Bintang Meriah.Kilau Sejarah, Harmoni Budaya, dan Asa Masa Depan di Jantung Batang Kuis

- Editor

Jumat, 4 Juli 2025 - 14:29

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

oplus_34

oplus_34

Penulis:Ilham Gondrong

Batang Kuis | TribuneIndonesia.com 

Di tengah geliat pembangunan dan arus modernisasi yang kian cepat, Desa Bintang Meriah di Kecamatan Batang Kuis, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, tetap berdiri kokoh sebagai penjaga nilai-nilai sejarah, budaya, dan kearifan lokal. Desa ini bukan sekadar wilayah administratif, tetapi juga saksi bisu perjalanan peradaban masyarakat yang memadukan tradisi, kebersamaan, dan inovasi menuju masa depan yang gemilang.

oplus_34

Dari Kampung Raja ke Bintang Meriah Sebuah Sejarah yang Hidup

Menurut penuturan tokoh masyarakat setempat, Pak Suberin, Bintang Meriah dulunya merupakan bagian dari sebuah desa besar bernama Kampung Raja. Seiring pertambahan jumlah penduduk dan kebutuhan pelayanan yang merata, wilayah ini dimekarkan menjadi tiga desa, Bintang Meriah, Bakaran Batu, dan Batang Kuis. Proses pemekaran ini terjadi sekitar tahun 1950, menjadi tonggak awal berdirinya Desa Bintang Meriah secara administratif.

Nama “Bintang Meriah” sendiri mengandung filosofi dan sejarah yang dalam. Wilayah ini dikenal sebagai pusat kegiatan seni dan budaya masyarakat lokal di masa lampau. Dari pertunjukan jaran kepang, angguk, orkes tradisional hingga ketoprak dor, semua menjadi bagian dari denyut nadi kehidupan sosial masyarakatnya. Seni pertunjukan kala itu bukan sekadar hiburan, tetapi juga sarana memperkuat jalinan sosial dan nilai gotong royong.

Kearifan Lokal yang Tetap Menyala di Tengah Arus Zaman

Di era digital dan global seperti saat ini, masyarakat Bintang Meriah masih setia menjaga kearifan lokal yang diwariskan leluhur. Tradisi gotong royong, musyawarah desa, dan pelestarian adat istiadat masih menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

Setiap kali ada kegiatan sosial atau pembangunan fisik, warga turun tangan bersama tanpa pamrih. Semangat ini tidak hanya memperkuat ikatan sosial, tetapi juga menjadi modal utama dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.

Selain itu, aktivitas keagamaan, pendidikan, dan lingkungan hidup terus berkembang. Remaja masjid, kelompok pengajian, dan karang taruna aktif menginisiasi berbagai kegiatan positif—dari bakti sosial, kampanye lingkungan, hingga pemberdayaan remaja. Semua bersatu membentuk masyarakat yang harmonis, aman, dan religius.

Lele Asap Bintang Meriah Dari Tradisi ke Inovasi Ekonomi

Sektor ekonomi Desa Bintang Meriah kini menggeliat dengan munculnya berbagai unit usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Salah satu produk unggulan yang mencuri perhatian adalah lele asap.

Produk olahan ini dihasilkan melalui proses pengasapan tradisional yang mempertahankan cita rasa khas dan kelezatan alami. Berkat dedikasi pelaku usaha lokal, lele asap Bintang Meriah telah menembus pasar luar kota bahkan merintis langkah ke pasar ekspor skala kecil.

Baca Juga:  Pekerjaan Pipa Air Bersih di Angkup Diduga Asal Jadi, Warga Kecewa

Keberhasilan ini membuktikan bahwa masyarakat desa mampu menciptakan peluang ekonomi yang berkelanjutan, tanpa harus meninggalkan kampung halaman. Lele asap kini menjadi simbol kemandirian ekonomi dan ikon kuliner desa yang membanggakan.

Pemerintahan Desa yang Berpihak pada Rakyat

Di bawah kepemimpinan Kepala Desa H. Kasiman, Desa Bintang Meriah terus menapaki jalur pembangunan berkelanjutan dengan prinsip partisipasi masyarakat. Dalam wawancaranya bersama TribuneIndonesia.com, Jumat 4 Juli 2025, H. Kasiman menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah desa dan seluruh elemen warga.

“Kemajuan desa tidak bisa hanya dibebankan pada pemerintah. Diperlukan sinergi dan keterlibatan aktif masyarakat untuk menjadikan Bintang Meriah lebih baik,” ujar H. Kasiman.

Sejumlah program prioritas yang sedang dijalankan antara lain. 

Perbaikan infrastruktur: pembangunan dan perawatan jalan, drainase, serta fasilitas umum.

Peningkatan kualitas pendidikan.  dukungan bagi sekolah-sekolah dan program literasi anak.

Peningkatan layanan kesehatan: melalui posyandu aktif, penyuluhan gizi, dan kerja sama dengan Puskesmas Batang Kuis.

Semua ini menjadi bagian dari visi menjadikan Bintang Meriah sebagai desa yang maju, mandiri, dan sejahtera.

Destinasi Wisata Budaya dan Sejarah yang Menanti Dijelajahi

Letak Desa Bintang Meriah yang tidak jauh dari Bandara Internasional Kualanamu menjadikannya memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata budaya dan sejarah. Warisan seni tradisional, cerita sejarah Kampung Raja, serta suasana desa yang asri bisa menjadi daya tarik bagi wisatawan lokal maupun internasional.

Dengan pengelolaan yang profesional dan berbasis partisipasi masyarakat, Desa Bintang Meriah bisa dikembangkan sebagai model wisata budaya berbasis komunitas (community-based tourism) di Deli Serdang.

Generasi Muda, Penjaga Warisan dan Pembawa Harapan

Di tangan generasi mudalah masa depan Desa Bintang Meriah dipertaruhkan. Pemerintah desa terus mendorong pemuda untuk terlibat dalam pembangunan melalui pelatihan wirausaha, literasi digital, dan pelestarian budaya.

Dengan dukungan yang tepat, anak-anak muda Bintang Meriah dapat menjadi agen perubahan yang mampu menggabungkan nilai-nilai lokal dengan semangat inovatif demi kemajuan desa.

Menatap Masa Depan dengan Optimisme

Desa Bintang Meriah adalah cerminan bagaimana perpaduan sejarah, budaya, dan semangat kebersamaan menjadi fondasi kokoh untuk membangun masa depan. Di tengah derasnya arus globalisasi, desa ini tetap menjaga jati diri sambil terus bergerak maju.

Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah, masyarakat, tokoh adat, dan pemuda, Desa Bintang Meriah diyakini akan terus bersinar bukan hanya dalam nama, tetapi juga dalam pencapaian dan kontribusinya bagi Kabupaten Deli Serdang.

Ilham TribuneIndonesia.com

Berita Terkait

semua perjuangan itu tidak sia-sia. “Detik yang Tak Terbeli : Ketika Nama Kita Dipanggil sebagai Pemenang”
Maling Teriak Maling: Cermin Retaknya Integritas di Lingkar Kekuasaan
Waspada El Niño ! Ancaman Panas Ekstrem Mengintai, Masyarakat Diminta Siaga Sejak Dini
Perempuan Tidak Boleh Lagi Diam: Wajib Berpendidikan, Mandiri, dan Berani Melawan Ketidakadilan
Kemitraan  atau Penjinakan? Saat Media Dipaksa Tunduk, Pemerintah Abai pada Keadilan
Pemkab Aceh Tenggara Terapkan WFH Setiap Jumat, Ini Aturan Lengkapnya
Kesalahan Terindah
Rutin Konsumsi Bawang Merah Setiap Hari, Ini Manfaat dan Risikonya bagi Kesehatan
Berita ini 39 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 09:55

Dankodaeral VIII Hadiri Upacara Hardiknas 2026, Gubernur Yulius: Pendidikan Harus Adaptif

Sabtu, 2 Mei 2026 - 09:24

​Miris, Dua Pelajar di Bitung Terjaring Tim Tarsius Saat Hendak Tawuran Antar Kampung

Sabtu, 2 Mei 2026 - 06:59

Rayakan Hari Buruh Internasional, Pelindo Regional 4 Bitung Komitmen Melangkah Maju Bersama Pekerja

Sabtu, 2 Mei 2026 - 04:16

Wujudkan Pendidikan Bermutu, Jajaran Polres Bitung dan Bhayangkari Beri Ucapan Spesial

Sabtu, 2 Mei 2026 - 03:39

Hardiknas 2026: Pemkot Bitung Perkuat Komitmen Pendidikan Inklusif Demi Cetak Generasi Berkarakter

Jumat, 1 Mei 2026 - 13:43

​Akhiri Perseteruan, Pemuda Pateten Satu dan Kampung Unyil Sepakat Berikrar Damai

Jumat, 1 Mei 2026 - 12:12

Sinergi Pemkot dan Polres Bitung Kawal Keberangkatan Calon Tamu Allah Menuju Asrama Haji

Jumat, 1 Mei 2026 - 05:22

Gema Keadilan dari Mimbar Agung: Pesan Menyentuh Ustadz Jufri Naki di Hari Buruh

Berita Terbaru

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x