Masyarakat Gayo Perantauan: Jangan Ciptakan Polemik Baru, Dukung Swadaya Warga Perbaiki Jalan Bireuen–Bener Meriah

- Editor

Selasa, 23 Juni 2026 - 01:42

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TAKENGON | TribuneIndonesia.com – Tanggapan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh yang turun langsung meninjau kegiatan swadaya masyarakat memperbaiki ruas jalan nasional Bireuen–Bener Meriah di kawasan Tajuk Enang-Enang menuai reaksi dari masyarakat Gayo di perantauan.

Masyarakat menilai, di tengah keterbatasan anggaran dan lambannya penanganan kerusakan jalan, semangat gotong royong warga seharusnya mendapat apresiasi, bukan justru memunculkan polemik yang berpotensi menimbulkan kontroversi di tengah masyarakat.

Chaidir Toweren wakil Ketua Paguyuban Musara Gayo (MUSGA) Kota Langsa, mengatakan bahwa aksi swadaya yang dilakukan warga murni didasari kepedulian terhadap keselamatan pengguna jalan dan kebutuhan mobilitas masyarakat yang selama berbulan-bulan terganggu akibat kondisi jalan yang rusak parah.

“Kami berharap BPJN Aceh tidak menciptakan kontroversi baru. Yang dilakukan masyarakat adalah bentuk kepedulian terhadap daerahnya sendiri. Harusnya didukung dan diberikan apresiasi karena masyarakat membantu pemerintah demi kepentingan bersama,” ujarnya, Selasa (23/6/2026).

Menurutnya, pernyataan BPJN Aceh yang menyebutkan bahwa penanganan jalan tersebut baru diusulkan dalam anggaran tahun 2027 justru menimbulkan pertanyaan di kalangan masyarakat wilayah tengah Aceh.

“Mari berpikir dengan akal sehat dan menggunakan perasaan. Kalau memang baru dianggarkan tahun 2027, bagaimana nasib masyarakat selama menunggu? Tujuh bulan sudah berlalu masyarakat merasakan kesulitan bepergian keluar daerah akibat kondisi jalan yang memprihatinkan,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa ruas jalan Bireuen–Takengon merupakan jalur vital penghubung pesisir utara dengan wilayah tengah Aceh yang setiap hari dilalui kendaraan pengangkut hasil pertanian, kebutuhan pokok, hingga aktivitas pendidikan dan kesehatan masyarakat.

Karena itu, kata dia, wajar apabila masyarakat akhirnya mengambil inisiatif melakukan perbaikan secara swadaya demi mengurangi risiko kecelakaan dan memperlancar akses transportasi.

Baca Juga:  APKASI Otonomi Expo 2026 — Jelajahi Ragam Komoditas Indonesia Tanpa Batas

“Jangan sampai semangat gotong royong masyarakat malah dipandang negatif. Ketika negara belum hadir sepenuhnya melalui anggaran pembangunan, masyarakat berusaha membantu dirinya sendiri. Itu harus dihargai,” tegasnya.

Lebih lanjut, masyarakat Gayo juga mempertanyakan prioritas pembangunan infrastruktur jalan di Aceh. Mereka menilai terdapat kesan ketimpangan dalam percepatan pembangunan antara wilayah pesisir dan wilayah tengah.

“Terkadang kami masyarakat Gayo berpikir, mengapa di wilayah Bireuen dua jembatan sudah mulai dikerjakan, sementara jalan yang menjadi urat nadi masyarakat Aceh Tengah dan Bener Meriah sampai hari ini belum terlihat tanda-tanda akan dilakukan pembangunan secara nyata,” ungkapnya.

Menurut mereka, wilayah tengah Aceh memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian daerah, terutama dari sektor kopi Gayo yang telah dikenal hingga mancanegara. Oleh karena itu, akses transportasi yang layak menjadi kebutuhan mendesak yang tidak boleh diabaikan.

Masyarakat berharap pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan BPJN Aceh dapat segera memberikan perhatian serius terhadap kondisi jalan nasional tersebut tanpa harus menunggu terlalu lama.

“Jangan biarkan masyarakat terus menunggu dalam ketidakpastian. Jalan ini bukan sekadar aspal dan beton, tetapi menyangkut roda ekonomi, keselamatan, dan masa depan masyarakat wilayah tengah Aceh. Jika warga bergotong royong membantu pemerintah, maka sudah sepatutnya pemerintah berterima kasih, bukan malah menimbulkan perdebatan yang membuat masyarakat semakin kecewa,” tutupnya.

Hingga saat ini, semangat gotong royong masyarakat memperbaiki ruas jalan di kawasan Tajuk Enang-Enang masih mendapat dukungan luas dari berbagai kalangan. Warga berharap langkah tersebut menjadi perhatian serius pemerintah agar pembangunan jalan yang layak dapat segera direalisasikan demi kepentingan masyarakat Aceh secara keseluruhan. (Hus)

Berita Terkait

Ketua DPRK Raja Ampat Tegaskan APBD Perubahan 2026 Harus Tepat Sasaran
FKLL Jakarta Selatan Perkuat Sinergi Tangani Titik Rawan Kecelakaan di Jalan Ciputat Raya Kebayoran Lama
Kapolres Aceh Timur Silaturahmi ke Abu Paya Pasi, Perkuat Sinergi Polri dan Ulama
Peringati Maulid Nabi, Kapolres Aceh Timur Santuni puluhan Anak Yatim
Fraksi Otsus DPRK Raja Ampat Soroti Dana Otsus Rp268 Miliar: Jangan Hanya Jadi Angka di APBD
Wali Kota Langsa Buka Langsa Expo 2026, Dorong Kebangkitan UMKM dan Ekonomi Kreatif
Kapolres Bitung Imbau Warga Terdampak Tol Tak Blokir Jalan: Silakan Aspirasi, Tetap Taat Hukum
Dukung Program Ketahanan Pangan, Rutan Cipinang Dorong Kemandirian Warga Binaan melalui Produksi Tempe
Berita ini 0 kali dibaca

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 16:34

Ketua DPRK Raja Ampat Tegaskan APBD Perubahan 2026 Harus Tepat Sasaran

Sabtu, 26 September 2026 - 13:05

FKLL Jakarta Selatan Perkuat Sinergi Tangani Titik Rawan Kecelakaan di Jalan Ciputat Raya Kebayoran Lama

Sabtu, 26 September 2026 - 06:35

Peringati Maulid Nabi, Kapolres Aceh Timur Santuni puluhan Anak Yatim

Sabtu, 26 September 2026 - 05:17

Fraksi Otsus DPRK Raja Ampat Soroti Dana Otsus Rp268 Miliar: Jangan Hanya Jadi Angka di APBD

Sabtu, 26 September 2026 - 00:30

Wali Kota Langsa Buka Langsa Expo 2026, Dorong Kebangkitan UMKM dan Ekonomi Kreatif

Jumat, 25 September 2026 - 21:22

Kapolres Bitung Imbau Warga Terdampak Tol Tak Blokir Jalan: Silakan Aspirasi, Tetap Taat Hukum

Jumat, 25 September 2026 - 13:09

Dukung Program Ketahanan Pangan, Rutan Cipinang Dorong Kemandirian Warga Binaan melalui Produksi Tempe

Jumat, 25 September 2026 - 11:22

KRI SRIWIJAYA RESMI PERKUAT ARMADA TNI AL, PANGKORMAR HADIRI PERESMIAN KAPAL INDUK PERTAMA INDONESIA

Berita Terbaru

Feature dan Opini

Panggil BKPSDM Soal IPDN Dipertanyakan, Warga: Jangan Salah Sasaran!

Minggu, 27 Sep 2026 - 01:29