LABUHAN BATU | TribuneIndonesia.com — Peristiwa kebakaran yang menewaskan dua orang, Samuel Alexsander Pandiangan dan James Purba, pada Minggu malam (21/12/2025) di Jalan Panglima Sudirman, Kelurahan Labuhan Bilik, Kabupaten Labuhan Batu, kini dalam penanganan Satreskrim Polres Labuhan Batu.
Dalam proses penyelidikan, penyidik Satreskrim Polres Labuhan Batu telah memeriksa sejumlah saksi, termasuk orang tua kedua korban dan beberapa rekan kerja korban di Lapas Kelas III Labuhan Bilik.
Adapun saksi-saksi yang telah dimintai keterangan yakni Mariama Gustiani Sibarani, orang tua Samuel Alexsander Pandiangan, Juni Iskandar Purba, orang tua James Markus Purba, serta Samuel Syahputra Sinaga, Maulana Akbar Alhakim, Fadyisa Ragel Merdeka, Alfian Crishman Siahaan, dan Ahmad Taufik Anhar Nasution, yang seluruhnya merupakan pegawai Lapas Kelas III Labuhan Bilik.
Meski penyelidikan masih berjalan, pihak keluarga korban mengaku menemukan kejanggalan dalam hasil otopsi yang disampaikan penyidik. Keluarga menyebut, selain luka bakar, terdapat dugaan benturan pada bagian kaki korban Samuel Alexsander Pandiangan yang mengarah pada kemungkinan adanya unsur kekerasan sebelum korban meninggal dunia.
Hal tersebut memicu kecurigaan keluarga bahwa kematian kedua korban tidak semata-mata akibat kebakaran. Mereka mendesak kepolisian untuk mengusut tuntas dugaan adanya tindak pidana lain di balik peristiwa tragis tersebut.
Mariama Gustiani Sibarani, orang tua Samuel, berharap proses hukum dilakukan secara transparan dan menyeluruh. Ia meminta aparat penegak hukum mengungkap pelaku serta pihak yang diduga menjadi dalang di balik kematian anaknya dan satu korban lainnya.
“Kami berharap kepolisian, khususnya Polres Labuhan Batu, dapat mengungkap secara terang siapa pelaku dan siapa otak di balik kematian anak kami dan rekannya. Kematian ini terasa tidak wajar, seolah ada skenario yang disusun,” ujar Mariama dengan nada tegas.
Ia juga menyatakan, apabila penanganan kasus ini berlarut-larut tanpa kejelasan, pihak keluarga tidak segan membawa persoalan ini ke ruang publik yang lebih luas.
“Jika tidak ada kejelasan, kami akan memviralkan kasus ini ke seluruh dunia agar mendapat perhatian dari semua pihak, demi keadilan atas kematian anak-anak kami,” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih terus melakukan pendalaman terhadap keterangan saksi dan hasil forensik guna mengungkap penyebab pasti kematian kedua korban.
(TribuneIndonesia)














