
“Saya bekerja di sini sebagai dokter. Saya tidak mau ikut campur urusan orang lain. Untuk apa saya mengganggu atau ikut campur dengan orang lain?” tegas Laura. Foto Ist/ Niko/ Tribuneindonesia.com. Kamis, 11/5/2026.
RAJA AMPAT, TRIBUNEINDONESIA.COM — Polemik di grup media sosial Opini Pileg Raja Ampat kian menjadi sorotan setelah nama Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Raja Ampat, Rikardo Umkeketony alias Rico, serta dokter spesialis anak dr. Laura Christanty, Sp.A., terseret dalam narasi yang beredar di ruang publik.
Keduanya akhirnya angkat bicara dan menyampaikan bantahan tegas terhadap informasi yang mengaitkan nama mereka, termasuk persoalan yang menyentuh kehidupan pribadi dan keluarga.
Rico menegaskan bahwa narasi yang menyebut dirinya bersama seorang dokter di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Raja Ampat tersebut tidak benar. Ia membantah bagu oknum oknum yang tidak bertanggung jawab menyampaikan pernyataan sebagaimana yang dituduhkan dalam grup percakapan tersebut.
“Itu tidak benar. tegas Rico saat memberikan klarifikasi.
Menurutnya, informasi yang tidak jelas berpotensi merusak reputasi seseorang, bahkan berdampak terhadap keluarga yang tidak memiliki kaitan dengan polemik tersebut. Maka jangan mudah dipercaya.
Rico meminta masyarakat agar tidak mudah percaya maupun ikut menyebarluaskan informasi merusak nama baik seseorang.
Ia juga mengingatkan bahwa dirinya memiliki istri dan anak yang turut terdampak apabila narasi yang menyeret nama serta keluarganya terus berkembang.
“Saya memiliki istri dan anak. Jangan membangun narasi yang dapat merusak nama baik, jabatan, maupun keluarga saya,” ujarnya.
Rico menegaskan bahwa dirinya menghormati kebebasan masyarakat dalam menyampaikan pendapat.
Namun, kebebasan tersebut harus disertai tanggung jawab dan tidak digunakan untuk menyebarkan informasi yang belum terbukti kebenarannya.
Dapat ditambahkan, dokter spesialis anak dr. Laura Christanty, Sp.A. Ia turut angkat bicara setelah namanya dan keluarganya dikaitkan dengan polemik yang berkembang di media sosial, termasuk narasi yang menghubungkannya dengan Kepala BKPSDM Raja Ampat.
Laura dengan tegas membantah narasi tersebut. Ia menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki urusan sebagaimana yang dituduhkan dan selama ini hanya menjalankan tugas profesionalnya sebagai dokter spesialis anak di Raja Ampat.
“Saya bekerja di sini sebagai dokter. Saya tidak mau ikut campur urusan orang lain. Untuk apa saya mengganggu atau ikut campur dengan orang lain?” tegas Laura.
Ia menyayangkan apabila persoalan yang tidak berkaitan dengan pekerjaan dan tanggung jawab medisnya justru menyeret nama serta keluarganya ke dalam polemik publik.
Laura juga kembali membantah sejumlah narasi yang sebelumnya beredar dan dinilainya telah mencampuradukkan persoalan pribadi dengan profesinya sebagai tenaga medis.
“Saya hanya menjalankan tugas saya sebagai dokter spesialis. Saya tidak ada urusan dengan hal-hal seperti yang disebutkan itu,” ujarnya.
Menurut Laura, pengabdiannya di Raja Ampat merupakan bagian dari tanggung jawab profesinya dalam memberikan pelayanan kesehatan, khususnya kepada pasien anak.
Karena itu, ia berharap tidak ada pihak yang sengaja membangun cerita tanpa dasar kebenaran dan kemudian menyeret kehidupan pribadi maupun keluarganya.
Bahkan, Laura menegaskan tidak akan tinggal diam apabila ada pihak yang dengan sengaja mencatut namanya dan menyebarkan informasi yang merugikan kehormatan serta nama baiknya.
“Kalau ada yang sengaja menyeret nama saya tanpa benar, saya siap menempuh jalur hukum,” tegasnya.
Pernyataan kedua pihak tersebut menjadi penegasan bahwa mereka sama-sama membantah narasi yang beredar di grup Opini Pileg Raja Ampat.
Di tengah polemik yang berkembang, masyarakat diharapkan lebih bijak menggunakan media sosial.
Kebebasan berpendapat bukan berarti seseorang dapat dengan mudah mencatut nama, membangun tuduhan, atau menyeret keluarga orang lain tanpa dasar yang dapat dipertanggungjawabkan. Tutup.













