RDP Batal, Tiga Dinas Bungkam, DPRD Deli Serdang Ikut “Masuk Angin”? Jeritan Ibu Rumah Tangga Korban Pagar Ambruk Kian Diabaikan

- Editor

Kamis, 29 Januari 2026 - 10:33

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Deli Serdang | TribuneIndonesia.comRasa keadilan seolah menjadi barang mahal bagi seorang ibu rumah tangga, Bu Ina, warga Dusun II, Desa Sei Rotan, Kecamatan Percut Sei Tuan.

Sudah hampir dua bulan berlalu sejak rumahnya terdampak runtuhnya bangunan pagar milik seorang pengusaha, namun kejelasan hukum dan tanggung jawab tak kunjung ia dapatkan. Ironisnya, bukan hanya pihak perusahaan yang disorot, tiga dinas di lingkungan Pemkab Deli Serdang hingga DPRD pun kini ikut terseret dalam pusaran dugaan pembiaran.

Peristiwa bermula ketika bangunan pagar yang didirikan oleh pihak pengusaha diduga runtuh dan mengenai bagian rumah Bu Ina. Insiden itu bukan hanya menimbulkan kerugian material, tetapi juga menyisakan trauma bagi keluarga korban. Namun hingga kini, persoalan tersebut justru seperti tenggelam tanpa arah.

Masalah kian melebar. Bangunan yang berdiri itu diduga memiliki berbagai persoalan administrasi dan teknis. Mulai dari dugaan belum jelasnya dokumen lingkungan seperti AMDAL atau UKL-UPL, hingga Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) yang dipertanyakan. Tetapi alih-alih ditindak cepat, laporan masyarakat justru seperti berhadapan dengan tembok tebal birokrasi.

Bu Ina bersama warga telah melayangkan pengaduan masyarakat (Dumas) ke tiga instansi, yakni dinas perizinan, Dinas Lingkungan Hidup, dan Satpol PP Kabupaten Deli Serdang. Namun hingga hampir dua bulan berlalu, tidak ada satu pun balasan resmi yang diterima.

Sikap diam tersebut memicu tanda tanya besar. Mengapa surat pengaduan korban yang jelas mengalami dampak langsung justru tak mendapat respons? Apakah ada faktor lain yang membuat para pejabat terkait memilih bungkam?

Di tengah kekecewaan itu, muncul dugaan di kalangan masyarakat bahwa pihak pengusaha disebut-sebut memiliki pengaruh kuat, bahkan dicurigai mampu “melunakkan” sikap para pejabat. Dugaan ini tentu perlu dibuktikan, namun atmosfer kecurigaan tumbuh subur karena minimnya transparansi.

Secercah harapan sempat muncul ketika DPRD Deli Serdang berencana menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) pada 27 Januari 2026 terkait persoalan tersebut. Bu Ina pun datang ke kantor DPRD dengan harapan suaranya didengar, meski ia mengaku tidak menerima undangan resmi.

Baca Juga:  Sulawesi Utara Melesat: Gubernur YSK dan Istri Paparkan Program Strategis di Kompas TV

Namun yang didapat justru kabar mengecewakan. RDP tersebut disebut-sebut batal digelar tanpa penjelasan terbuka kepada pihak korban. Pembatalan mendadak ini semakin menambah luka dan kekecewaan.

Yang membuat publik semakin bertanya-tanya, operasional perusahaan yang sebelumnya sempat dihentikan oleh salah seorang anggota DPRD justru kembali berjalan normal usai rencana RDP batal. Situasi ini memunculkan dugaan liar di tengah masyarakat, seolah ada “hubungan mesra” antara pengusaha dan oknum di lembaga legislatif. Dugaan ini tentu perlu klarifikasi dari DPRD, namun hingga kini belum ada penjelasan resmi.

Kekecewaan keras disampaikan Abdul Hadi, Ketua DPW P2BMI Sumatra Utara. Ia menilai tiga dinas dan DPRD Deli Serdang terkesan tidak proaktif terhadap aduan masyarakat yang sudah jelas menimbulkan korban.

“Saya sudah dua kali mencoba konfirmasi lewat WhatsApp kepada Ketua DPRD. Jangankan dikomentari, dibalas saja tidak,” ujarnya.

Ia menilai sikap tersebut mencerminkan minimnya kepedulian terhadap rakyat kecil. Abdul Hadi bahkan menyatakan tidak menutup kemungkinan akan menyuarakan persoalan ini lebih luas ke masyarakat jika tidak ada perubahan sikap dari DPRD.

“Kalau perilaku seperti ini terus terjadi, masyarakat harus lebih jeli memilih wakil rakyat ke depan. P2BMI akan terus mengawal kasus ini sampai ada solusi dan keadilan bagi Bu Ina,” tegasnya.

Kasus yang menimpa Bu Ina kini bukan lagi sekadar soal pagar runtuh. Ini telah menjelma menjadi ujian nurani bagi para pejabat daerah. Apakah hukum benar-benar berdiri untuk masyarakat kecil, atau justru tumpul ketika berhadapan dengan pemilik modal?

Publik kini menunggu keberanian tiga dinas terkait dan DPRD Deli Serdang untuk buka suara. Diamnya pejabat hanya akan memperkuat kecurigaan, sementara penderitaan korban terus berjalan tanpa kepastian.

Jeritan Bu Ina hari ini bisa jadi cermin nasib rakyat kecil lainnya esok hari. Dan jika suara korban terus diabaikan, maka yang runtuh bukan hanya pagar, tetapi juga kepercayaan masyarakat terhadap pemerintahnya sendiri.

Ilham Gondrong

Berita Terkait

57 Titik Irigasi Deli Serdang Dibangun, P3-TGAI Perkuat Produktivitas Pertanian
KETUA LEMBAGA KOMANDO GARUDA SAKTI ALIANSI INDONESIA (LKGSAI) SAIDUL AMRAN ANGKAT BICARA
Fotografi Cagar Budaya Jadi Strategi Promosi Potensi Sejarah dan Wisata Deli Serdang
Deli Serdang Perkuat Kendali Inflasi, Strategi Stabilitas Pangan Jadi Prioritas Daerah
Perpustakaan Deli Serdang Buka Kelas Gratis, Cetak Generasi Digital Berdaya Saing
Bupati Deli Serdang Pastikan Program Prioritas Menyentuh Warga Kutalimbaru
Deli Serdang Perkuat Struktur Organisasi, 18 Pejabat Baru Dilantik
Wabup Deli Serdang Tegaskan Dukungan Keberlanjutan Program MBG
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 08:46

Jembatan Enang-Enang: Ketangguhan Masyarakat dan Pelajaran dari Sebuah Struktur

Rabu, 24 Juni 2026 - 06:56

Suku Mayoritas Alas Kecewa pada Peringatan HUT ke-52 Aceh Tenggara, Budaya Lokal Dinilai Hanya Jadi Penonton di Rumah Sendiri

Rabu, 24 Juni 2026 - 03:45

Antusiasme Warga Membludak, HUT Aceh Tenggara ke-52 Dimeriahkan Beragam Kegiatan dan Hadiah Menarik

Rabu, 24 Juni 2026 - 00:36

KETUA LEMBAGA KOMANDO GARUDA SAKTI ALIANSI INDONESIA (LKGSAI) SAIDUL AMRAN ANGKAT BICARA

Selasa, 23 Juni 2026 - 18:16

​Perkokoh Karakter Personel, Bintaldam XIII/Merdeka Gelar Pembinaan Mental dan Ideologi di Kodim 1310/Bitung

Selasa, 23 Juni 2026 - 15:39

Bupati Salim Fakhry resmi buka pameran pembangunan di Hari Jadi ke-52 Kabupaten Aceh Tenggara

Selasa, 23 Juni 2026 - 14:53

PT Kether Coco Bio Diduga Buang Limbah Ilegal di Perkebunan Warga Tanjung Merah

Selasa, 23 Juni 2026 - 13:49

​Terima Petugas BPS, Wakil Wali Kota Bitung Kawal Sensus Ekonomi 2026

Berita Terbaru

Pemerintahan dan Berita Daerah

57 Titik Irigasi Deli Serdang Dibangun, P3-TGAI Perkuat Produktivitas Pertanian

Rabu, 24 Jun 2026 - 08:09