TribuneIndonesia.com I Deli Serdang-Malam Sabtu mengubah Jalan Diponegoro menjadi panggung terbuka. arus kendaraan berhenti berganti langkah kaki. Anak-anak berlarian, kelompok remaja mengitari panggung, keluarga menikmati jajanan, sementara deretan stan produk lokal dipenuhi pengunjung yang berburu aneka hasil usaha rumahan.
tak ada jarak antara panggung dan penonton. Siapa pun dapat naik, memegang mikrofon, lalu memperlihatkan kemampuan. Lagu-lagu mengalun bergantian. Grup band tampil silih berganti. Komunitas seni mengisi sela pertunjukan. tepuk tangan datang hampir tanpa putus, mengiringi setiap penampilan.
di tengah keramaian, Lom Lom Suwondo muncul tanpa banyak protokol. Ia menghampiri warga, berbincang, lalu mengajak lebih banyak orang memanfaatkan panggung itu. baginya, ruang terbuka semacam ini layak menjadi tempat lahirnya keberanian untuk berkarya, bernyanyi, maupun menghibur orang lain.
ajakan itu segera menemukan jawabannya. beberapa anak maju membawa lagu andalan. komunitas musik mengambil giliran. Penonton tak hanya menikmati pertunjukan, tetapi ikut menciptakan irama melalui tepuk tangan dan sorak-sorak
di sisi lain jalan, denyut ekonomi bergerak tak kalah cepat. Pedagang makanan, minuman, kerajinan tangan, hingga produk kreatif lokal melayani antrian pembeli. banyak pengunjung datang bukan hanya mencari hiburan, melainkan juga membawa pulang hasil karya pelaku usaha setempat.
Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata, Yudi Hilmawan, menilai kegiatan itu terus berkembang menjadi ruang ekspresi bagi masyarakat. ragam penampilan yang tampil di panggung memperlihatkan banyak bakat tumbuh tanpa batas usia, mulai anak-anak, kelompok musik, hingga komunitas kreatif.
jalan Diponegoro pun menjelma lebih dari lintasan kendaraan. ruang itu berubah menjadi titik temu berbagai cerita.panggung bagi para penampil, pasar bagi pelaku usaha, sekaligus tempat warga menikmati akhir pekan. keramaian bukan lagi diukur dari banyaknya orang yang datang, melainkan dari banyaknya gagasan, karya, dan harapan yang menemukan ruang untuk tampil.(Ilham Gondrong)


















