TribuneIndonesia.com I Deli Serdang-Deretan lintasan di Kolam Renang Cadika tak hanya menjadi arena perlombaan. dari tempat itu, sebuah pekerjaan yang selama ini kerap luput dari perhatian kembali mengemuka.mendata atlet. bukan urusan administratif belaka, melainkan pintu awal untuk membangun pembinaan yang lebih terarah dan membuka kesempatan bertanding pada level yang lebih tinggi.
Gagasan itu mengemuka dalam pelantikan pengurus Federasi Akuatik Indonesia tingkat kabupaten sekaligus pembukaan Bunda Yin Swimming Competition 2026, Minggu, 26 Juli 2026. dr. H. Asri Ludin Tambunan menilai pendataan atlet merupakan fondasi yang menentukan arah pembinaan. Atlet yang telah tercatat direncanakan memperoleh akses penggunaan kolam renang tanpa biaya sebagai bentuk dukungan terhadap proses latihan.
Langkah tersebut tidak berhenti pada urusan registrasi. Perencanaan peningkatan fasilitas renang juga mulai disiapkan agar kolam memenuhi standar pertandingan. Penyusunan desain dilakukan tahun ini, sedangkan pembangunan ditargetkan berlangsung pada 2027. targetnya sederhana, tetapi penting. menghadirkan arena yang mampu menampung kompetisi dengan standar yang lebih baik.
Pembinaan, menurutnya, tidak akan berjalan tanpa ruang kompetisi. Karena itu, agenda kejuaraan diharapkan berlangsung sedikitnya dua kali dalam setahun, bahkan lebih bila memungkinkan. Frekuensi pertandingan dipandang menjadi ukuran perkembangan kemampuan atlet sekaligus memperkaya pengalaman bertanding.
optimisme tersebut mendapat pijakan dari capaian atlet renang yang baru kembali dari Kuala Lumpur, Malaysia. Pada ajang 3rd MILO-KL Klasik Invitational Swimming Championships 2026, empat perenang berhasil naik podium. Sarah Emmanuella Nainggolan meraih peringkat kedua nomor 50 meter Backstroke G3 Novice Swimmers. Andini Artama finis kedua pada nomor 100 meter Backstroke G2 Novice Swimmers. Muhammad Dhaffa menempati posisi ketiga nomor 50 meter Backstroke G3 Novice Swimmers, sedangkan Azka Arief Fawzi membawa pulang peringkat ketiga nomor 50 meter Breaststroke G3 Novice Swimmers.
Ketua Dewan Pembina Bunda Yin Swimming Competition, Meriyawati Amelia Prasetio, memandang kejuaraan itu sebagai ruang pembinaan atlet sejak usia dini. harapannya, lahir perenang yang mampu bersaing pada level nasional hingga internasional, bahkan menembus Olimpiade.
di balik prestasi itu masih tersimpan pekerjaan rumah yang belum selesai. Ketua Federasi Akuatik Indonesia Sumatera Utara, Kabir Bedi, mengungkapkan dari sekitar 20 klub akuatik yang beraktivitas, baru enam yang terdaftar di Federasi Akuatik Indonesia. dari perkiraan 200 atlet aktif, hanya sekitar 80 yang telah memiliki nomor registrasi nasional.
Padahal, nomor registrasi menjadi syarat penting untuk mengikuti kejuaraan resmi secara berjenjang. Tanpa data yang lengkap, perjalanan atlet menuju kompetisi yang lebih tinggi kerap terhenti sebelum benar-benar dimulai. Karena itu, pendataan seluruh klub dan atlet dinilai menjadi langkah mendesak agar pembinaan berlangsung lebih terukur.
Bunda Yin Swimming Competition 2026 diikuti sekitar 200 atlet dari berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Utara. Sehari sebelumnya, kegiatan Fun Swimming menghadirkan sekitar 400 peserta. angka-angka itu memperlihatkan satu hal.minat terhadap olahraga renang terus tumbuh. tantangan berikutnya bukan lagi mencari bibit, melainkan memastikan setiap atlet tercatat, terbina, dan memiliki jalur yang jelas menuju prestasi.(Ilham Gondrong)

















