijau Lestari (YSHL), kelompok masyarakat, serta organisasi perangkat daerah yang berkaitan dengan kebutuhan program. Pendekatan itu diharapkan mampu memperkuat posisi pekebun swadaya agar tak hanya bergantung pada hasil panen, tetapi juga memiliki akses yang lebih baik terhadap pembiayaan, pendampingan, dan pasar.

Langkah ini memperlihatkan bahwa masa depan perkebunan tidak lagi hanya diukur dari luas lahan atau banyaknya produksi. yang mulai diperhitungkan ialah kemampuan petani bertahan menghadapi perubahan pasar, memenuhi standar keberlanjutan, dan memperoleh nilai tambah dari hasil kebunnya. Di titik itulah program tersebut akan diuji.apakah mampu mengubah arah kehidupan pekebun, atau hanya berhenti sebagai rencana di atas kertas.(Ilham Gondrong)

Berita Terkait

Wisuda dan Pesan Melampaui Ijazah
Kolam yang Mengincar Prestasi
Perebutan Kunci Eks Delimas
​Hadir di Perkawinan Massal Harganas 2026, Wali Kota Bitung Tegaskan Pentingnya Legalitas Pernikahan
Mengejar TB Sampai Tuntas
​Pelindo Bitung Tekan Potensi Gangguan Kamtibmas Lewat Koordinasi Strategis Bersama Polres
Fraksi Menguji Arah Anggaran
Jejak Kerikil di Balik Kaca Pecah
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 13:44

SELAMAT DALAM KECELAKAAN TUNGGAL DIDESA LAPAKHA DIDUGA KONDISI JALAN LONGSOR DAN LICIN

Rabu, 22 Juli 2026 - 09:53

Deddy Indrasetiawan Dilantik dan Dikukuhkan Sebagai Ketua Umum APERSI 2026 – 2031

Rabu, 22 Juli 2026 - 08:46

Pertumbuhan Kinerja Perkuat Layanan Jasa Raharja bagi Masyarakat

Rabu, 22 Juli 2026 - 07:05

Alat Berat Beroperasi Penuh, Satgas TMMD Ke-129 Genjot Pengerasan Jalan Pertanian di Lhok Panah

Rabu, 22 Juli 2026 - 05:26

Bupati Bireuen,membuka Muskab VI PMI Kabupaten Bireuen Tahun 2026

Rabu, 22 Juli 2026 - 04:44

PPKMA Turun Langsung ke SDN 2 Biak Muli, Kepala Sekolah Bantah Keras Tuduhan Penyalahgunaan Dana BOS dan PIP

Rabu, 22 Juli 2026 - 03:25

MENTAL PEJUANG: KUNCI UTAMA MENEMBUS BATAS DAN MERAIH CITA-CITA AGUNG

Rabu, 22 Juli 2026 - 02:04

Bimtek PKK dan arah baru Kader

Berita Terbaru

Pemerintahan dan Berita Daerah

Sawit, Jalan Baru dari Biru-Biru

Rabu, 22 Jul 2026 - 15:27

Pemerintahan dan Berita Daerah

Wisuda dan Pesan Melampaui Ijazah

Rabu, 22 Jul 2026 - 14:58

Pemerintahan dan Berita Daerah

Kolam yang Mengincar Prestasi

Rabu, 22 Jul 2026 - 12:41