Kak Na Kirim 3 Ton Ikan Segar dan Bantuan Sandang Pangan ke Posko Korban Banjir

- Editor

Kamis, 4 Desember 2025 - 03:16

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDA ACEH/Tribuneindonesia.com

Ketua Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) Aceh Marlina Muzakir bersama Dinas Sosial Aceh dan Adhyaksa Dharmakarini serta Selebgram Aceh Cut Bul, mengirimkan 3 ton ikan segar serta bantuan sandang pangan ke daerah terdampak bencana yang masih terisolir.

Prosesi pengiriman berlangsung di Pelabuhan Perikanan Samudera Lampulo dengan menggunakan perahu nelayan setempat, Rabu (3/12/2025).

“Alhamdulillah, hari ini Forikan mengirimkan 3 ton ikan segar serta bantuan sandang dan pangan untuk masyarakat terdampak banjir, khususnya di lokasi yang masih terisolir di Aceh Utara,” ujar perempuan yang akrab disapa Kak Na itu.

“Selain Forikan, Dinsos dan Disperindag, Ketua Adhyaksa Dharmakarini Kejati Aceh Juraida Yudi Triadi, dan Pak Jack Informa pengusaha Aceh, turut menyumbang bahan pangan seperti mie instan, beras, roti dan makanan ringan lainnya. Selebgram Cut Bul juga menyumbang 3 ribu set baju,” sambung Kak Na.

Kak Na menambahkan, seluruh batuan tersebut dikirim menggunakan boat milik Cek Baka Lampulo, yang memberikan fasilitas pengiriman bantuan tersebut secara gratis ke Aceh Utara.

Pengiriman bantuan ini merupakan tindak lanjut dari rapat yang digelar Kak Na bersama Plt Kadinsos Aceh dan Kadisperindag T Adi Darma serta Kepala Bulog Divre Aceh Ihsan dan sejumlah pihak lainnya pada Rabu dini hari.

Pada rapat tersebut, Kak Na menegaskan bahwa penyaluran bantuan pangan di wilayah terisolir harus segera dilakukan. Hal ini disebabkan karena seminggu pasca bencana, kondisi masyarakat terdampak di wilayah terisolir sangat kekurangan bahan pangan.

“Hingga saat ini masih banyak masyarakat kita di wilayah terisolir belum tersentuh bantuan. Karena itu, harus ada upaya maksimal dari kita untuk menjangkau wilayah terisolir tersebut. Ini sudah hampir seminggu, saya tidak sanggup membayangkan kondisi mereka. Semua masyarakat kita harus mendapatkan bantuan pangan sesegera mungkin,” ujar perempuan yang akrab disapa Kak Na itu.

Baca Juga:  Bupati Bireuen Serahkan 3 unit Ambulance bantuan (Kemenkes RI) secara simbolis kepada Kepala Puskesmas

“Saat ini layanan internet sudah mulai membaik, masyarakat kita tentu telah melihat kabar di berbagai media tentang pasokan bantuan yang telah mengalir ke seluruh daerah. Tentu masyarakat di kawasan terisolir tersebut akan sangat kecewa, jika bantuan tersebut belum sampai ke mereka. Putusnya akses jalan tidak bisa kita jadikan sebagai alasan keterlambatan memasok bantuan, karena meski terbatas sarana dan prasarana, penyaluran bantuan wajib kita salurkan ke seluruh masyarakat terdampak,” sambung Kak Na.

First lady Aceh itu merasa sangat berempati dengan korban terdampak banjir di seluruh Aceh. Sebagaimana diketahui, dirinya sempat terjebak banjir selama dua hari di SPBU Panton Labu Aceh Utara. Kepedihan kondisi masyarakat di lokasi pengungsian tentu sangat ia rasakan.

Karena Kak Na sempat terisolir dengan dunia luar. Sebagaimana diketahui, saat bencana terjadi kawasan Aceh Utara, Aceh Timur hingga Aceh Tamiang terputus komunikasi dengan dunia luar karena jaringan komunikasi terputus, listrik padam dan lalulintas terputus total direndam banjir.

Kondisi masyarakat di wilayah tersebut sangat memprihatinkan karena tidak bisa menghubungi dunia luar untuk meminta bantuan. Kondisi kekurangan makanan, pakaian dan obat-obatan serta tempat mengungsi yang layak menjadi kendala yang tak bisa dikabarkan kemana pun.

Karena itu, pasca kembali ke Banda Aceh, Kak Na langsung berkoordinasi dengan semua pihak untuk sesegera mungkin menyalurkan bantuan ke wilayah-wilayah terisolir yang belum tersentuh bantuan.

Sebagaimana diketahui, data hingga Senin (2/12) 3.310 Gampong di 229 kecamatan di 18 kabupaten dan kota di Aceh terdampak banjir. Dari jumlah tersebut sebanyak 229.767 kepala keluarga atau 1.452.185 jiwa terdampak banjir. Berdasarkan data Posko Terpadu Pemerintah Aceh, sebanyak 1.435 jiwa mengalami luka ringan, 403 luka berat, 249 meninggal dunia dan 227 dinyatakan hilang. []

Berita Terkait

Proyek P3-TGAI Desa Kuning I Disorot, Plang Tak Terlihat dan TPM Diduga Membiarkan
Program Banyak, Guru Tertunda — Keadilan Harus Sampai ke Ujung Negeri
Komisi V DPRA Serahkan Bantuan, Dorong Solusi Hunian bagi Korban Kebakaran
Polres Aceh Tenggara Diminta Panggil dan Periksa Kades Kampung Baru, Terkait Dugaan Korupsi DD Tahun 2025
Eks Kombatan GAM Pidie Tegaskan Perdamaian Harus Dijaga, Masyarakat Diminta Waspadai Provokasi
HRD Dukung Terobosan Presiden Prabowo Hadirkan Infrastruktur Dasar bagi Masyarakat
HUT ke-81 RI, TKN Kompas Nusantara dan KAMADA LMP Sumut Gelar Hiburan Rakyat
21 Tahun MoU Helsinki, Ketua PC IPNU Bireuen Kritik Pemerintah Pusat: Jangan Abaikan Kesepakatan Damai Aceh
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 08:55

Proyek P3-TGAI Desa Kuning I Disorot, Plang Tak Terlihat dan TPM Diduga Membiarkan

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 02:36

Tes Urine ASN dan Agenda Perang Narkoba

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 00:49

Pidato Negara, Angka, dan Ujian di Daerah

Jumat, 14 Agustus 2026 - 16:35

45 Paskibraka dan Amanah Merah Putih

Jumat, 14 Agustus 2026 - 12:29

Pencuri Kabel Tower XL Smart di Aceh Tamiang Dibekuk, Satu Pelaku Diamankan

Jumat, 14 Agustus 2026 - 08:18

Pas Pula, Jalan Keluar bagi Pasien Tanpa Jaminan

Jumat, 14 Agustus 2026 - 07:31

Wali Kota Bitung Apresiasi Baksos Rumah Lukaku, Utus Asisten III Pastikan Warga Dapatkan Layanan Kesehatan Gratis

Jumat, 14 Agustus 2026 - 06:05

Dampingi Gubernur Sulut di Dermaga Satrol, Wali Kota Bitung Hengky Honandar Hadiri Peringatan HUT Kodaeral VIII

Berita Terbaru