Meredam Konflik Melalui Diplomasi Meja Makan: Upaya Rekonsiliasi Pemuda Bitung

- Editor

Kamis, 12 Maret 2026 - 20:18

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bitung | Tribuneindonesia.comSuasana halaman Masjid Al-Amin Sarikelapa, Kelurahan Bitung Timur, Kecamatan Maesa, tampak berbeda pada Kamis sore, (12/03/26).

Puluhan pemuda yang biasanya tersekat oleh batas teritorial dan dendam lama, kini duduk berdampingan dalam satu deretan kursi yang sama.

​Langkah ini merupakan bagian dari misi besar Polres Bitung dan Pemerintah Kota Bitung untuk memadamkan api konflik antar-kelompok yang sempat memanas.

Melalui pendekatan humanis bertajuk buka puasa bersama, otoritas setempat berupaya merajut kembali simpul persaudaraan yang sempat terputus.


Kegiatan di Sarikelapa tersebut merupakan kelanjutan dari pertemuan serupa yang sebelumnya telah sukses digelar di Masjid Al Falah Empang pada Rabu, 11 Maret 2026.


Konsistensi ini menunjukkan bahwa upaya perdamaian di Kota Cakalang tidak dilakukan secara instan, melainkan melalui proses dialog yang berkelanjutan.

​Tepat pukul 17.30 WITA, jajaran pimpinan daerah mulai membaur di lokasi acara. Kehadiran Wakil Wali Kota Bitung Randito Maringka dan Kapolres Bitung AKBP Albert Zai menjadi sinyal kuat bahwa negara hadir untuk memastikan keamanan di tingkat akar rumput tetap terjaga.


Tidak hanya pejabat tinggi, pertemuan ini juga mempertemukan tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga organisasi kemasyarakatan.


Sedikitnya 30 pemuda dari wilayah Empang dan Sarikelapa hadir, menjadi saksi hidup atas dimulainya babak baru hubungan antar-lingkungan tersebut.

​Dalam narasi pembukanya, Panglima Adat Nusa Utara Kota Bitung, Mario Mamuntu, memberikan pesan mendalam.


Ia menegaskan bahwa energi besar yang dimiliki anak muda seharusnya menjadi modal pembangunan, bukan justru menjadi bahan bakar perkelahian yang sia-sia.


Mario secara spesifik menawarkan solusi bagi para pemuda yang memiliki hobi fisik agar menyalurkannya ke jalur prestasi.

“Kalau adik-adik punya hobi berlari atau bela diri, lebih baik disalurkan melalui kegiatan olahraga dan perlombaan,”

ucapnya dengan nada persuasif.

​Lebih lanjut, pihak adat berkomitmen untuk memfasilitasi setiap bakat pemuda melalui kerja sama dengan tokoh agama dan tokoh pemuda setempat.

Baca Juga:  Balada Perpisahan di Ruang Sarundajang

Hal ini dimaksudkan agar tidak ada lagi pemuda yang merasa tidak terwadahi hingga akhirnya terjerumus dalam konflik jalanan.

​Pemerintah Kota Bitung melalui Wakil Wali Kota Randito Maringka juga membawa kabar baik terkait program pemberdayaan.

Pemerintah berjanji akan melakukan pendataan khusus bagi anak-anak yang putus sekolah di wilayah terdampak konflik agar bisa mendapatkan pembinaan lebih lanjut.

Randito menekankan bahwa pendidikan dan perhatian pemerintah adalah kunci utama untuk memutus rantai kekerasan.

Ia berharap dengan adanya pendataan ini, masa depan pemuda Empang dan Sarikelapa tidak lagi suram akibat kurangnya akses kesempatan kerja atau edukasi.

​”Torang samua basudara. Mari torang jaga kebersamaan ini supaya Bitung tetap aman, damai, dan menjadi kota yang membanggakan,”

ujar Randito menggunakan dialek lokal yang kental, menekankan filosofi persaudaraan masyarakat Sulawesi Utara.

​Kapolres Bitung, AKBP Albert Zai, S.I.K., M.H., dalam arahannya memposisikan kepolisian sebagai pelindung sekaligus orang tua bagi para pemuda.


Ia menyatakan bahwa kehadiran Polri bukan sekadar penegakan hukum, melainkan bentuk kepedulian tulus terhadap masa depan generasi penerus.


​Kapolres mengingatkan para pemuda agar tidak menjadi korban provokasi atau hasutan yang merugikan. Menurutnya, potensi besar yang dimiliki setiap individu di sana akan sirna jika mereka terus terjebak dalam lingkaran permusuhan yang tidak berujung.

​”Kota Bitung ini milik kita bersama. Mari kita jaga dengan hati yang baik, sikap yang baik, dan perbuatan yang baik,”

tambah AKBP Albert Zai, mengajak para pemuda melakukan perubahan dari hal-hal kecil seperti menjaga etika pergaulan sehari-hari.

​Menjelang pukul 18.50 WITA, rangkaian acara ditutup dengan doa bersama dan makan malam penuh kehangatan yang menjadi simbol runtuhnya tembok pemisah.

Situasi yang berakhir kondusif ini memberikan secercah harapan bahwa stabilitas keamanan di wilayah Empang dan Sarikelapa akan terus bertahan lama. (Kiti)

Berita Terkait

Bukan Sekadar Tanpa Plang! P3-TGAI Desa Rikit Disorot: Pekerjaan Bergelombang, K3 Dipertanyakan, Aspirasi Dewan Ikut Disorot
Desa Kute Buluh Juara Evaluasi Desa Cantik Aceh Tenggara, Pengelolaan Data Jadi Fondasi Pembangunan
Ketika Sumber Daya Habis — Lalu Ke Mana Bangsa Ini Akan Melangkah?
Di Norwegia Melayani dengan Sederhana — Di Indonesia Justru Dilayani Berlebihan
Selamat Jalan Kak, Semoga Husnul Khatimah
Dinas DPKP Bireuen dan Bulog Gelar Gerakan Pangan Murah di Empat Kecamatan
H. Ruslan M. Daud Gandeng Poltekpel Malahayati Bekali Penyintas Banjir Bireuen
P3-TGAI Rp195 Juta Kuning II Disorot, Disebut Aspirasi Dewan PKB
Berita ini 0 kali dibaca

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Kamis, 13 Agustus 2026 - 03:07

Korban Penganiayaan Tak Punya Biaya Visum, Harapan Keadilan Syahril Seakan Terhenti

Minggu, 9 Agustus 2026 - 12:58

KELUARGA 8 TERDAKWA KASUS DUGAAN PEMALSUAN STNK DAN MOTOR BODONG DI SIMEULUE DESAK PENEGAKAN ASAS PERSAMAAN HUKUM*

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 12:41

Misteri Kematian Winda Lorenza Gowasa

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 00:22

Tanggal yang Tak Beres di Putusan Pengadilan Negri Lubuk Pakam

Kamis, 6 Agustus 2026 - 10:56

Gencarkan Budaya Antikorupsi, Kejari Bitung Sambangi Kampus STBM Dua Sudara

Rabu, 5 Agustus 2026 - 23:59

​Bentuk Agen Perubahan, Kejari Bitung Isi Pembekalan Revolusi Mental bagi Capaska

Kamis, 30 Juli 2026 - 17:15

​Sidang Praperadilan Lodewyk Pusung Ungkap Pengelolaan Dapur MBG di Manado, OC Kaligis: Dapurnya Ada dan Memenuhi Syarat

Kamis, 30 Juli 2026 - 12:45

​Kajari Bitung Hadiri FGD Evaluasi Restorative Justice di Kejati Sulawesi Utara

Berita Terbaru

Headline news

KINERJA PEMKAB SIMEULUE DAPAT PENGAKUAN NASIONAL TAHUN 2026

Kamis, 13 Agu 2026 - 03:37