Peusangan/Tribuneindonesia.com
Menjelang Musyawarah Almuslim (MUSLIM) ke-X, tokoh masyarakat Peusangan Raya, Edi Saputra atau yang akrab disapa Edi Obama, mengajak masyarakat untuk menjaga suasana tetap kondusif sekaligus mendorong transparansi penuh dalam pengelolaan aset wakaf Yayasan Almuslim. Edi menegaskan bahwa momentum pergantian pengurus ini harus dijadikan pijakan untuk mengembalikan kemaslahatan umat, terutama di bidang pendidikan.
Masa kepengurusan Yayasan Almuslim yang segera berakhir memicu perhatian luas dari berbagai elemen masyarakat. Edi Obama menyatakan bahwa perhatiannya ini murni merupakan tanggung jawab moral untuk menjaga harta wakaf, bukan karena ambisi mengejar jabatan atau kekuasaan pribadi.
Transparansi Aset Wakaf dan Pertanggungjawaban
Edi menekankan bahwa masyarakat Peusangan Raya memiliki hak penuh untuk mengetahui kondisi keuangan dan status aset yang dikelola oleh pihak yayasan.
• Keterbukaan Informasi: Masyarakat berhak mengetahui lokasi aset, jumlah pendapatan bulanan serta tahunan, hingga rincian pertanggungjawabannya.
• Amanah Moral: Edi bergerak menyuarakan hal ini karena menerima titipan aspirasi dan kegelisahan dari sejumlah pemilik mandat dan suara sah yang merasa tidak leluasa berbicara langsung.
• Sikap Terbuka: Pengurus yang meyakini telah berjalan di jalur yang benar semestinya tidak perlu takut terhadap pertanyaan, kritik, ataupun tuntutan keterbukaan dari warga.
Prioritas Beasiswa dan Keringanan Biaya Pendidikan
Lebih lanjut, Edi menitipkan harapan besar agar kepengurusan Yayasan Almuslim periode mendatang memprioritaskan hasil pengelolaan wakaf untuk memperluas akses pendidikan. Fokus utama harus diberikan kepada anak-anak dari keluarga kurang mampu, anak yatim, dan fakir miskin.
Ia mendorong lahirnya program beasiswa dan pendidikan gratis, serta pemberian keringanan biaya bagi generasi muda yang ingin memperdalam ilmu agama di Pesantren Almuslim. Menurutnya, keterbatasan ekonomi tidak boleh menjadi penghalang bagi anak-anak Peusangan Raya untuk meraih masa depan yang cerah.
Tolak Intimidasi dan Adu Domba
Merespons dukungan dari para Tgk. Mukim, Tgk. Keuchik, dan Tgk. Imum, Edi mengingatkan semua pihak agar tidak menyikapi perbedaan pendapat dengan cara-cara yang represif. Keterbukaan harus dijawab dengan data dan pertanggungjawaban yang jujur, bukan dengan menyebarkan teror atau fitnah.
Ia menyerahkan seluruh penilaian dan keputusan masa depan yayasan kepada nurani para pemilik mandat yang sah dalam forum musyawarah nanti. Siapa pun putra daerah yang memenuhi syarat memiliki kesempatan yang sama untuk memimpin, selama mampu menjaga amanah dan membawa kemaslahatan bagi masyarakat Peusangan Raya.














