Proyek P3-TGAI Desa Salang Alas Diduga Asal Jadi dan Diperjualbelikan, Polres Agara Didesak Turun Tangan

- Editor

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 03:33

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KUTACANE/Tribuneindonesia.com

Pelaksanaan proyek Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) tahun anggaran 2026 di Kabupaten Aceh Tenggara menuai sorotan tajam dari masyarakat. Salah satu titik yang memicu polemik berada di Desa Salang Alas, Kecamatan Badar, yang kondisinya kini dilaporkan rusak parah meski baru saja rampung dikerjakan.

Berdasarkan pantauan langsung dan investigasi di lapangan pada Kamis (22/10), infrastruktur fisik irigasi di desa tersebut terkesan dikerjakan asal-asalan tanpa memedulikan kualitas bangunan. Warga setempat mendapati sebagian dinding penahan tanah (DPT) sudah dalam kondisi retak, miring, dan berlubang sehingga rawan roboh dalam waktu dekat.

Lebih memprihatinkan, pengerjaan proyek irigasi ini diduga kuat menyimpang dari grafik gambar serta Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang telah ditetapkan. Pekerjaan fisik tersebut terlihat tidak memiliki cor lantai, tidak ada galian pondasi yang memadai, serta sama sekali tidak dilapisi plaster halus. Bobroknya kualitas proyek swakelola ini diduga kuat dipicu oleh minimnya fungsi kontrol dan lemahnya pengawasan dari Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM) di lapangan.
Kelompok Tani Diduga Hanya “Disewa” Rp10 Juta

Baca Juga:  Aceh’s Socio-Economic Crisis Deepens amid Governance and Transparency Concerns

Penyimpangan proyek P3-TGAI di Desa Salang Alas tidak hanya terjadi pada tataran fisik, melainkan juga pada sistem administrasinya. Kegiatan yang seharusnya wajib dikerjakan secara swakelola oleh para petani setempat, diduga telah dialihkan atau diperjualbelikan kepada pihak ketiga di luar kelompok.

Menurut informasi dari warga, pelaksana riil proyek tersebut diserahkan kepada seorang oknum bernama Yuni. Sementara itu, kelompok tani lokal hanya dimanfaatkan sebagai syarat formalitas administrasi pencairan dana.
Hal tersebut dikonfirmasi langsung oleh Ketua Kelompok Tani P3A Tani Subur, Adi Supitri. Ia membenarkan bahwa pengerjaan irigasi tersebut dialihkan ke pihak luar dan kelompoknya hanya menerima kompensasi uang tunai dalam jumlah kecil.

“Kami kelompok tani hanya diberikan uang Rp10 juta sebagai uang sewa kelompok,” ungkap Adi secara terbuka, Kamis (22/10).
Melihat banyaknya kejanggalan dan indikasi kerugian negara yang terjadi pada proyek P3-TGAI di Aceh Tenggara, masyarakat mendesak aparat penegak hukum untuk tidak tinggal diam.
PProyek P3-TGAI Desa Salang Alas Diduga Asal Jadi dan Diperjualbelikan, Polres Agara Didesak Turun Tangan

 

Berita Terkait

Subuh Keliling di Masjid Ridha Jeumpa, Kapolres Bireuen Ajak Jamaah Sinergi Bersama Polisi Berantas Narkotika
Mencetak Generasi Holistik di Kota Santri, LATANSA Boarding School Bireuen Resmi Hadirkan Konsep Pendidikan Berbasis 5 Pilar Utama
Bireuen Darurat Judol & Narkoba: Kapolres AKBP Yulhendri Tabuh Genderang Perang!
PT Jasa Raharja (Persero) Kantor Wilayah Utama DKI Jakarta Dukung Operasi Patuh Jaya 2026, Perkuat Sinergi Wujudkan Lalu Lintas Berkeselamatan
PT Jasa Raharja (Persero) Kantor Wilayah Utama DKI Jakarta Berkolaborasi dalam menangani Kemacetan dan Keselamatan Lalu Lintas Bersama Stakeholders
Jasa Raharja Bersama Stakeholder Jakarta Timur Dorong Peningkatan Keselamatan Berlalu Lintas
Melalui Program MUKL, PT Jasa Raharja (Persero) Kantor Wilayah Utama DKI Jakarta Tingkatkan Kesadaran Kesehatan dan Keselamatan Berlalu Lintas
Dukung Program Kapolri, Kapolres Bireuen Pimpin Penanaman Pohon ‘Green Policing’ di Jangka
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 03:59

Selesaikan Persoalan Tanpa Dokumen, Ratusan Warga Keturunan Filipina di Bitung Jalani Verifikasi Faktual Terakhir

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 00:57

Antisipasi Kemacetan Nataru 2027, IWO Bali Minta Komisi III DPRD Bali Perjuangkan Perbaikan Jalur Gilimanuk

Jumat, 30 Oktober 2026 - 17:49

Tragedi Kebakaran Melanda Rumah Makan Rusni di Jantung Kota Bitung

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:43

IWO Bali Soroti Keluhan Warga soal Perbaikan Jalan Gajah Mada, Nyoman Suyasa Sentil Lemahnya Koordinasi PU dan PDAM

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:30

Dikawal Paguyuban Driver, Perda Angkutan Sewa Khusus Bali Akhirnya Kantongi Nomor Register

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:06

Nelayan Meosmanggra Temukan Dugaan Bom Ikan di Waigeo Barat, Ketua HMNI Desak Aparat Bertindak

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:15

Pemkot Bitung Dukung Program KBK Keuskupan Manado, Fungsikan Lahan Tidur untuk Tekan Inflasi

Jumat, 30 Oktober 2026 - 06:30

Beri Kepastian Hukum, Kemenkumham Sulut Tuntaskan Dokumen Kewarganegaraan Ratusan Warga Keturunan Filipina

Berita Terbaru