Medan I TribuneIndonesia.com – Prosesi Capping Day dan Pinning Day di STIKes Sehati Tahun Akademik 2025/2026 bukan sekadar seremoni. Acara yang digelar Selasa 24 Februari 2026 di Aula kampus, Jalan Persatuan Nomor 72 Medan, menjadi panggung pengukuhan moral calon tenaga kesehatan yang disaksikan langsung orang tua dan sivitas akademika.
Momentum ini mengikat para mahasiswa Program Studi Kebidanan dan Administrasi Rumah Sakit pada sumpah profesi. Di hadapan publik, mereka menyatakan kesiapan mengemban tanggung jawab sosial, etika, dan integritas sebagai calon garda terdepan pelayanan kesehatan. Prosesi pemasangan cap dan pin menjadi simbol kuat bahwa status mahasiswa telah naik kelas dari ruang teori menuju tanggung jawab praktik di lapangan.
Suasana khidmat berubah menjadi haru ketika satu per satu mahasiswa mengucapkan janji. Orang tua tampak menahan emosi, menyaksikan anak-anak mereka resmi memasuki fase baru yang menuntut disiplin, empati, dan profesionalisme. Bagi kampus, momen ini bukan sekadar ritual akademik, melainkan deklarasi komitmen mencetak tenaga kesehatan yang tidak hanya terampil, tetapi juga berkarakter.
Sorotan publik kian menguat ketika kampus memberikan penghargaan kepada mahasiswa berprestasi. Putri Salsabilla dinobatkan sebagai peraih prestasi terbaik Program Studi Administrasi Rumah Sakit dengan IPK 3,88. Penghargaan ini menjadi pesan tegas bahwa STIKes Sehati mendorong kompetisi sehat dan standar mutu tinggi di tengah tantangan kualitas SDM kesehatan yang kerap disorot masyarakat.
Ketua Yayasan Celino Sehati bersama Ketua STIKes Sehati dalam sambutannya menegaskan bahwa pengukuhan ini adalah awal beban moral, bukan akhir perjuangan. Mahasiswa diminta menjaga nama baik almamater, menjunjung etika profesi, dan hadir sebagai solusi di tengah problem pelayanan kesehatan yang kerap menuai kritik publik.
Kehadiran keluarga, alumni SMA Negeri 1 Labuhan Deli, serta orang tua mahasiswa menambah tekanan moral bagi para peserta. Mereka tidak hanya membawa nama diri, tetapi juga harapan keluarga dan institusi. Acara ditutup dengan doa bersama dan sesi foto, namun pesan yang ditinggalkan jauh lebih keras dari sekadar dokumentasi: sejak hari ini, mahasiswa STIKes Sehati diikat janji untuk tidak main-main dengan amanah profesi.
Dengan Capping Day dan Pinning Day ini, STIKes Sehati kembali melempar pesan ke ruang publik bahwa kampus kesehatan tidak boleh melahirkan tenaga setengah jadi. Mereka dituntut siap kerja, siap diuji, dan siap disorot masyarakat.
Ilham Gondrong



















