Opini: Publik Dibingungkan Tiga Versi, Apakah Wacana Presiden Prabowo Terganjal?

- Editor

Minggu, 17 Agustus 2025 - 02:53

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh : Redaksi Tribune Indonesia

TribuneIndonesia.com

Publik kembali dibuat bingung. Tiga lembaga resmi negara mengeluarkan pernyataan berbeda terkait pendanaan Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes Merah Putih). Padahal, program ini sejatinya digagas Presiden Prabowo Subianto untuk memutus rantai kemiskinan di desa. Alih-alih memberi kepastian, perbedaan narasi justru menimbulkan keraguan di tengah masyarakat: apakah program strategis ini benar-benar siap dijalankan atau hanya jargon politik?

Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) menyebut Kopdes Merah Putih adalah amanat langsung Presiden. Skemanya bukan bagi-bagi dana hibah, melainkan pinjaman modal usaha agar koperasi bisa berbisnis sehat. Plafon pinjaman ditetapkan hingga Rp3 miliar, dengan pencairan berbasis kebutuhan. Mekanisme pembayaran bahkan diklaim transparan dan cashless, diawasi langsung melalui sistem Telkom.

Versi lain disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani. Ia menegaskan, dana koperasi tidak bersumber dari APBN langsung. Pemerintah hanya menempatkan dana di bank-bank Himbara, sementara koperasi dituntut membangun model bisnis mandiri. Bagi Menkeu, ini penting untuk menghindari moral hazard sekaligus memastikan program tidak menjadi ajang “bagi-bagi duit” seperti yang kerap terjadi pada proyek populis.

Sementara itu, pejabat teknis memaparkan model bisnis Kopdes Merah Putih lewat tujuh pilar usaha: gerai sembako, apotek desa, unit simpan pinjam, klinik desa, cold storage, logistik, dan kantor koperasi. Dengan skema ini, koperasi diharapkan bisa memangkas rantai pasok panjang, menyingkirkan peran tengkulak, serta mengikis praktik rentenir yang selama ini menjerat ekonomi masyarakat desa.

Baca Juga:  Arief Martha Rahadyan Dukung Penuh Pengembangan Bali Maritime Tourism Hub sebagai Proyek Strategis Nasional

Pertanyaan besar pun muncul: mengapa tiga lembaga resmi negara menyampaikan versi berbeda? Apakah ada ketidakjelasan dalam desain kebijakan, atau sekadar ketidakkompakan antar-kementerian dan lembaga? Publik tentu berhak khawatir. Tanpa kesatuan narasi, program ini bisa bernasib sama seperti program pemberdayaan desa sebelumnya—bagus di atas kertas, gagal di lapangan.

Wacana Presiden Prabowo untuk memutus mata rantai kemiskinan jelas terganjal jika kebingungan ini tidak segera diselesaikan. Bagaimana masyarakat desa bisa percaya jika pemerintah sendiri tidak berbicara dengan satu suara? Apalagi, pengalaman menunjukkan bahwa program tanpa regulasi jelas hanya akan menimbulkan masalah baru: tata kelola yang lemah, dana tak tepat sasaran, hingga korupsi.

Dan di sinilah masalah paling mendasar: apakah Presiden akan membiarkan kebijakan yang membawa nama besarnya dipermainkan oleh tafsir berbeda dari para pembantunya, atau justru turun tangan langsung untuk mengunci arah kebijakan? Jika Prabowo tidak segera mengambil langkah tegas, publik bisa menilai bahwa jargon “memutus rantai kemiskinan” hanyalah slogan kosong. Saatnya Presiden membuktikan, apakah program koperasi ini benar-benar untuk rakyat, atau sekadar ilusi yang mati sebelum berlari. (#)

Berita Terkait

​Gubernur Yulius Selvanus dan Menteri ESDM Bahas Percepatan Izin Tambang Rakyat Sulut
Demi Keselamatan Raja Ampat, Kepala BPBD Ingatkan Warga Hentikan Pembakaran Lahan
Wali Kota Bitung Bersama Jajaran Aspeksindo Audiensi Strategis Bareng KKP di Jakarta
Kebakaran Mengganas, Fraksi Demokrat Desak Bupati Siapkan Anggaran Tanggap Darurat
Puluhan Titik Api Kepung Waisai, Empat Pulau Besar Raja Ampat Mulai Terancam Kebakaran
Raih Juara di Tingkat Provinsi, Diskominfo Bitung Apresiasi Prestasi Girian Weru Dua dan TP PKK
IPMARAM Desak Pemda Raja Ampat Segera Wujudkan Asrama Permanen di Yogyakarta
IPMARAM Desak Pemda Raja Ampat Segera Wujudkan Asrama Permanen di Yogyakarta
Berita ini 36 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 03:17

Kapolres Aceh Timur Ngopi Bareng Bersama Elemen Masyarakat Peudawa, Bahas Narkoba hingga Tertib Berlalu Lintas

Selasa, 29 September 2026 - 15:41

BREAKING NEWS! APBD Perubahan Raja Ampat Disahkan, Mansur Shadan: Setiap Rupiah Harus Berdampak ke Rakyat

Selasa, 29 September 2026 - 13:57

Dibantah Kepala Satpol PP, Endi Tetap Bawa Dugaan Ancaman Wartawan ke Polda PBD”.

Selasa, 29 September 2026 - 01:56

Subuh Keliling, Langkah Kapolres Aceh Timur Merawat Harkamtibmas

Senin, 28 September 2026 - 16:33

Demi Keselamatan Raja Ampat, Kepala BPBD Ingatkan Warga Hentikan Pembakaran Lahan

Senin, 28 September 2026 - 15:29

BREAKING NEWS: Lonobi Membara, Tim Gabungan Berjibaku di Tebing Terjal

Senin, 28 September 2026 - 11:08

Rp1,27 Triliun di APBD Perubahan 2026, Wabup Raja Ampat Ajak Semua Pihak Kawal Pembangunan

Senin, 28 September 2026 - 09:02

Bentuk Tim Asesmen Terpadu, BNN Denpasar Tekankan Penindakan Tegas dan Rehabilitasi Humanis

Berita Terbaru

Headline news

Kabar Duka, Ibunda Kadisdik Simeulue Berpulang ke Rahmatullah

Rabu, 30 Sep 2026 - 07:14

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x