Kapten Sunyi Penjaga Kejayaan Sunardi B, Ikon Kepemimpinan Abadi PSMS Medan

- Editor

Minggu, 26 April 2026 - 03:09

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MEDAN I TribuneIndonesia.comDalam lembar panjang sejarah PSMS Medan, nama Sunardi B berdiri kokoh sebagai pemimpinan yang tenang namun menentukan. Ia bukan tipe kapten yang gemar mencari sorotan, melainkan sosok yang membiarkan keteladanan berbicara melalui sikap, konsistensi, dan keberanian mengambil tanggung jawab di saat-saat paling krusial.

hingga kini, Sunardi B masih dikenang sebagai satu-satunya kapten yang mampu membawa PSMS Medan meraih gelar juara Divisi Utama Perserikatan dua kali berturut-turut sebuah capaian yang tak hanya menjadi prestasi, tetapi juga penanda era keemasan Ayam Kinantan.

Era 1980-an merupakan masa ketika sepak bola Indonesia dipenuhi romantisme, loyalitas di stadion yang bergemuruh. dalam kerasnya persaingan kompetisi Perserikatan yang dikelola PSSI, PSMS Medan tampil sebagai kekuatan besar, dengan Sunardi B menjadi poros kepemimpinan di atas lapangan.

bermain di posisi kunci, ia dikenal sebagai pemain disiplin dengan kecerdasan membaca permainan yang tinggi. Sunardi B mampu menjaga keseimbangan tim, sekaligus menjadi penenang dalam tekanan. Kepemimpinannya tidak hadir lewat teriakan, melainkan melalui ketenangan yang menular kepada rekan-rekannya.

Puncak kejayaan pertama datang pada musim 1983. Dalam partai final yang sarat tekanan, Sunardi B dipercaya mengenakan ban kapten, menggantikan Zulham Effendi Harahap. Laga berlangsung ketat tanpa gol hingga perpanjangan waktu, memaksa penentuan melalui adu penalti. dalam situasi genting tersebut, Sunardi B tampil sebagai pemimpin yang mampu menjaga fokus tim.

PSMS Medan akhirnya keluar sebagai juara setelah menundukkan Persib Bandung dengan skor 3–2 dalam drama adu penalti sebuah kemenangan yang menegaskan mental baja skuad Medan.

Dua tahun berselang, sejarah kembali berpihak. Pada 1985, Sunardi B kembali memimpin PSMS Medan, kali ini dengan peran ganda sebagai kapten sekaligus asisten pelatih. Final tersebut tercatat sebagai salah satu pertandingan paling monumental dalam sejarah sepak bola nasional, disaksikan sekitar 150 ribu penonton sebuah rekor yang masih dikenang hingga hari ini.

Baca Juga:  Fajri Dawi Ilham : Satu Satunya Putra Simeulue yang Ikut Piala Soeratin U- 17 yang Berlangsung di Stadion Blang Fase Kota Sigli dari Tanggal 18 s/d 27 Agustus 2025.

Laga berjalan dramatis dan berakhir imbang 2–2 hingga perpanjangan waktu, sebelum kembali ditentukan melalui adu penalti. PSMS Medan memastikan gelar juara, sekaligus menegaskan dominasi dan konsistensi tim di bawah kepemimpinan Sunardi B.

di luar level klub, Sunardi B juga mencatatkan kontribusi penting bersama tim PSSI Wilayah I. Ia menjadi bagian dari skuad yang menghadapi Ajax Amsterdam di Medan pada 1984—sebuah laga prestisius yang mempertemukan sepak bola Indonesia dengan salah satu raksasa Eropa. Kemenangan dalam pertandingan tersebut menjadi catatan bersejarah, sekaligus menunjukkan kualitas pemain-pemain Perserikatan di mata internasional.

Usai final 1985, Sunardi B memutuskan gantung sepatu. Keputusan itu menandai akhir kariernya sebagai pemain, namun bukan akhir pengabdiannya. Ia beralih menjadi pelatih, mengabdikan pengalaman dan ilmunya sebagai asisten pelatih tim PON Sumatera Utara serta pelatih PSMS Medan.

dalam peran barunya, ia kembali menunjukkan dedikasi tinggi dengan membawa tim melaju hingga babak enam besar sebuah bukti bahwa kepemimpinannya tetap relevan, bahkan tanpa ban kapten di lengannya.

Lahir pada 17 Januari 1952 di Simalungun, Sumatera Utara, Sunardi B merupakan potret pemain yang mengabdi sepenuh hati. Setelah meninggalkan dunia sepak bola, ia memilih menjalani kehidupan sederhana dengan fokus pada pekerjaannya di PTP sebuah pilihan yang mencerminkan karakter rendah hati yang ia tunjukkan sepanjang karier.

Kini, nama Sunardi B mungkin tak lagi sering disebut oleh generasi baru. Namun, jejaknya tetap terpatri kuat dalam sejarah PSMS Medan. Ia adalah kapten sunyi yang menjaga kejayaan, pemimpin yang membuktikan bahwa keteguhan dan keteladanan mampu melahirkan prestasi abadi.

Bagi Ayam Kinantan, Sunardi B adalah legenda ia adalah bagian dari identitas yang tak tergantikan.

Ilham Gondrong

Berita Terkait

Tanpa Beban, PSMS Medan Siap Tutup Musim dengan Kemenangan di Hadapan Publik Sendiri
Muskot POBSI Sabang 2026–2030 Berlangsung Sukses, Perkuat Organisasi dan Tegaskan Biliar sebagai Olahraga Prestasi
Asita Bali Bertemu Gubernur Koster, Bahas Agenda Tahunan
Rizky Irfansyah Bawa Pulang 9 Medali dan Gegerkan Porkab Deli Serdang 2025
Porkab Deli Serdang 2025 Resmi Dibuka, 2.200 Atlet Siap Bertanding di 20 Cabor
TP-PKK 16 Kecamatan Aceh Tenggara Gelar Perlombaan Bola Voli Putri
Sambut Hari Ibu Nasional TP PKK 16 Kecamatan Aceh Tenggara Gelar Perlombaan Bola Voly Putri
FAJI Aceh Tenggara Sukses Lolos ke PORA Aceh Jaya 2026
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 26 April 2026 - 03:09

Kapten Sunyi Penjaga Kejayaan Sunardi B, Ikon Kepemimpinan Abadi PSMS Medan

Rabu, 22 April 2026 - 16:26

Muskot POBSI Sabang 2026–2030 Berlangsung Sukses, Perkuat Organisasi dan Tegaskan Biliar sebagai Olahraga Prestasi

Selasa, 7 April 2026 - 03:24

Asita Bali Bertemu Gubernur Koster, Bahas Agenda Tahunan

Senin, 8 Desember 2025 - 08:51

Rizky Irfansyah Bawa Pulang 9 Medali dan Gegerkan Porkab Deli Serdang 2025

Senin, 24 November 2025 - 01:48

Porkab Deli Serdang 2025 Resmi Dibuka, 2.200 Atlet Siap Bertanding di 20 Cabor

Rabu, 19 November 2025 - 11:41

TP-PKK 16 Kecamatan Aceh Tenggara Gelar Perlombaan Bola Voli Putri

Rabu, 19 November 2025 - 11:39

Sambut Hari Ibu Nasional TP PKK 16 Kecamatan Aceh Tenggara Gelar Perlombaan Bola Voly Putri

Selasa, 18 November 2025 - 11:37

FAJI Aceh Tenggara Sukses Lolos ke PORA Aceh Jaya 2026

Berita Terbaru