Bitung | Tribuneindonesia.com β Pemerintah Kota Bitung menegaskan komitmennya dalam memperkuat ketahanan pangan nasional melalui aksi nyata di lapangan.
Kolaborasi lintas daerah dan instansi resmi terwujud saat Wali Kota Bitung Hengky Honandar, S.E, menghadiri panen raya jagung di lahan seluas 15 hektar yang berlokasi di Jalan Ir. Soekarno, Desa Kolongan, Kecamatan Kalawat, Kabupaten Minahasa Utara, pada Rabu (28/10/26).
βLangkah strategis ini menjadi bukti konkret sinergi antara Pemkot Bitung dan Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara dalam mendukung program swasembada pangan yang berkelanjutan.
Kehadiran pemimpin daerah di lokasi panen mempertegas pentingnya integrasi sektor pertanian antarwilayah tetangga untuk menjamin ketersediaan pasokan pangan kawasan.

Keberhasilan panen raya di atas lahan seluas 15 hektar tersebut berawal dari kerja keras Kelompok Tani Sehati yang berasal dari Kelurahan Manembo-Nembo Tengah, Kecamatan Matuari, Kota Bitung.
Para petani lokal ini mengelola kawasan pertanian tersebut dengan memadukan potensi sumber daya manusia Bitung dan keunggulan lahan pertanian di wilayah Minahasa Utara.
βKeberhasilan produksi jagung ini tidak lepas dari pendampingan teknis secara intensif.
Para penyuluh pertanian Kecamatan Matuari bersama Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Bitung secara konsisten mengawal proses budidaya, mulai dari penanaman, perawatan bibit, hingga pemanfaatan teknologi pertanian di lapangan.
βSelain dukungan teknis dari Bitung, sinergi ini berjalan optimal berkat keterlibatan aktif Dinas Pertanian Kabupaten Minahasa Utara beserta para pelaku usaha dan mitra lokal.
Kolaborasi sektor publik dan privat ini berhasil menciptakan rantai pasok pertanian yang lebih efektif dan efisien dari hulu ke hilir.
βKegiatan panen raya ini turut dihadiri oleh jajaran Forkopimda Sulawesi Utara, perwakilan Polda Sulut, serta pemangku kepentingan terkait.
Kehadiran jajaran aparatur keamanan dan pemerintah daerah menunjukkan dukungan penuh seluruh elemen terhadap penguatan sektor agribisnis lokal.
βMelalui kerja sama lintas batas wilayah ini, para pihak optimistis mampu menggenjot produktivitas hasil tani secara signifikan.
Upaya bersama ini memicu peningkatan kesejahteraan petani lokal sekaligus memperkuat fondasi swasembada pangan nasional yang tangguh. (kiti)














