Bitung | Tribuneindonesia.com – Kepolisian Resor (Polres) Bitung menggelar aksi doa bersama lintas agama, pada Selasa (11/8) untuk merangkul dan menguatkan masyarakat Sulawesi Utara yang sedang diselimuti duka mendalam pascatragedi berdarah di Kotamobagu, Rabu (12/08/26).
Kapolres Bitung AKBP Arie Sulistyo Nugroho, S.I.K., M.H., bersama Wakapolres Kompol J.H. Daniel Korompis, S.E., memimpin langsung jalannya prosesi doa tersebut dengan duduk bersaf menyatu tanpa sekat jabatan bersama seluruh jajaran personel.
Dalam arahannya, AKBP Arie menginstruksikan seluruh jajaran agar tidak hanya berfokus pada ranah penegakan hukum semata, melainkan juga mengambil peran aktif dalam pemulihan trauma serta penguatan mental warga yang terdampak.
”Lintas iman bersatu dalam doa. Hari ini, kami hadir bukan sebagai aparat yang kaku, tetapi sebagai saudara yang turut merasakan kehilangan. Empati dan belasungkawa ini adalah bentuk cinta kami kepada masyarakat Bitung dan Kotamobagu,”
tegas Arie di tengah acara.
Melalui peratan doa dari berbagai latar belakang keyakinan ini, jajaran Kepolisian mengharapkan hadirnya ketenangan batin bagi keluarga korban sekaligus suntikan kekuatan moral agar masyarakat segera bangkit dari keterpurukan.
Aksi solidaritas kemanusiaan ini sekaligus menegaskan komitmen Polres Bitung untuk terus mengawal proses pemulihan sosial dan psikologis warga Sulawesi Utara hingga kondisi kembali kondusif.
”Mari kita kuatkan keluarga yang berduka dengan kehadiran dan dukungan nyata. Tragedi ini mengajarkan kita bahwa persatuan dan kasih sayang adalah obat terbaik untuk luka yang dalam,”
pungkas Arie menutup pesannya. (kiti)



















