TribuneIndonesia.com I Deli Serdang-Jembatan beton yang membelah aliran Sei Krio itu tampak kokoh. Kendaraan silih berganti melintas, menghubungkan aktivitas warga dari satu sisi menuju sisi lain. Bangunan tersebut bukan hanya mempersingkat perjalanan, melainkan juga menghadirkan pengingat bahwa sebuah infrastruktur hanya akan bertahan apabila dirawat bersama.
Peninjauan ke jembatan di Desa Medan Krio, Kecamatan Sunggal, Senin, 27 Juli 2026, dipimpin dr. H. Asri Ludin Tambunan bersama Komandan Koramil 01/Sunggal Kodim 0204, Kapten Kav Murfhi Khairuddin. kunjungan itu diarahkan untuk memastikan jembatan berfungsi sesuai tujuan pembangunannya sekaligus memberi perhatian pada cara masyarakat menggunakannya.
Jembatan Sei Krio lahir melalui kerja bersama TNI, pemerintah desa, dan warga. Karena itu, Asri Ludin meminta papan informasi dipasang pada sisi jembatan. Isinya sederhana namun penting.kapasitas beban maksimal 15 ton. Papan itu juga diminta mencantumkan bahwa pembangunan dilakukan oleh TNI sebagai bentuk penghargaan atas peran mereka.
Perhatian terbesar bukan tertuju pada bentuk fisik jembatan, melainkan usia pakainya. Beban kendaraan yang melampaui batas dipandang berpotensi mempercepat kerusakan. Pesan itu disampaikan agar seluruh pengguna memahami bahwa kekuatan konstruksi memiliki batas yang harus dihormati.
Kunjungan tersebut kemudian bergeser pada persoalan lain yang kerap muncul setiap musim hujan. Saluran air, parit, dan drainase menjadi perhatian. Camat, kepala desa, serta warga diajak menghidupkan kembali gotong royong setiap Jumat. Sasarannya meliputi drainase, titik rawan banjir, saluran irigasi menuju areal persawahan, hingga parit yang tersumbat.
Bagi Asri Ludin, banjir tidak selalu berawal dari hujan deras. banyak genangan muncul akibat saluran air yang luput dibersihkan. Karena itu, kegiatan membersihkan lingkungan dinilai perlu menjadi kebiasaan, bukan reaksi ketika air telah meluap.
Pesan lain juga mengemuka. Infrastruktur bukan hanya urusan membangun, melainkan merawat. Jalan, jembatan, drainase, maupun irigasi akan tetap memberi manfaat apabila seluruh unsur masyarakat ikut menjaganya. tanpa perawatan, umur bangunan dapat menyusut jauh lebih cepat dibanding perencanaan awal.
Peninjauan tersebut turut dihadiri Ketua TP PKK, Jelita Asri Ludin Tambunan beserta jajaran, sejumlah kepala organisasi perangkat daerah terkait, Camat Sunggal M. Guntur Endar Bumi Nasution, dan sejumlah pihak lain.(Ilham Gondrong)


















