Korupsi Proyek Waterfront City Danau Toba Meledak, GM BUMN Ikut Ditahan, Negara Rugi Rp13 Miliar

- Editor

Selasa, 3 Februari 2026 - 00:07

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Medan | TribuneIndonesia.com Kasus dugaan korupsi proyek penataan kawasan strategis pariwisata nasional (KSPN) Danau Toba kian membesar. Setelah lebih dulu menahan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), kini Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara kembali menetapkan dan menahan satu tersangka baru dari unsur manajemen konstruksi, Senin (02/02/2026).

Tim Penyidik Bidang Pidana Khusus Kejati Sumut resmi menahan ET, yang saat proyek berjalan menjabat sebagai General Manager/Kepala Wilayah IV Medan PT Yodya Karya (Persero) periode 1 Agustus 2017 hingga 31 Desember 2023. ET juga berperan sebagai manajemen konstruksi sekaligus konsultan pengawas dalam pekerjaan konstruksi penataan Kawasan Waterfront City Pangururan dan Kawasan Tele, bagian dari proyek KSPN Danau Toba Tahun Anggaran 2022.

Penahanan ini menyusul langkah Kejati Sumut sebelumnya yang telah menahan ESK, selaku PPK sekaligus pejabat penandatangan kontrak kerja proyek tersebut pada 27 Januari 2026 lalu. Dengan masuknya nama ET, perkara ini menunjukkan dugaan korupsi tidak hanya berhenti di meja administrasi, tetapi merembet ke fungsi pengawasan teknis proyek.

Penyidik menyatakan penetapan ET sebagai tersangka dilakukan setelah ditemukan minimal dua alat bukti yang cukup. Dalam konstruksi perkara, ET diduga tidak menjalankan tugas pengawasan pekerjaan sebagaimana ketentuan kontrak, sehingga pelaksanaan proyek tidak terkendali sesuai spesifikasi dan aturan yang berlaku.

Kelalaian atau pembiaran dalam fungsi pengawasan itu diduga berujung pada kerugian keuangan negara mencapai Rp13 miliar. Angka ini menambah daftar panjang persoalan dalam proyek-proyek infrastruktur yang seharusnya menjadi wajah pariwisata nasional, tetapi justru tercoreng dugaan praktik korupsi.

Peran konsultan pengawas dalam proyek strategis sejatinya sangat vital. Mereka menjadi “mata dan telinga” negara di lapangan untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai desain, mutu, volume, dan nilai kontrak. Ketika fungsi ini diduga tidak dijalankan secara benar, dampaknya bukan hanya pada kualitas fisik proyek, tetapi langsung menghantam keuangan negara.

Baca Juga:  Gebernur Mualen " siap Jadikan Aceh Sebagai Negeri " Baldatun Thaibatur Warabburghafur "

Atas perbuatannya, tersangka ET dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) subsidair Pasal 3 jo Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001, serta dikaitkan dengan Pasal 603, 604 jo Pasal 20 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.

Pasal 2 dan Pasal 3 UU Tipikor dikenal sebagai pasal “inti” perkara korupsi, yang menjerat setiap orang yang secara melawan hukum memperkaya diri sendiri atau orang lain, atau menyalahgunakan kewenangan yang dapat merugikan keuangan negara.

Kasus ini pun menjadi sorotan karena proyek yang terseret merupakan bagian dari kawasan prioritas pariwisata nasional Danau Toba, yang selama ini digadang-gadang sebagai destinasi unggulan Indonesia. Alih-alih menjadi etalase pembangunan, proyek tersebut justru diduga menjadi ladang penyimpangan.

Kejati Sumut menegaskan proses penyidikan masih terus berjalan. Tidak tertutup kemungkinan akan ada pengembangan terhadap pihak lain yang diduga turut bertanggung jawab dalam perkara ini, baik dari unsur pelaksana, pengawas, maupun pihak yang memiliki kewenangan dalam proses proyek.

Publik kini menanti, sejauh mana penegakan hukum berani menelusuri aliran tanggung jawab dalam proyek bernilai besar tersebut, agar kasus ini tidak berhenti pada level teknis semata, tetapi menyentuh seluruh pihak yang diduga terlibat.

Ilham Gondrong

Berita Terkait

Mahkamah agung RI mengugat PKN ke PTUN Jakarta , sebuah Fradigma Utamakan kekuasaan
Gerak Cepat Polres Agara! Seorang Pria Penyalahguna Sabu di Babussalam Berhasil Diamankan
Diduga Ancam Pasien dengan Golok, Dokter di Bogor Dilaporkan ke Polisi
Kontributor tvOne Diduga Dianiaya Oknum ASN di Paluta Usai Lakukan Konfirmasi
Polres Aceh Tengah Periksa Dugaan Pungli Bantuan Kemensos
Tekan Overkapasitas Rutan Kelas I Medan Pindahkan 85 Napi Tipikor Selama 2025–2026
Dugaan Korupsi Proyek AMI PLN Rp5 Triliun, Relawan Desak KPK dan Kejagung Lakukan Penyelidikan
Rudenim Denpasar Deportasi WN Amerika Serikat Pembunuh Dalam Koper
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 20 Maret 2026 - 01:55

Peserta Mudik Nyaman Bersama IFG Group 2026 Resmi Dilepas, Jasa Raharja Perkuat Perlindungan Perjalanan Pemudik

Jumat, 20 Maret 2026 - 01:49

P Jasa Raharja Hadiri Pelepasan Mudik Gratis Polri Presisi 2026,Wujud Sinergi Negara Hadir dalam Melayani Masyarakat

Kamis, 19 Maret 2026 - 15:47

HRD Soroti Respon Bupati Bireuen;Jangan Jadikan Kritik Alasan Kehilangan Semangat Bantu Korban Banjir

Kamis, 19 Maret 2026 - 13:23

Hadir Resto Caffe Afgan di Matang Glumpangdua Bireuen akan di buka

Kamis, 19 Maret 2026 - 12:01

Jembatan Gantung Desa Simpur Jaya Sudah Bisa Difungsikan, Wujud Sinergi Polri dan Masyarakat

Kamis, 19 Maret 2026 - 09:46

Pastikan Kelancaran Operasi Ketupat Samrat 2026, Tim Itwasda Polda Sulut Audit Kesiapan Polres Bitung

Kamis, 19 Maret 2026 - 09:43

HRD Soroti Respons Bupati Bireuen;Jangan Jadikan Kritik Alasan Kehilangan Semangat Bantu Korban Banjir

Kamis, 19 Maret 2026 - 09:30

Momen Kehangatan di Mapolres Bitung: KBO Lantas Rayakan Hari Jadi ke-54 Secara Sederhana

Berita Terbaru