BIREUEN/Tribuneindonesia.com
Langkah progresif diambil oleh Pusat Riset Ilmu Kepolisian Universitas Syiah Kuala (USK) yang berkolaborasi dengan Kepolisian Daerah (Polda) Aceh. Kedua institusi ini menggelar riset strategis guna merumuskan formula pelayanan kepolisian yang menyatu dengan nilai-nilai syariat Islam dan kearifan lokal di Kabupaten Bireuen.
Riset penting yang dipusatkan di Markas Polres Bireuen ini mendapat dukungan penuh dari internal kepolisian, yang dihadiri langsung oleh Kapolres Bireuen AKBP Yulhendri bersama seluruh jajaran kepala satuan fungsi.
Ketua tim peneliti sekaligus narasumber dari Pusat Riset Ilmu Kepolisian USK, Prof. Dr. M. Gaussyah, S.H., M.H., mengungkapkan bahwa studi ini bertujuan melahirkan suatu role model (percontohan) baru yang aplikatif bagi korps kepolisian di bumi Serambi Mekkah.
“Tujuan kegiatan ini adalah ingin mendapatkan role model tentang penerapan syariat Islam yang kemudian bisa diaplikasikan sesuai pelaksanaan tugas pokok kepolisian yang bertugas di Aceh. Jadi budaya Islam itu ingin kita masukkan dalam tugas kepolisian,” ujar Prof. Gaussyah.
Dalam mematangkan model pelayanan tersebut, tim peneliti memetakan tantangan mendasar yang mencakup komitmen internal personel dan respons dari ruang publik. Riset ini didesain secara holistik untuk mengukur kesadaran personal anggota polisi saat bertugas di lapangan, sekaligus melihat bagaimana masyarakat menyambut penguatan identitas kepolisian yang lebih Islami.
“Tantangan di Aceh khususnya di Polres Bireuen seperti apa, yang pertama adalah tantangan komitmen baik dari internal kepolisian secara keseluruhan maupun dari hubungan masyarakat. Kita belum tahu bagaimana kemudian masyarakat akan mendukung supaya polisinya lebih Islami,” tambahnya.
Studi ilmiah ini dipimpin oleh Prof. Dr. M. Gaussyah bersama peneliti Rizky Aulia Fitri, S.H., M.H.
Rekomendasi serta formula akhir dari riset ini diproyeksikan menjadi acuan resmi bagi Polda Aceh beserta seluruh Polres jajaran dalam mengoptimalkan tugas perlindungan, pengayoman, dan pelayanan publik yang mencerminkan wajah kepolisian yang humanis, persuasif, serta bernapaskan syariat Islam.














