Ketua PENA PUJAKESUMA Terima Keluhan Warga Aceh Tamiang: Pasokan Gas Alam Terputus, PGN Diminta Bertindak Cepat

- Editor

Kamis, 10 Juli 2025 - 04:29

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Tamiang | TribuneIndonesia.com

Ketua PENA PUJAKESUMA, Purnawirawan TNI Zulsyafri, menerima laporan dari sejumlah warga Kabupaten Aceh Tamiang terkait terhentinya pasokan gas alam ke jaringan rumah tangga selama tiga hari berturut-turut, sejak 8 hingga 10 Juli 2025. Kondisi ini menimbulkan keresahan di tengah masyarakat, terutama para ibu rumah tangga yang aktivitas memasaknya lumpuh total.

“Banyak warga mengadu kepada kami. Mereka tidak hanya kesulitan memasak, tapi juga tidak mendapatkan informasi resmi mengenai penyebab gangguan tersebut,” ujar Zulsyafri kepada wartawan, Rabu (10/7/2025).

Siti, salah seorang warga Kota Lintang, Kecamatan Kota Kuala Simpang, mengungkapkan bahwa ia terpaksa beralih menggunakan gas elpiji 3 kg. Namun, ia kesulitan mendapatkan informasi terkait kemana harus melapor atas gangguan yang terjadi.

“Kami bahkan tidak tahu kantornya PGN di mana. Mau masak pun tidak bisa. Kompor gas elpiji juga harus diperbaiki dulu karena sudah lama tidak dipakai,” ungkapnya dengan nada kecewa.

Ia menambahkan bahwa tidak adanya pemberitahuan terlebih dahulu membuat warga terkejut dan panik saat aliran gas tiba-tiba berhenti. “Tidak ada pengumuman sama sekali, tahu-tahu gas mati. Kami harus keluar uang lagi untuk memperbaiki peralatan dapur,” keluh Siti.

Baca Juga:  Polisi Hadir, Arus Balik Kualanamu Aman Terkendali

Keluhan serupa disampaikan oleh Saiful, warga Kampung Landok, Kecamatan Rantau. Ia menuturkan bahwa seluruh kegiatan memasak di rumahnya terhenti. Kompor gas elpiji yang telah lama tidak digunakan kini dalam kondisi rusak.

“Mau masak air saja tidak bisa. Terpaksa beli makanan dari luar. Kalau begini terus, kami akan tuntut hak kami sebagai konsumen,” ujarnya tegas.

Atas peristiwa ini, warga mendesak Perusahaan Gas Negara (PGN) untuk segera memberikan klarifikasi dan solusi atas gangguan yang terjadi. Masyarakat meminta agar PGN bertindak cepat memperbaiki pasokan dan aktif memberikan informasi kepada pelanggan bila ada gangguan teknis.

“Jangan biarkan rakyat dibiarkan menebak-nebak. Ini menyangkut kebutuhan dasar, PGN harus hadir dengan pelayanan yang transparan dan bertanggung jawab,” tutup Zulsyafri.

Gangguan pasokan gas alam ini menjadi pelajaran penting mengenai perlunya peningkatan komunikasi dan akuntabilitas dalam layanan publik, terutama dalam hal kebutuhan energi rumah tangga yang vital. (Z)

Berita Terkait

Petani Batang Kuis Mengaku Diintimidasi, Ketua Ranting PP Batang Kuis Disorot
dr. Laura Christanty, Sp.A.: Menangis di Tengah Badai, Tetap Bertahan Melayani Anak-Anak Raja Ampat
Dokter Anak Belum Ada, DPRK Raja Ampat Siap panggil Direkrut RSUD Waisai.
Kapolres Langsa Sambangi SMA Negeri 3, Tekankan Disiplin dan Bahaya Kenakalan Remaja
Ketiadaan Dokter Spesialis Anak di RSUD Waisai Jadi Tanda Tanya, Ferdinan Dimara Sampaikan Harapan Orang Tua
DPRK Raja Ampat Siap Panggil Direktur RSUD Waisai, Pemindahan Dokter Spesialis Anak Dipertanyakan
Anak Terbaring di RSUD Waisai, Keluarga Keluhkan Ketiadaan Dokter Spesialis Anak
PEPABRI, TAMPERAK, dan PENA PUJAKESUMA Soroti Banjir Aceh Tamiang: Penebangan Hutan dan Tambang Liar Disinyalir Jadi Pemicu
Berita ini 102 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 04:48

Polsek Jeunib Padukan Patroli Lapangan dan Aplikasi Lancang Kuning Demi Cegah Karhutla

Selasa, 20 Oktober 2026 - 03:55

Tiga Kecelakaan Dalam Sebulan, Kapolres Aceh Tenggara Ingatkan Pelajar Bahaya Laka Lantas

Selasa, 20 Oktober 2026 - 03:16

Edi Obama Dorong Beasiswa Gratis dan Transparansi Aset Wakaf Jelang MUSLIM ke-X

Selasa, 20 Oktober 2026 - 03:05

HRD Imbau Pengurus DPC, DPAC hingga DPRt PKB se-Aceh Aktif di Media Digital, Viralkan Setiap Kegiatan Partai

Senin, 19 Oktober 2026 - 14:14

Gempa Dangkal M4.3 Guncang Gayo Lues, Dipicu Aktivitas Sesar Besar Sumatra Segmen Oreng

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:56

dr. Laura Christanty, Sp.A.: Menangis di Tengah Badai, Tetap Bertahan Melayani Anak-Anak Raja Ampat

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:33

Sambut Maulid Nabi 1448 H, SMAN 2 Peusangan Siap Gelar Peringatan Khidmat Rabu Besok

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:20

BMKG Mengeluarkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem di Aceh: Hujan Lebat dan Angin Kencang Melanda hingga Pukul 23:00 WIB

Berita Terbaru

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x