Merasa Difitnah, Wartawan dan Forum Keuchik Muara Tiga Tegas Bantah Isu Pemerasan Geuchik

- Editor

Minggu, 24 Agustus 2025 - 05:28

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pidie | TRIBUNEIndonesia.com

Teuku Mustafa Ab, wartawan Tribun Indonesia, membantah keras tuduhan pemerasan terhadap para Geuchik di Kabupaten Pidie yang diarahkan kepada dirinya dan sejumlah rekannya. Ia menilai tudingan tersebut fitnah keji yang sengaja digoreng untuk menjatuhkan marwah profesi wartawan.

 “Berita itu murni fitnah. Saya dan rekan-rekan tidak pernah melakukan tindakan pemerasan seperti yang dituduhkan. Tuduhan ini hanya upaya kotor untuk membunuh karakter dan merusak citra pers,” tegas Teuku Mustafa Ab.

Sebagai putra daerah Pidie yang kini berdomisili di luar wilayah tersebut, ia merasa wajib meluruskan informasi sesat yang beredar di publik.

 “Saya memahami betul kondisi di kampung halaman. Isu pemerasan itu tidak ada dasar sama sekali. Ini adalah hoaks yang dipelintir demi kepentingan pihak tertentu,” tandasnya.

Sementara itu, Abdullah, perwakilan Forum Keuchik Muara Tiga, juga menepis tudingan yang menyebutkan adanya pemerasan saat kunjungan sejumlah wartawan ke wilayahnya beberapa waktu lalu.

“Pertemuan itu hanya diskusi biasa, dalam suasana akrab dan bersahabat. Tidak ada tekanan, tidak ada intimidasi, apalagi permintaan melampaui batas,” tegas Abdullah.

Ia juga menjelaskan, bantuan transportasi ke Langsa yang diberikan kepada wartawan murni bentuk apresiasi Forum Keuchik Muara Tiga terhadap silaturahmi dan dukungan tugas jurnalistik.

 “Tidak ada maksud tersembunyi. Kami sangat menyayangkan ada pihak yang dengan sengaja memelintir fakta dan menghembuskan isu fitnah. Ini jelas upaya merusak nama baik Forum Keuchik Muara Tiga sekaligus mencoreng profesi wartawan,” ujarnya.

Baik Teuku Mustafa maupun Forum Keuchik Muara Tiga menegaskan, mereka tidak akan tinggal diam. Pihak-pihak yang menyebarkan isu pemerasan disebut harus bertanggung jawab dan siap menghadapi konsekuensi hukum.

 “Kami minta aparat penegak hukum menindak tegas penyebar fitnah ini. Jangan biarkan profesi wartawan dan lembaga masyarakat dijadikan sasaran tuduhan palsu. Jika perlu, kami akan menempuh jalur hukum agar fitnah semacam ini tidak terulang kembali,” tutup Teuku Mustafa dengan nada geram. (Tim)

Baca Juga:  Ketua MPC Pemuda Pancasila  Junaidi Jhon Key mengapriasi atas tertangkap nya pelaku pembacokan Jaksa senior di kebun sawit  Desa Perbahingan

Berita Terkait

Kadis Kesehatan Agara Serahkan Data Sengketa Informasi Publik
Bau Busuk Anggaran Kesehatan Aceh Tenggara? Saidul LKGSAI Tantang Audit Total Puluhan Miliar!
STMA Trisakti Sukses Selenggarakan Babak Final Olimpiade Asuransi dan Aktuaria serta Kompetisi Pemberian Literasi Asuransi Tingkat Nasional Tahun 2026
Arizal Mahdi Pimpin Langsung Penyaluran Bantuan di Uning Mas, Relawan Peduli Rakyat Lintas Batas Perkuat Solidaritas Sosial di Pintu Rime Gayo
Manuver Politik di Tengah Krisis: Analisis Reputasi Ruslan Daud dalam Pemulihan Pascabencana Bireuen
Warga Tualang Baro Butuh Pemimpin Transparan demi Percepatan Perubahan Desa
P2BMI Desak Usut Dugaan Rangkap Jabatan Kadus Sena
Ratusan Warga Aceh Tamiang Protes Status TMK, Desak Audit Ulang Data Korban Banjir
Berita ini 158 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 12 Februari 2026 - 09:54

Modal Amblas di Proyek Kapal Tongkang, Investor GL Dituntut Pertanggungjawabkan Dana Puluhan Juta

Kamis, 12 Februari 2026 - 09:17

Dana Desa Rikit Bur II Rp646 Juta, Tapi Rp300 Juta Tak Jelas Jejaknya .

Kamis, 12 Februari 2026 - 08:14

Skandal “Dana Gaib” Rikit Bur II: Rp300 Juta Menguap dari Rincian Publik?

Kamis, 12 Februari 2026 - 07:55

Masyarakat Bireuen Kembali Mendapat Bantuan Sembako Dari HRD dan PKB Peduli

Kamis, 12 Februari 2026 - 05:30

Jasa Raharja DKI Bersama Satlantas dan Sudinhub Gelar Ramcheck Bus di Terminal Tanjung Priok

Kamis, 12 Februari 2026 - 03:41

Jelang Ramadhan, HRD Kembali Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir di Aceh Tengah

Kamis, 12 Februari 2026 - 02:27

Menelusuri Jejak Pasukan Tulungan: Aliansi Militer Minahasa dalam Perang Jawa

Rabu, 11 Februari 2026 - 15:18

Drama Tangsi Teling: Saat Merah Putih Biru Dirobek Menjadi Sang Saka di Tanah Minahasa

Berita Terbaru

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x