Puluhan Pegawai Honorer, Audiensi dengan Bupati Bireuen

- Editor

Senin, 11 Agustus 2025 - 16:02

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bireuen/Tribuneindonesia.com

Puluhan pegawai Non-ASN telah mengikuti seleksi CPNS dan seleksi PPPK tahun anggaran 2024 yang belum mendapatkan formasi, menemui Bupati Bireuen, H. Mukhlis, ST di ruang kerjanya, Kantor Pusat Bireuen, Senin 11 Agustus 2025.siang

Kehadiran pegawai Non-ASN yang tergabung dalam aliansi honorer R2 Dan R3 tersebut diterima langsung Bupati Mukhlis bersama Pj Sekda, Hanafiah, SP, Plt Asisten III, Azhari, S.Sos dan Kepala BKPSDM, Zaldi, AP., S.Sos.

Ketua Heriwan, SE melalui M.Rakjab, SE selaku wakil ketua Aliansi Honorer R2-R3 menyampaikan bahwa dengan adanya surat Menteri Menpan RB Nomor: B/3832/M.SM.01.00/2025 tanggal 8 Agustus 2025 perihal Pengusulan PPPK Paruh Waktu.

M.Rakjab menyebut kehadirannya bersama rekan lainnya ingin mendapat pencerahan dari Bupati terkait honorer R2, R3.“Harapan kami kepada Bapak Bupati dan Bapak Zaldi dapat membantu kami,” sebutnya

Menurut Mukhlis, pada saat ia mengikuti Retreat di Magelang pada Februari lalu, Menpan RB, Rini Widyantini menyampaikan persoalan tenaga honorer yang akan dituntaskan segera.

“Kami sangat komit mendukung tenaga honorer kategori R2, R3 dan R4 diangkat jadi PPPK Paruh Waktu. Ini kebijakan Pemerintah Pusat, kami di daerah akan menjalankan kebijakan tersebut,” tegas Bupati.

Bupati Bireuen merintahkan Kepada BKPSDM untuk menindaklanjuti surat Menpan RB itu. Dan orang nomor satu di Kabupaten Bireuen ini mengingatkan pejabat BKPSDM agar membantu dan mempermudah tenaga honorer mendapatkan kesempatan jadi PPPK Paruh Waktu.

Baca Juga:  Tokoh Ulama Bireuen Berikan Dukungan Moral kepada Faisal Amsco

“Tolong Kepala BKPSDM bantu permudah mereka (pegawai non ASN). Jangan dipersulit. Kalau ada yang mempersulit laporkan langsung ke saya,” perintah Mukhlis.

Ia juga memastikan pendataan dan pengusulan pengangkatan PPPK Paruh Waktu dilakukan secara terbuka atau transparan.“Tidak ada permainan dalam proses ini,” tegasnya.

“Untuk saat ini tidak ada lagi penerimaan pegawai honorer. Ini aturan pusat. Jumlah pegawai non ASN lebih banyak dibandingkan PNS. APBK Bireuen Rp1,9 Triliun, 75 persen diantaranya untuk belanja pegawai,” sebutnya.

“Karena status PPPK Paruh Waktu, hendaknya gaji kami nanti juga dibayar separuh dari gaji PPPK penuh waktu. Kalau sekarang kami hanya terima Rp550 ribu perbulan, dan ada yang Rp150 ribu perbulannya.

“Kalau menurut Kami, jika daerah mampu pasti akan diberikan gaji yang tinggi, tetapi harus berpedoman pada regulasi yang ada,” pungkasnya.

Mendengar penjelasan dari Bupati, para Non ASN yang hadir mengaku sangat puas. Apalagi mereka disambut ramah oleh Bupati yang mempersilakan semua masuk ke ruang kerja Bupati, bukan hanya perwakilan.

Berita Terkait

21 Tahun MoU Helsinki, Ketua PC IPNU Bireuen Kritik Pemerintah Pusat: Jangan Abaikan Kesepakatan Damai Aceh
Peringati 21 Tahun MoU Helsinki, Kecamatan Jangka Gelar Zikir dan Doa Bersama
Arief Martha Rahadyan dan Harapan Generasi Muda: Dukungan Ujang Supriatin untuk Indonesia yang Lebih Produktif
GMNI Aceh Tengah Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Kebakaran Jagong Jeget
Camat dan Forum Reje Lut Tawar Salurkan Bantuan bagi Korban Kebakaran di Jagong Jeget
Dikira Embun, Ternyata Debu Selimuti Jalan Lintas Kutacane-Medan ‎
Dari Pinang Tak Produktif Menjadi Kebun Manfaat, SMA Negeri 1 Badar Sulap Halaman Sekolah Jadi Aset Pendidikan
Himpunan Mahasiswa hukum tata i 40 tabung gas LPJ,ambal,pakaian layak dankebutuhan sekolah, langsung kepada korban kebakaran di pasar jagong jeget kamis 13.agustus 2026
Berita ini 80 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 13 Agustus 2026 - 08:28

​Resmikan Jembatan Garuda di Girian Indah, Sekda Bitung dan Kajari Potong Pita Dampingi Vidcon Presiden

Selasa, 11 Agustus 2026 - 12:33

Patroli Dharma Dewata, Imigrasi Bali Amankan Puluhan WNA Nakal

Selasa, 11 Agustus 2026 - 11:16

​Harumkan Nama Daerah di Kancah Global, Wali Kota Bitung Minta Refaya Betah Kembali Berkarya di Tanah Kelahiran

Kamis, 30 Juli 2026 - 12:16

​Hendrik Siahaya Minta Pemda Tak Persulit Surat Domisili Warga Undocumented Keturunan Indonesia-Filipina

Senin, 27 Juli 2026 - 16:26

BERULANG KALI DISOROT, BELUM ADA TITIK TERANG! Dugaan “Dana Titipan” Rp7 Juta per Desa hingga Berbagai Isu Anggaran di Subulussalam Kian Mengguncang Kepercayaan Publik: Sampai Kapan Kepastian Hukum Dinanti?

Jumat, 24 Juli 2026 - 16:27

​Penyerahan SK Kewarganegaraan di Bitung, Wali Kota Hengky Honandar Dorong Penuntasan Status Warga Filipina-Sangihe

Rabu, 22 Juli 2026 - 09:04

Jangan Hakimi Kejari Tanpa Bukti! Penganggaran APBK Merupakan Wewenang Pemda dan DPRK.

Sabtu, 18 Juli 2026 - 11:00

Penuhi Misi Maritim Dunia, Kolonel Marvill Marfel Dampingi Kazona Tengah Bakamla Lepas KRI Bima Suci

Berita Terbaru

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x