Menyambut Ramadhan: Saatnya Membersihkan Hati, Bukan Sekadar Mengisi Meja Makan

- Editor

Kamis, 12 Februari 2026 - 12:23

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TRIBUNEINDONESIA.COM Ramadhan kembali mengetuk pintu kehidupan kita. Bulan yang selalu dinanti dengan ucapan “Marhaban ya Ramadhan” itu sebentar lagi hadir. Namun pertanyaannya, sudahkah hati kita benar-benar siap menyambutnya?

Setiap tahun kita menyaksikan pemandangan yang hampir sama. Pasar penuh sesak, pusat perbelanjaan ramai, media sosial dipenuhi promo dan diskon besar-besaran. Kita sibuk menyiapkan menu sahur dan berbuka, sibuk membeli pakaian baru, sibuk merencanakan buka puasa bersama. Tetapi sering kali kita lupa menyiapkan sesuatu yang jauh lebih penting: hati dan iman kita.

Ramadhan bukan sekadar perubahan jadwal makan. Ia adalah bulan perubahan diri.

Ramadhan datang membawa pesan besar: membersihkan jiwa, menata ulang hidup, dan memperbaiki hubungan dengan Allah serta sesama manusia. Ia bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi tentang menahan amarah, menahan lisan dari menyakiti, dan menahan hati dari iri serta dengki.

Banyak di antara kita mungkin masih menyimpan dendam, belum meminta maaf kepada orang tua, masih ringan mengucap kata yang melukai, atau masih lalai dalam shalat. Lalu bagaimana mungkin kita berharap Ramadhan membawa keberkahan jika hati kita masih penuh dengan kotoran?

Ramadhan adalah kesempatan emas yang tidak semua orang dapatkan. Betapa banyak saudara kita yang tahun lalu masih berpuasa bersama, kini telah tiada. Ramadhan kali ini bisa jadi adalah yang terakhir bagi kita. Kesadaran inilah yang seharusnya menggugah hati masyarakat untuk tidak menyia-nyiakan bulan suci ini.

Sudah saatnya kita mengubah cara menyambut Ramadhan.

Baca Juga:  MTSN 5 Bireuen, menjadikan sekolah unggul dan lebih Modern Di Era Digital.

Bukan dengan memperbanyak belanja, tetapi memperbanyak istighfar.

Bukan dengan sibuk mencari menu berbuka terenak, tetapi sibuk mencari ampunan Allah.

Bukan dengan menghitung berapa banyak undangan buka bersama, tetapi menghitung berapa banyak Al-Qur’an yang akan kita baca.

Masyarakat hari ini membutuhkan Ramadhan sebagai momentum perbaikan moral. Di tengah maraknya fitnah, ujaran kebencian, korupsi, dan krisis keteladanan, Ramadhan harus menjadi cahaya. Ia harus menghidupkan kembali nilai kejujuran, kepedulian, dan empati sosial.

Ramadhan juga mengajarkan keadilan sosial. Saat kita menahan lapar, kita diingatkan pada jutaan saudara kita yang setiap hari hidup dalam kekurangan. Di sinilah sedekah, zakat, dan kepedulian sosial menemukan maknanya. Ramadhan bukan hanya tentang ibadah pribadi, tetapi juga tentang solidaritas kemanusiaan.

Mari kita sambut Ramadhan dengan langkah nyata: Membersihkan hati, memperbaiki shalat, mendekatkan diri pada Al-Qur’an, mempererat silaturahmi, dan memperbanyak amal kebaikan.

Jangan biarkan Ramadhan berlalu seperti angin yang hanya meninggalkan rasa kenyang saat berbuka. Jadikan ia sebagai titik balik kehidupan. Jika sebelum Ramadhan kita lalai, maka setelahnya kita harus berubah. Jika sebelumnya kita jauh dari Allah, maka setelahnya kita harus lebih dekat.

Ramadhan bukan hanya tamu tahunan. Ia adalah peluang keselamatan.

Semoga saat bulan suci itu benar-benar tiba, kita bukan hanya menjadi orang yang berpuasa, tetapi menjadi orang yang benar-benar bertakwa.

Karena pada akhirnya, yang Allah nilai bukan seberapa mewah hidangan berbuka kita, tetapi seberapa bersih hati kita saat bersujud.***

Berita Terkait

Cahaya Isra Mikraj di Batang Kuis Kapolsek AKP Salija Ajak Pemuda Tumbuhkan Generasi Beriman
Deli Serdang Teguhkan Syiar Islam dan Semangat Kebersamaan
Isra Miraj di Masjid Al Huda Berlangsung penuh Khidmat dan Meriah
SMAN 2 Delima: Perkuat Pendidikan Karakter dan Spiritualitas Siswa 
Mabit Ke Tiga Mumtaz Mahal Academy Hadirkan Malam Penuh Makna Bangun Iman Takwa dan Karakter Peserta Didik
20 Kafilah Ramaikan MTQ III Desa Jaharun B
Buka Lokasabha XII MGPSSR, Koster Ajak Pesemetonan Komit Jaga Adat dan Keutuhan Bali
Rajab dan Sya’ban Momentum Muhasabah, Arief Martha Rahadyan Ajak Umat Bersiap Menuju Ramadhan
Berita ini 0 kali dibaca

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Kamis, 12 Februari 2026 - 11:20

KPHP GUNONG DUREN LAKUKAN PENGAWASAN AKTIVITAS TAMBANG TIMAH DI KAWASAN HUTAN PRODUKSI SENUSUR SEMBULU

Kamis, 12 Februari 2026 - 10:51

Arief Martha Rahadyan Apresiasi Penguatan Kendali Alih Fungsi Lahan oleh Pemerintah

Rabu, 11 Februari 2026 - 10:17

Kadis Kesehatan Agara Serahkan Data Sengketa Informasi Publik

Rabu, 11 Februari 2026 - 09:13

Bau Busuk Anggaran Kesehatan Aceh Tenggara? Saidul LKGSAI Tantang Audit Total Puluhan Miliar!

Rabu, 11 Februari 2026 - 08:16

STMA Trisakti Sukses Selenggarakan Babak Final Olimpiade Asuransi dan Aktuaria serta Kompetisi Pemberian Literasi Asuransi Tingkat Nasional Tahun 2026

Rabu, 11 Februari 2026 - 06:37

Arizal Mahdi Pimpin Langsung Penyaluran Bantuan di Uning Mas, Relawan Peduli Rakyat Lintas Batas Perkuat Solidaritas Sosial di Pintu Rime Gayo

Senin, 9 Februari 2026 - 17:28

Manuver Politik di Tengah Krisis: Analisis Reputasi Ruslan Daud dalam Pemulihan Pascabencana Bireuen

Senin, 9 Februari 2026 - 08:06

Warga Tualang Baro Butuh Pemimpin Transparan demi Percepatan Perubahan Desa

Berita Terbaru

Pemerintahan dan Berita Daerah

Pengunjung IIMS 2026 Kaget! Ternyata Bisa Urus Ini Sekalian di Lokasi

Kamis, 12 Feb 2026 - 11:23