“Cinta dan Lahan Kaki Lima Duel Epik di Pelataran Cafe Agam”

- Editor

Rabu, 3 September 2025 - 15:49

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

oplus_0

oplus_0

 

Batang Kuis I TribuneIndonesia.Com-3 September 2025 – Malam yang semula tenang di pelataran Cafe Agam, Desa Tanjung Sari, mendadak ricuh. Bukan karena konser dangdut, bukan pula karena listrik padam, melainkan karena duel panas dua pemimpin kubu yang sama-sama ngotot ingin menang. Konon, pertempuran sengit ini dipicu oleh dua hal yang sama-sama “mahal”, yakni perebutan lahan kaki lima dan perebutan seorang kekasih.

Seolah lahan dagangan belum cukup bikin panas, rupanya asmara ikut menyiram bensin ke api persaingan. Jadilah duel dramatis yang bikin para pengunjung kafe lebih betah menonton daripada menyeruput kopi. “Awalnya kami kira ini hiburan gratis dari kafe,” ujar salah satu pengunjung sambil menahan tawa. “Eh, ternyata ini bukan stand-up comedy, tapi stand-off dua pemimpin.”

Baca Juga:  Opini: 100 Hari Bupati Tagore, Publik Berhak Bertanya
oplus_0

Sayangnya, meski sudah keluar keringat dan suara yang lebih keras dari speaker kafe, tak ada pemenang. Yang ada hanya dada sesak, hati hampa, dan sedikit malu karena duel mereka malah jadi tontonan warga. Akhirnya, kedua pemimpin kubu memilih mundur teratur. Mereka meninggalkan arena dengan wajah kecewa, ibarat penonton sinetron yang ditinggal pas lagi seru-serunya.

Malam itu pun ditutup dengan satu pelajaran penting: kalau mau rebutan lahan atau kekasih, jangan di kafe soalnya bisa bikin orang salah sangka jadi hiburan live music.

Ilham Gondrong

Berita Terkait

Kemitraan  atau Penjinakan? Saat Media Dipaksa Tunduk, Pemerintah Abai pada Keadilan
Pemkab Aceh Tenggara Terapkan WFH Setiap Jumat, Ini Aturan Lengkapnya
Kesalahan Terindah
Rutin Konsumsi Bawang Merah Setiap Hari, Ini Manfaat dan Risikonya bagi Kesehatan
Lalat di Minuman Antara Hadits, Sains, dan Kesehatan Modern
Peta Tubuh di Telapak Kaki Antara Mitos, Terapi, dan Fakta Medis
“Wak Labu ! Raja Licik yang Paling Pintar… Mengelabui Rakyat Sendiri”
TTI Mendesak Kajari Aceh Besar Usut Kasus THR dan Gaji ke 13 Guru di Kabupaten Aceh Besar sejumlah Rp.17,44 Milyar.
Berita ini 43 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 09:41

Edi Obama dan Sekda Bireuen Selesaikan pendidikan Program Magister Manajemen di UNIKI

Rabu, 15 April 2026 - 07:04

Syariat Ditegakkan, Pelaku Pelecehan Seksual Dicambuk 24 kali di Bireuen

Rabu, 15 April 2026 - 04:48

​Bukan Sekadar Slogan, Anggota Polsek Matuari Buktikan Semangat Melayani dengan Gendong Warga Sakit

Rabu, 15 April 2026 - 01:19

Transportasi di Sulawesi Selatan Kian Aman bagi Masyarakat, Jasa Raharja Perkuat Sistem Lewat Pendekatan Penta Helix

Selasa, 14 April 2026 - 22:55

Yahdi Hasan Masuk 5 Besar Calon Ketua DPRA, Figur Kuat dari Wilayah Tengah Kian Diperhitungkan

Selasa, 14 April 2026 - 17:27

​Terima Kunjungan Bidang Pengawasan, Plh Kajari Bitung Pastikan Kinerja Sesuai Prosedur

Selasa, 14 April 2026 - 16:19

Nakhoda Baru Kejari Bitung: Erwin Widihantono Ditargetkan Tuntaskan Kasus Korupsi

Selasa, 14 April 2026 - 15:25

​Jejak Integritas Dr. Yadyn Palebangan: Dari Gedung Merah Putih hingga Kursi Kajari Jember

Berita Terbaru

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x