Peusangan di Banjiri Pedagang Timun Suri

- Editor

Sabtu, 1 Maret 2025 - 16:46

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bireuen | Tribuneindonesia.com

Selama bulan Ramadhan tahun ini pedagang timun suri membanjiri Jalan lintas nasional Medan-Banda Aceh, dari Gampong Tanjung Paya dan Gampong Pante Pisang kemukiman simpang Empat kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen.

Timun suri yang lebih dikenal dengan nama timun Wah, timun Wah ini dijual setelah dibungkus kulitnya dengan pelapak pisang sangat disukai oleh warga bahan berbuka puasa.Sabtu (1/3/2025).

Yusri islani warga Gampong Tanjong Paya pedagang boh timon wah ini di jalan lintas nasional mengatakan, harga timun Wah ini tergantung sangat tergantung ukurannya. Mulai dari harga Rp 15 ribu hingga Rp 25 ribu per buah. “Saya jual boh timon wah setiap tahun jika tiba bulan suci Ramadhan. Masyarakat sangat suka timun ini karena rasanya enak dan manis sekaligus bisa melepaskan dahaga”, katanya.

Baca Juga:  Wakapolda Aceh Panen Raya Jagung Tahap I secara Serentak di Kabupaten Pidie

Yusri Islani membeli timun suri tersebut langsung dari petani kebun didaerah Peusangan, banyak kita mengjumpai petani yang menanam timun suri tersebut, dia langsung menjemput timun suri itu yang sudah di pesan dan diangkut dengan becak nya.

Menjelang bulan Puasa Ramadhan dia sudah mulai berjualan timun suri. “Alhamdulillah beberapa hari ini dia memperoleh hasil keuntungan penjualan sekitar Rp. 150 ribu perhari nya. Mudah mudahan bulan suci ramadhan ini penjualan nya meningkat bisa meningkat, kalau tak ada hujan”, sebutnya.
Semoga di bulan suci bulan Ramadhan yang penuh Rahmat ini bisa meningkatkan ekonomi, pungkasnya.
(Umar A Pandrah).

Berita Terkait

Kepala SMA Negeri 2 Lawe Sigala-Gala Membangkang Sidang KIA, Terancam Sanksi Administratif hingga Pidana UU KIP
Korupsi Proyek Waterfront City Danau Toba Meledak, GM BUMN Ikut Ditahan, Negara Rugi Rp13 Miliar
Pelajaran Hukum dari Aceh Tengah: Saat “Mengamankan” Pelaku Kejahatan Berujung Tersangka
Sekolah Rakyat Berdiri di Tanah Sengketa, Pemko Medan Diduga Abaikan Proses Hukum
Kejari Aceh Tenggara Lantik Tiga Pejabat Eselon IV, Kajari Tegaskan Komitmen Kejaksaan Modern dan Profesional
Tahanan kabur di Pengadilan Negri Lubuk Pakam, Cipayung Plus desak pencopotan pejabat
Dua Kali Jadi Korban Pencurian, Mansyur Tarigan Malah Duduk di Kursi Terdakwa
Kebakaran Tewaskan Dua Pegawai Lapas Labuhan Bilik, Keluarga Soroti Dugaan Kekerasan
Berita ini 27 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 4 Februari 2026 - 07:30

Seruan Aksi Menguat, Mahasiswa Kepung DLH Deli Serdang, Gaungkan #ReformasiPolri

Minggu, 1 Februari 2026 - 16:14

Menjaga Marwah Profesi: Jurnalis Harus Tepat Memahami Istilah dan Fungsi Kerja

Kamis, 29 Januari 2026 - 04:41

Memahami Intrakurikuler, Kokurikuler, dan Ekstrakurikuler: Pilar Penting Pendidikan di Sekolah

Rabu, 28 Januari 2026 - 07:49

Polri di bawah Presiden menguatkan hati, pikiran, dan kerja

Rabu, 21 Januari 2026 - 11:22

Pengaruh Inflasi dan Biaya Logistik Pada Kenaikan Tarif TOL

Senin, 19 Januari 2026 - 00:00

Hati-Hati pada Senyum yang Terlalu Manis

Kamis, 15 Januari 2026 - 01:20

Pengawasan yang Disalahpahami: Antara Gudang BNPB dan Marwah Wakil Rakyat di Bireuen

Minggu, 11 Januari 2026 - 05:45

SOMASI: Gerakan yang Terlupakan dalam Riwayat Politik Lokal

Berita Terbaru

Oplus_131072

Pemerintahan dan Berita Daerah

Dana Fantastis Diduga Mengalir ke Rekening Pribadi, PPK RSUD Djoelham Binjai Disorot

Rabu, 4 Feb 2026 - 09:58

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x