Kelangkaan BBM di Sumut Berlanjut, Formapera Desak Presiden dan Aparat Usut Penyebab Distribusi Terganggu

- Editor

Selasa, 14 Juli 2026 - 11:41

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Medan – Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang telah berlangsung selama sepekan di berbagai wilayah Sumatera Utara, termasuk Kota Medan, masih belum teratasi. Kondisi tersebut memicu antrean panjang di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), sementara sebagian SPBU lainnya terpaksa menghentikan pelayanan karena kehabisan stok.

Di tengah situasi tersebut, PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut menyatakan distribusi BBM tetap berjalan dan telah dioptimalkan. Namun, kondisi di lapangan dinilai belum sepenuhnya mencerminkan normalisasi pasokan.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Forum Masyarakat Pemantau Negara (DPN Formapera), Teuku Yudhistira, menilai kelangkaan BBM yang berkepanjangan telah menimbulkan keresahan di tengah masyarakat dan berpotensi mengganggu aktivitas ekonomi.

“Jangan Pertamina hanya mengklaim distribusi BBM lancar, sementara fakta di lapangan menunjukkan antrean panjang dan banyak SPBU kehabisan stok. Masyarakat yang merasakan langsung dampaknya,” kata Yudhistira di Medan, Selasa (14/7/2026).

Ia mendesak Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk segera mengambil langkah konkret dalam mengatasi persoalan tersebut. Menurutnya, apabila tidak segera ditangani, kondisi itu berpotensi memengaruhi stabilitas keamanan dan aktivitas masyarakat.

Selain itu, Yudhistira juga meminta Kepolisian Daerah Sumatera Utara mengusut penyebab pasti terganggunya distribusi BBM, termasuk kemungkinan adanya praktik penyimpangan dalam rantai distribusi apabila ditemukan bukti.

Di sisi lain, sejumlah pengusaha SPBU dan masyarakat Sumatera Utara diketahui telah mengirimkan surat terbuka kepada Dewan Pimpinan Pusat (DPP) dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Hiswana Migas Medan pada 13 Juli 2026.

Dalam surat tersebut, mereka menyampaikan bahwa krisis pasokan BBM telah menyebabkan antrean kendaraan di berbagai daerah seperti Medan, Binjai, Deli Serdang, Langkat, Serdang Bedagai, Tebing Tinggi, Asahan, Batu Bara, Tanjung Balai, hingga sejumlah wilayah lainnya.

Baca Juga:  ​Ciptakan Kawasan Kondusif, Polres Bitung dan PT Pelindo Tingkatkan Kewaspadaan Kamtibmas

Para pengusaha SPBU mengaku mengalami kerugian akibat pasokan BBM yang tidak kunjung tiba meskipun telah melakukan pemesanan sesuai prosedur. Mereka tetap harus menanggung biaya operasional, pembayaran gaji karyawan, listrik, pajak, dan pengeluaran lainnya meski tidak memperoleh pendapatan dari penjualan BBM.

Melalui surat terbuka itu, mereka juga mempertanyakan sikap Hiswana Migas yang dinilai belum menyampaikan pernyataan resmi terkait kondisi tersebut. Para pengusaha meminta organisasi segera mengambil langkah untuk memperjuangkan kepentingan anggotanya, mendesak Pertamina mempercepat normalisasi distribusi, serta menyampaikan perkembangan penanganan secara terbuka kepada masyarakat.

Sebelumnya, PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut menyatakan telah melakukan berbagai upaya untuk menjaga pasokan BBM di Sumatera Utara.

Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Sumbagut PT Pertamina Patra Niaga, Fahrougi Andriani Sumampouw, dalam keterangan tertulis pada 10 Juli 2026 menyebutkan pihaknya telah menambah 15 unit mobil tangki serta 30 Awak Mobil Tangki (AMT) bantuan guna memperkuat distribusi BBM dari Fuel Terminal Medan menuju SPBU di berbagai wilayah.

Menurut Pertamina, optimalisasi distribusi dilakukan seiring meningkatnya konsumsi BBM selama masa libur sekolah. Perusahaan juga mengaku terus memantau stok di Fuel Terminal dan SPBU serta memprioritaskan pengiriman ke lokasi yang membutuhkan pasokan.

Pertamina mengimbau masyarakat tetap tenang dan membeli BBM sesuai kebutuhan, sembari menegaskan komitmennya untuk terus berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan agar distribusi energi di Sumatera Utara kembali normal.

Berita Terkait

Selesaikan Persoalan Tanpa Dokumen, Ratusan Warga Keturunan Filipina di Bitung Jalani Verifikasi Faktual Terakhir
Antisipasi Kemacetan Nataru 2027, IWO Bali Minta Komisi III DPRD Bali Perjuangkan Perbaikan Jalur Gilimanuk
Rumah Hampir Rampung, PBG di Percut Sei Tuan Dipertanyakan
Tragedi Kebakaran Melanda Rumah Makan Rusni di Jantung Kota Bitung
IWO Bali Soroti Keluhan Warga soal Perbaikan Jalan Gajah Mada, Nyoman Suyasa Sentil Lemahnya Koordinasi PU dan PDAM
Dikawal Paguyuban Driver, Perda Angkutan Sewa Khusus Bali Akhirnya Kantongi Nomor Register
Nelayan Meosmanggra Temukan Dugaan Bom Ikan di Waigeo Barat, Ketua HMNI Desak Aparat Bertindak
Pemkot Bitung Dukung Program KBK Keuskupan Manado, Fungsikan Lahan Tidur untuk Tekan Inflasi
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 04:08

Diduga Dipicu Dendam Pribadi dan Oknum PPPK, Aksi GPM di CV Menara Biru Bakal Dihadang Massa BPPKB Banten

Minggu, 1 November 2026 - 03:03

Polsek Peusangan Intensifkan Patroli dan Sosialisasi Maklumat Kapolda Aceh Mencegah Karhutla

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 05:34

Brigjen TNI Kohir Raih Star Iconic Awards 2026 

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 03:33

Proyek P3-TGAI Desa Salang Alas Diduga Asal Jadi dan Diperjualbelikan, Polres Agara Didesak Turun Tangan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 02:02

Mencetak Generasi Holistik di Kota Santri, LATANSA Boarding School Bireuen Resmi Hadirkan Konsep Pendidikan Berbasis 5 Pilar Utama

Jumat, 30 Oktober 2026 - 11:59

Bireuen Darurat Judol & Narkoba: Kapolres AKBP Yulhendri Tabuh Genderang Perang!

Jumat, 30 Oktober 2026 - 11:29

PT Jasa Raharja (Persero) Kantor Wilayah Utama DKI Jakarta Dukung Operasi Patuh Jaya 2026, Perkuat Sinergi Wujudkan Lalu Lintas Berkeselamatan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 11:27

PT Jasa Raharja (Persero) Kantor Wilayah Utama DKI Jakarta Berkolaborasi dalam menangani Kemacetan dan Keselamatan Lalu Lintas Bersama Stakeholders

Berita Terbaru

Sosial

Brigjen TNI Kohir Raih Star Iconic Awards 2026 

Sabtu, 31 Okt 2026 - 05:34