TribuneIndonesia.com I Medan-Pertemuan para pengurus Palang Merah Indonesia dari berbagai daerah di Sumatera Utara mengarah pada satu tujuan.menentukan arah organisasi untuk lima tahun mendatang. musyawarah Provinsi XII bukan hanya agenda pergantian kepemimpinan, melainkan ruang mengevaluasi pekerjaan kemanusiaan yang terus diuji bencana, kebutuhan donor darah, hingga kesiapsiagaan relawan.
Hotel Grand Mercure Medan menjadi titik temu para pengurus PMI, unsur Forkopimda Sumatera Utara, perwakilan PMI Pusat, relawan, mitra kemanusiaan, serta sejumlah kepala daerah, Kamis, 23 Juli 2026. dari rombongan kepala daerah itu hadir pula Lom Lom Suwondo, menunjukkan perhatian terhadap peran PMI yang terus bersentuhan langsung dengan masyarakat.
Musprov XII PMI Sumatera Utara berlangsung selama dua hari, 23–24 Juli 2026, mengusung tema PMI Provinsi Sumatera Utara yang Profesional, Mandiri, dan dicintai masyarakat dalam Pelayanan Kemanusiaan. agenda itu dibuka Gubernur Sumatera Utara melalui Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Sumatera Utara, Basarin Yunus Tanjung.
membacakan sambutan gubernur, Basarin menilai tantangan kemanusiaan akan terus bertambah seiring perubahan zaman. Penanggulangan bencana, pelayanan donor darah, pendidikan kerelawanan, hingga kesiap siagaan warga membutuhkan peran banyak pihak. menurutnya, persoalan kemanusiaan tak mungkin dipikul oleh satu lembaga.
Ketua PMI Provinsi Sumatera Utara Rahmat Shah memanfaatkan forum itu untuk menengok perjalanan organisasi sepanjang masa bakti 2021–2026. Ia menyampaikan penghargaan kepada para pengurus, relawan, pemerintah daerah, dunia usaha, perguruan tinggi, media, serta berbagai pihak yang ikut menopang berbagai program kemanusiaan. Dukungan tersebut, menurutnya, menjadi bekal penting agar PMI tetap dipercaya dan makin dekat dengan masyarakat.
Rangkaian Musprov juga diisi pemberian apresiasi kepada relawan serta mitra kemanusiaan. Penghargaan itu menjadi pengingat bahwa kerja kemanusiaan jarang lahir dari sorotan, melainkan tumbuh melalui pengabdian panjang, kesiapan hadir saat bencana datang, dan kesediaan membantu tanpa membedakan latar belakang penerima pertolongan.
musyawarah itu akhirnya tak hanya berbicara tentang pergantian kepengurusan. yang dipertaruhkan ialah kemampuan PMI Sumatera Utara menjawab kebutuhan masyarakat di masa mendatang, ketika kecepatan bertindak, ketersediaan relawan, dan kepercayaan masyarakat menjadi ukuran utama keberhasilan organisasi kemanusiaan.(Ilham Gondrong)















