GAYO LUES/Tribuneindonesia.com
Kabupaten Gayo Lues dan sekitarnya diguncang gempa bumi tektonik pada Senin malam, 19 Oktober 2026 pukul 20:46:11 WIB. Hasil analisis terbaru dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan bahwa gempa ini memiliki kekuatan magnitudo M4.3.
Pusat gempa atau episenter terletak pada koordinat 4.19° LU dan 97.55° BT. Lebih tepatnya, pusat getaran berada di darat pada jarak 32 kilometer arah Timur Laut Kabupaten Gayo Lues, Aceh, dengan kedalaman hiposenter yang cukup dangkal yaitu 10 kilometer.
Melihat lokasi episenter dan kedalamannya, BMKG menyatakan bahwa ini merupakan jenis gempa bumi dangkal. Gempa tersebut dipicu langsung oleh adanya aktivitas Sesar Besar Sumatra, khususnya pada segmen Oreng.
Berdasarkan laporan yang diterima dari masyarakat, guncangan gempa ini dirasakan cukup nyata di beberapa wilayah:
- Kabupaten Gayo Lues: Dirasakan dengan skala intensitas III MMI. Pada skala ini, getaran dirasakan nyata di dalam rumah dan terasa seakan-akan ada truk besar yang sedang berlalu.
- Aceh Timur: Dirasakan dengan skala intensitas II MMI, di mana getaran hanya dirasakan oleh beberapa orang dan membuat benda-benda ringan yang digantung bergoyang.
Hingga saat ini, BMKG maupun otoritas setempat belum menerima adanya laporan mengenai kerusakan bangunan atau fasilitas umum akibat dampak gempa bumi tersebut.
Selang beberapa menit setelah gempa utama, hasil monitoring BMKG hingga pukul 20:59 WIB mencatat telah terjadi 1 kali kejadian gempa bumi susulan (aftershock).
Pihak BMKG mengimbau kepada seluruh masyarakat di wilayah terdampak agar tetap tenang dan waspada terhadap potensi gempa susulan.
Warga juga diingatkan untuk tidak terpengaruh oleh isu-isu liar atau informasi hoaks yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya, serta selalu memantau pembaruan informasi resmi melalui kanal komunikasi BMKG.