Bitung | Tribuneindonesia.com – Suasana haru dan khidmat menyelimuti kediaman keluarga besar Inaku–Moputi Arsyad saat menggelar doa bersama 40 hari kepulangan Almarhumah Indrawati Arsyad, yang telah berpulang ke rahmatullah pada 30 September 2026 lalu, Minggu (08/11/26).
Acara keagamaan dan adat istiadat tersebut diselenggarakan secara khusus di kediaman keluarga sebagai bentuk penghormatan terakhir yang mendalam bagi Almarhumah.
Rangkaian prosesi sakral ini dipimpin langsung oleh Imam Masjid Al-Jauhar dengan memadukan nilai-nilai keislaman serta kearifan lokal tradisi adat Gorontalo yang sarat makna.
Sebagai bagian dari tradisi adat yang dijalankan, pihak keluarga telah mempersiapkan sebuah struktur adat yang dikenal dengan sebutan Bale lo Paesa atau rumah batu nisan.
Struktur Bale lo Paesa tersebut ditata sedemikian rupa dengan penuh ketelitian, dihiasi aneka pernak-pernik penganan tradisional berupa biskuit yang disusun rapi.
Seluruh sajian penganan dalam Bale lo Paesa tampak semakin semarak dengan sentuhan dekorasi hiasan kertas dengan menggunakan dua warnah, yakni Biru Putih mempercantik tampilannya.
Di dalam rangkaian hiasan adat tersebut, keluarga juga telah menyiapkan sebuah batu penanda khusus yang diambil langsung dari aliran sungai (kuala) melalui ritual dan syarat-syarat tertentu.
Batu penanda sungai tersebut nantinya akan diletakkan di atas pusara Almarhumah Indrawati Arsyad guna menggantikan papan penanda atau paesang yang sebelumnya tertancap di atas Pusaranya.
Ritual pembacaan doa dipimpin secara khusyuk oleh para pemuka adat yang juga merupakan pengurus Masjid Al-Jauhar dengan melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an.
Lantunan ayat suci tersebut dipanjatkan dengan penuh kekhusyukan agar Almarhumah mendapatkan tempat yang paling layak dan mulia di sisi Allah SWT di alam barzakh.
Para tamu undangan yang hadir tampak mengikuti seluruh rangkaian ritual adat yang sakral ini dengan penuh takzim, berbaur bersama untaian doa yang dipanjatkan oleh sang imam.
Di sela-sela jalannya kegiatan ritual, suami Almarhumah yang juga berprofesi sebagai wartawan media online nasional, Lukman Inaku Moputi, menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh hadirin.
Secara khusus, ia mengucapkan rasa terima kasih yang tak terhingga kepada rekan-rekan sesama insan pers dan seluruh tamu undangan yang telah meluangkan waktu meringankan langkah.
”Atas nama keluarga kami, selaku suami dari almarhumah, mengucapkan terima kasih yang tak terhingga buat seluruh tamu undangan, khususnya bagi rekan-rekan media yang telah sudi meringankan langkah di tempat kami,”
tutur Lukman Inaku Moputi yang akrab di sapa Pak. Mijan
Usai rangkaian pembacaan doa selesai, dilakukan pembagian Baku Hati, (semacam Cindra mata) setelah itu, rombongan keluarga bersiap mengantar Bale lo Paesa menuju tempat pemakaman umum di wilayah Aertembaga, Kota Bitung, tempat Almarhumah bersemayam. (kiti)












